Hepatitis B Kenali Gejalanya

Hepatitis B Kenali Gejalanya

Penyakit hepatitis yang banyak dijumpai oleh penderita di Indonesia adalah hepatitis B. Penyakit ini berbeda gejalanya dan cara penanganannya dengan hepatitis A. Hepatitis B ini merupakan salah satu penyakit menular yang tergolong berbahaya didunia, penyakit ini disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB) yang menyerang hati.

Hepatitis B Kenali Gejalanya

Hepatitis B Kenali Gejalanya

Secara khusus tanda dan gejala hepatitis B adalah demam, sakit perut dan kuning (terutama pada area mata yang putih/sklera). Namun bagi penderita hepatitis B kronik akan cenderung tidak tampak tanda-tanda tersebut, sehingga penularan kepada orang lain menjadi lebih beresiko.

Sebenarnya seseorang yang sudah mengidap hepatitis B, seringkali tidak merasakan gejala hepatitis B apapun. Walaupun virus sudah bersarang di hati, orang bisa hidup normal tanpa terganggu sedikit pun. Hal ini dikarenakan hati sebagai organ yang “tidak cengeng”. Tidak seperti hidung, yang begitu kena virus, bisa langsung pilek. Atau organ lain yang begitu kena virus, langsung bengkak.

Gejala hepatitis B muncul pada sekitar 70% orang dewasa yang terinfeksi Hepatitis B. Gejala tersebut bisa saja baru muncul beberapa bulan setelah orang tersebut terinfeksi, diantaranya:

  1. Kulit atau Mata Yang Tampak Kekuningan (Jaundice)

Gejala hepatitis B yang paling umum adalah mata yang tampak kekuningan, atau disebut juga dengan jaundice. Gejala ini merupakan satu-satunya gejala yang paling mudah diketahui, sebab mata kuning menandakan ada masalah pada hati. Berbeda dengan mata merah, bisa diakibatkan karena kelilipan atau memang sedang sakit mata.

  1. Kelelahan

Kelelahan adalah gejala hepatitis B lainnya, hal ini dikarenakan fungsi hati tidak bisa maksimal karena itu tubuh bekerja lebih ektra.

  1. Hilangnya Nafsu Makan atau Merasa Mual

Hilangnya nafsu makan merupakan tanda tubuh seseorang sedang bermasalah, sebab tubuh yang baik, memerlukan makanan yang nantinya akan digunakan sebagai energi dalam tubuh.

  1. Urin Yang Berwarna Gelap

Warna urin yang baik itu tidak terlalu gelap dan tidak terlalu terang. Karena itu ketika warna urin kita berwarna gelap, hal itu menandakan bahwa ada masalah dengan tubuh kita. Walaupun masalahnya bisa bermacam-macam, namun jika dibarengi dengan gejala hepatitis B lainnya, maka bisa dipastikan warna urin yang gelap itu disebabkan karena liver yang bermasalah.

  1. Perut Membuncit

Selain penyakit hepatitis B, perut buncitpun bisa menjadi ciri atau tanda penyakin dalam lainnya, seperti penyakit jantung koroner dan penyakit diabetes melitus. Karena itu gaya hidup yang dapat menyebabkan perut buncit harus dirubah, agar berbagai macam penyakit berbahaya lainnya tidak menghinggapi.

  1. Demam

Demam merupakan indikasi bahwa tubuh sedang diserang virus. Virus yang masuk ke dalam tubuh, dilawan oleh imun tubuh, perlawanan inilah yang biasanya menyebabkan demam pada tubuh. Jika imun tubuh kuat, virus tidak akan masuk ke dalam tubuh, jika imun tubuh jelek, maka tubuh akan sakit.

  1. Nyeri Sendi

Tidak semua nyeri sendi itu disebabkan oleh penyakit asam urat. Banyak macam jenis nyeri sendi yang berbeda-beda bahkan pengobatannya juga berbeda-beda. Nyeri sendi yang disebabkan oleh virus biasanya disebut Viral Arthritis. Hal ini disebabkan oleh virus yang menyerang kepada organ tubuh lain sehingga menimbulkan gejala seperti nyeri sendi ini.

Jika ada gejala-gejala tidak biasa yang berlangsung selama berhari-hari atau Anda merasa telah terpapar virus hepatitis B, periksakanlah diri Anda ke dokter.

Infeksi hepatitis B dapat dicegah dengan pengobatan. Tetapi perlu diingat bahwa pengobatan ini hanya efektif jika dilakukan dalam 48 jam setelah terjadi pajanan. Meski demikian, proses ini juga terkadang bisa efektif sampai satu minggu.

Penyebab Hepatitis B

Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitisB yang ditularkan melalui cairan tubuh seperti darah, cairan semen, dan cairan vagina. Faktor risiko menderita hepatitis B tinggi pada orang hitam non-Hispanik, laki-laki, pengguna kokain, orang dengan pasangan seksual multipel, dan orang dengan pendidikan rendah.

Hepatitis B dapat menular melalui:

  • Darah: penerima donor darah, pengguna jarum suntik tidak steril, pasien cuci darah, pekerja kesehatan, serta pekerja yang terpapar dengan darah.
  • Hubungan seksual.
  • Lapisan lendir atau jaringan: tertusuk jarum, penggunaan ulang alat medis yang terkontaminasi, tato, akupunktur, tindik, penggunaan bersama pisau cukur, sikat gigi dan silet.
  • Dari ibu hamil penderita hepatitis B dapat juga menularkan ke janinnya saat melahirkan. Metode ini merupakan metode penularan paling sering di negara berkembang.

Hepatitis B tidak menular melalui sentuhan tangan, pemakaian peralatan makan/minum penderita, ciuman, pelukan, batuk, bersin, atau menyusui. Virus hepatitis B yang masuk ke dalam tubuh terbawa aliran darah sampai ke hati, di mana virus ini berkembang biak di dalam sel hati. Sel pertahanan tubuh manusia berusaha mengilangkan virus ini dengan menyerang sel hati, sehingga terjadi peradangan dan kerusakan hati.

Hepatitis B Kenali Gejalanya

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*