Hepatitis D

Hepatitis D

 

Hepatitis D adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan peradangan pada hati dan hanya mengenai orang-orang yang pernah terinfeksi oleh virus hepatitis B. Hal ini biasanya memperburuk kondisi penderita yang sudah terlebih dahulu terinfeksi oleh virus hepatitis B. Ketika seseorang terinfeksi oleh virus hepatitis B dan D, virus mampu memasuki sel hati dan menggunakan sel-sel tersebut untuk memperbanyak virus hepatitis D.

Hepatitis D

Hepatitis D

Karena semakin banyaknya virus hepatitis D yang terbentuk di dalam sel hati, sel-sel hati tersebut dapat mengalami kerusakan dan bahkan mati. Hepatitis D biasanya menyebar melalui transfusi darah yang terkontaminasi, sewaktu persalinan dari ibu ke bayi atau melalui kontak seksual.

Ada dua tipe hepatitis D tergantung dari durasi infeksi. Infeksi mula-mula dikenal sebagai hepatitis D Akut, sedangkan infeksi yang berlangsung lebih dari enam bulan dikenal dengan hepatitis D Kronis. Hepatitis D Kronis dapat menyebabkan kerusakan hati, kanker hati, dan bahkan kematian.

Gejala Hepatitis D

Hepatiti D biasanya muncul secara tiba-tiba gejala seperti flu, demam, penyakit kuning, urin berwarna hitam dan feses berwarna hitam kemerahan. Pembengkakan pada hati.

Pola penularan hepatitis D mirip dengan hepatitis B. Diperkirakan sekitar 15 juta orang di dunia yang terkena hepatitis B (HBsAg +) juga terinfeksi hepatitis D. Infeksi hepatitis D dapat terjadi bersamaan (koinfeksi) atau setelah seseorang terkena hepatitis B kronis (superinfeksi).

Hepatitis D harus dipertimbangkan pada individu dengan HBsAg positif atau yang memiliki riwayat pernah terinfeksi HBV (Hepatitis B). Antibodi anti-HDV dideteksi dengan radioimmunoassay (RIA) atau enzyme immunoassay (EIA).

Penularan Hepatitis D

Sebagian besar cara penularan VHD sama dengan VHB. Penularan VHD bisa melalui bermacam-macam media atau cara. Berikut adalah cara penularan VHD :

  • Penggunaan barang yang sama dengan penderita Hepatitis D, seperti : penggunaan bersama jarum suntik, pisau cukur, jarum tato, jarum tusuk kuping, sikat gigi, bahkan jarum bor gigi.
  • Akibat berhubungan seksual dengan penderita
  • Akibat transfusi darah dengan penderita
  • Adanya kelainan darah seperti hemofilia (kadar protein faktor VIII atau zat pembeku dalam darah sangat rendah) thalasemia, leukemia atau melakukan dialisis ginjal ke dalam kelompok rawan atau berisiko tinggi terkena penyakit hepatitis D.

Pengobatan Dan Pencegahan Hepatitis D

Pengobatan dan pencegahan Hepatitis D dapat bervariasi, tergantung pada pasien dan tingkat keparahan kondisi medis. Pilihan Pengobatan dan pencegahan Hepatitis D antara lain :

  • Antivirus
  • Istirahat Tidur
  • Transplantasi Hari

Tidak ada vaksin hepatitis D, namun dengan mendapatkan vaksinasi hepatitis B maka otomatis Anda akan terlindungi dari virus ini karena HDV tidak mungkin hidup tanpa HBV.

S-Lutena Solusi Pengobatan Hepatitis D, Suplemen Anti Kanker No. 1 Dari JEPANG Mengobati Berbagai Penyakit Kronis

Super Lutein Naturally Plus (S-Lutena nama yang digunakan di Indonesia) merupakan herbal yang berasal dari bahan-bahan alami dan bebas dari efek samping. S-Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif menyelesaikan masalah tanpa masalah. Salah satu keunggulan dari S Lutena adalah bebas dari efek samping karena kandungan komponennya berasal dari bahan-bahan alami.

Obat Sakit LiverSecara umum, S Lutena memiliki manfaat sebagai anti aging (anti penuaan) bagi tubuh. Yakni; Anti Aging Mata, Anti Aging Otak, Anti Aging Kulit, Anti Aging Imunitas, Anti Aging Metabolisme, dan Anti Aging Organ Keseluruhan. Konsumsi 3 kapsul Super Lutein setara dengan 5 porsi sayuran dan 4 porsi buah-buahan dengan 6 macam warna.

Mengapa harus Super Lutein (S. Lutena)? Peranan Super Lutein (S.Lutena) sebagai herbal untuk Membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam Super Lutein (S.Lutena) yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

S-Lutena Mengandung 6 Jenis karotenoid: Bahan utama S.Lutena ialah karotenoid. Karotenoid adalah pigmen organik yang terjadi secara alami di chromoplasts tanaman dan beberapa organisme fotosintetik lain. Karotenoid telah dikenal secara luas dalam beberapa tahun terakhir sebagai komponen penting dalam pencegahan penyakit dan hidup sehat. Karotenoid di S.Lutena termasuk lutein, zeaxanthin, alpha-karoten, beta – Carotene, Lycopene dan Crocetin, dan 5 komponen lainnya yaitu Blue Berry, Blackcurrant, Vitamin B kompleks, Vitamin E dan DHA.

Super Lutein Efeknya Dapat Dirasakan Dalam Hitungan Menit

  • 20 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh sistem pencernaan.
  • 40 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh mata.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, s-lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda!

Hepatitis D

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hepatitis A Pada Anak

Hepatitis A Pada Anak

 

Hepatitis adalah suatu keadaan hati yang mengalami inflamasi dan atau nekrosis. Pemicu timbulnya proses inflamasi dapat berupa infeksi, obat, toksin atau kelainan autoimun maupun metabolik. Hepatitis infeksi merupakan penyebab terbanyak hepatitis akut. Virus hepatitis adalah penyebab terbanyak hepatitis infeksi. Hepatitis A merupakan penyebab terbanyak hepatitis virus. Sebagian besar penderita hepatitis A adalah anak-anak.

Hepatitis A Pada Anak

Hepatitis A Pada Anak

Hepatitis A termasuk dalam penyakit akut yang tidak mengalami berkelanjutan pada penderitanya. Pada umumnya imunitas anak dapat melawan virus hepatitis A akan tetapi apabila pertahanan tubuh lemah dan virus yang menyerang lebih kuat maka dikhawatirkan akan menyebabkan hepatitis yang fulminant (penyakit hepatitis yang sangat berat) dengan gejala warna kulit anak menjadi kuning, mengalami kesadaran anak menurun dan menyebabkan kejang.

Secara global didapatkan sekitar 1,4 juta kasus baru infeksi hepatitisA pertahunnya. Menurut CDC, Hepatitis A justru lebih sering mengenai anak-anak, terutama yang tinggal di area dengan sanitasi rendah. Anak yang berusia lebih kecil seringkali tidak menunjukkan gejala apa-apa. Walaupun begitu, mereka tetap dapat menularkan infeksi virus ini pada orang lain di sekitarnya. Sementara itu, anak yang lebih besar dapat merasa sangat lemah. Gejala yang mungkin dapat muncul adalah:

  • Demam
  • Kehilangan napsu makan
  • Merasa letih
  • Sakit perut
  • Muntah
  • Warna BAK yang seperti teh
  • Kulit dan mata yang terlihat kuning

Gejala yang timbul setelah adanya infeksi virus Hepatitis A sebenarnya bukanlah akibat langsung dari virus tsb melainkan akibat respons imun tubuh anak untuk mengeluarkan virus pada sel hati. Munculnya gejala penyakit ini merupakan pertanda respons imun tubuh seseorang sudah bekerja dengan baik. Pada anak di bawah 6 tahun, respons imun tubuhnya belum begitu sempurna sehingga gejala dari penyakit Hepatitis A ini seringkali tak terlihat.

Penyebab Hepatitis A pada anak

Penyebab hepatitisA adalah virus hepatitis A (VHA). Virus ini ditularkan melalui makanan dan juga minuman yang tercemar Virus Hepatitis A.Kebersihan lingkungan merupakan salah satu cara yang ampuh untuk mengurangi pencegah dan penyebaran virus hepatitisA.

Kebanyakan yang terserang virus hepatitisA adalah anak-anak apalagi bila anak yang sering makan dan minum sembarangan. Makanan dan minuman yang terinfeksi virus hepatitisA adalah sumber utama penyebaran hepatitisA. Infeksi akan berlangsung selamam 2-6 minggu setelah terpapar virus hepatitisA.

Selain makanan dan minuman yang tercemar virus hepatitisA, tidak kalah penting harus diperhatikan yaitu lingkungan sekitar yang berhubungan dengan sanitasi. Virus hepatitisA termasuk dalam genus hepatovirus dimana penyebarannya dapat melalui tinja penderita. Buruknya lingkungan yang berhubungan dengan sanitasi yang akan mendorong penyebaran virus.

Pencegahan Hepatitis A Pada Anak

Penularan virus hepatitisA dicegah dengan menjaga kebersihan perorangan seperti mencuci tangan dengan teliti; orang yang dekat dengan penderita mungkin memerlukan terapi imunoglobulin. Imunisasi hepatitis A bisa dilakukan dalam bentuk vaksin hepatitisA sendiri (Havrix) atau bentuk kombinasi dengan vaksin hepatitis B (Twinrix). Imunisasi hepatitisA dilakukan dua kali, yaitu vaksinasi dasar dan booster yang dilakukan 6-12 bulan kemudian, sementara imunisasi hepatitis B dilakukan tiga kali, yaitu dasar, satu bulan dan 6 bulan kemudian. Imunisasi hepatitisA dianjurkan bagi orang yang potensial terinfeksi seperti penghuni asrama dan mereka yang sering jajan di luar rumah.

Hepatitis pada anak dapat berakibat fatal karena akan menganggu fungsi organ. Meskipun demikian pencegahan dapat dilakukan sehingga mengurangi resiko hepatitis A pada anak. Kali ini melalui artikel waspadai hepatitisA pada anak akan diuraikan pengertian hepatitis A pada anak, gejala dan penyebab hepatitisA pada anak serta pencegahan dan pengobatan hepatitis A.

Hepatitis A Pada Anak

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyakit Liver Bengkak

Penyakit Liver Bengkak

 

Penyakit liver bengkak merupakan gejala awal yang ditimbulkan pada organ hati karena adanya gangguan fungsi hati. Penyakit liver bengkak ini terjadi akibat adanya penimbunan lemak yang terdapat di dalam sel-sel hati.

Penyakit Liver Bengkak

Penyakit Liver Bengkak

Dengan adanya pembengkakan ini, maka hati sudah tidak dapat berfungsi dengan baik dan timbullah gejala dari penyakit liver. Pada dasarnya, penyakit ini dapat diatasi dengan mengatur pola makan dan asupan makanan yang dikonsumsi.

Penyakit Liver bengkak tentu saja harus ditangani dengan baik agar tidak membahayakan kesehatan. Penyakit liver bengkak ini paling banyak disebabkan oleh adanya penyakit hepatitis, kedua penyakit ini saling berhubungan. Bahkan banyak pendapat mengungkapkan bahwa penyakit hepatitis merupakan awal timbulnya penyakit liver. Sedangkan penyakit hepatitis sendiri disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya yaitu karena virus atau racun yang diperoleh dari makanan ataupun minuman.

Berdasarkan berat ringannya, penyakit liver bengkak dapat di bagi menjadi :

  1. Steatosis (hanya perlemakan hati ), keadaan ini masih ringan
  2. Steatohepatitis (perlemakan hati disertai dengan peradangan sel hati). Steatohepatitis di bagi menjadi :
  • ASH (Alcoholic Steatohepatitis) terjadi akibat konsumsi alkohol yang berlebihan. Fatty liver jenis ini dapat terjadi dengan meminum kurang lebih 300 ml alkohol perminggu.
  • NASH (Nonalcoholic Steatohepatitis). Fatty liver jenis ini 80% disebabkan karena obesitas (kelebihan berat badan)

Penyakit liver bengkak jenis steatohepatitis bisa menyebabkan kematian sel hati dan akhirnya akan membentuk jaringan parut pada hati (fibrosis). Proses peradangan hati dapat terus berlanjut sampai 10-20 tahun, kemudian hati menjadi keras dan mengecil (sirosis). Kondisi ini akan menyebabkan kerusakan hati yang permanen bahkan dapat menyebabkan kanker hati.

Gejala Penyakit Liver Bengkak

Penyakit liver bengkak jarang menimbulkan keluhan, karena penimbunan lemak ini terjadinya secara perlahan-lahan. Namun bila kondisi penyakit liver bengkak ini berlanjut dapat menimbulkan keluhan seperti :

  • Perut terlihat lebih buncit, hal ini karena adanya pembengkakan di perut dan hal ini juga mengakibatkan adanya rasa sakit saat bernapas.
  • Kulit menjadi lebih terlihat kekuning-kuningan, hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menyebut penyakit liver ini penyakit kuning.
  • Sering buang air kecil dan air seni berwarna kuning gelap, buang air besar tidak teratur dan rasa haus yang berlebihan.
  • Berat badan menurun drastis karena nafsu makan berkurang serta kekurangan protein, selain itu badan mudah memar.
  • Mudah sakit kepala, lesu, lemah dan juga depresi atau bahkan kejang.
  • Bau mulut dan bau badan yang berlebihan.

Penyebab Penyakit Liver Bengkak

Ada beberapa penyebab penyakit liver bengkak yang harus Anda ketahui agar bisa menghindari dari penyakit ini. Seseorang yang memiliki bobot tubuh yang berlebihan / kegemukan ( obesitas ) merupakan salah satu penyebab utama penyakit liver bengkak. Berikut adalah faktor penyebab lain dari penyakit lliver bengkak :

  • Menderita kencing manis.
  • Efek samping dari konsumsi minuman beralkohol dan bersoda.
  • Efek samping dari obat-obatan kimia, seperti kortikosteroid, tetrasiklin, asam valproat, metotreksat, karbon tetraklorid, fosfor kuning.
  • kekurangan gizi atau akibat dari diet rendah protein.
  • Berlebihan mengkonsumsi vitamin A sehingga mengakibatkan tubuh mengalami keracunan vitamin A.
  • Pasca operasi pada usus kecil yang sudah lama kemudian timbul kembali reaksi yang berlebihan pada usus kecil dan mengganggu fungsi hati.
  • Fibrosis kistik (bersamaan dengan kurang gizi).
  • Kelainan bawaan pada metabolisme glikogen, galaktose, tirosin atau homosistin.
  • Kekurangan rantai-medium arildehidrogenase.
  • Kekurangan kolesterol esterase.
  • Penyakit penumpukan asam fitanik (penyakit Refsum).
  • penyakit Sindroma Reye.
  • Terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh, seperti: makanan yang menggunakan banyak santan, makanan pedas, gorengan dan makanan atau minuman yang banyak menggunakan bahan pengawet makanan.

Tugas hati adalah mengubah kolesterol dalam tubuh menjadi asam lemak. Jika terlalu banyak kolesterol didalam ubuh maka kerja hati akan lebih berat. Oleh karna itulah hindari makanan ataupun minuman yang mengandung kadar lemak atau kolesterol tinggi untuk menghindari penyakit liver bengkak ini.

Penyakit Liver Bengkak

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Sakit Liver, Mengenali Sejak Dini

Sakit Liver, Mengenali Sejak Dini

 

Sakit Liver, Organ hati atau liver merupakan bagian organ tubuh manusia yang sangat penting karena merupakan salah satu organ tubuh yang membantu organ tubuh lainnya dalam mencerna makanan dan penghasil enzim dari pecahan atau uraian sumber makanan yang dikonsumsi setiap harinya.

Sakit Liver, Mengenali Penyakit Liver

Sakit Liver, Mengenali Penyakit Liver

Hati manusia diperkirakan memiliki berat sekitar 2 kg dilengkapi banyak fungsi dan kewajiban dari kinerja hati itu sendiri. Hati bertugas untuk mengatur komponen lemak yang berasal dari berbagai jenis makanan yang kita konsumsi setiap hainya, serta mengatur gula dan protein yang terdapat dalam darah. Selain itu hati juga berkewajiban untuk menghancurkan dan membuang toksin atau racun dari darah yang kemudian dikeluarkan melaui feses.

Seluruh komponen zat makanan yang terdiri dari vitamin, mineral, gizi, nutrisi dan lainnya yang semuanya diserap oleh usus yang sebelumnya diproses terlebih dahulu oleh organ hati. Dari banyaknya sumber makanan yang dikonsumsi setiap harinya ada yang menghasilkan berupa vitamin dalam bentuk kolesterol, protein hingga zat pembekuan darah. Organ hati juga bertugas sebagai alat untuk mendetosifikasi untuk memisahkan racun-racun dengan darah yang kemudian akan disalurkan ke empedu dan dikeluarkan oleh feses.

Selain itu, hati bertugas menyimpan energi dan mengatur kadar gula, kolesterol, hormon serta enzim-enzim dalam darah. Jika sel-sel hati mengalami kerusakan, maka tubuh manusia tidak dapat dilindungi dari infeksi kuman, bakteri ataupun racun. Penyebab utama terjadinya peradangan di hati adalah infeksi virus. Ada beberapa jenis hepatitis yang telah dikenal yaitu hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis E, hepatitis F dan hepatitis G. Jenis yang utama adalah hepatitis A dan B.

Masalah pada liver terjadi karena adanya kerusakan yang terjadi pada liver. Kerusakan yang terjadi pada liver disebabkan oleh beberapa hal meliputi :

  • Timbulnya peradangan pada sel
  • Aliran empedu terhambat
  • Kolesterol atau trigliseralida yng menumpuk
  • Jaringan liver rusak oleh bahan kimia atau di susupi oleh sel-sel abnormal

Gejala Dari Penyakit Liver

Gejala-gejala dari sakit liver diantaranya:

  • Air kemih yang berubah warna menjadi cokelat seperti air teh
  • Hilangnya selera makan
  • Rasa mual yang dapat terjadi dengan frekuensi yang cukup sering
  • Perubahan yang tidak menentu terhadap kenaikan maupun penurunan berat badan secara tidak normal
  • Beberapa diantara penderita liver ada yang mengalami penyakit diare
  • Rasa mual yang semakin sering terjadi menyebabkan keinginan muntah menjadi lebih sering
  • Perubahan pada warna feses menjadi pucat
  • Perut yang tiba-tiba dan menjadi mengalami nyeri terutama perut bagian sebelah kanan
  • Tubuh merasakan letih dan cepat lelah
  • Beberapa diantaranya ada yang mengalami peningkatan pada kadar gula dalam darah
  • Terkadang mengalami nyeri otot
  • Kemudian timbul varises
  • Perubahan pada gairah seksual yang semakin menurun
  • Perasaan depresi dan atau stress

Namun, karena ada berbagai penyakit liver, gejala cenderung spesifik untuk penyakit yang sampai stadium akhir penyakit liver dan gagal liver terjadi.

Diagnosis Penyakit Liver

Untuk mendiagnosis penyakit liver, dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  1. Pemeriksaan Fisik

Penyakit liver dapat memiliki temuan fisik yang mempengaruhi hampir semua sistem tubuh termasuk jantung, paru-paru, perut, kulit, otak dan fungsi kognitif, dan bagian lain dari sistem saraf. Pemeriksaan fisik sering membutuhkan evaluasi seluruh tubuh.

  1. Tes Darah

Sangat membantu dalam menilai peradangan liver dan fungsi, Tes darah untuk fungsi liver khusus meliputi:

  • AST dan ALT (bahan kimia transaminase dirilis dengan peradangan sel liver);
  • GGT dan alkalin fosfatase (bahan kimia yang dikeluarkan oleh sel yang melapisi saluran empedu);
  • bilirubin
  • protein dan kadar albumin.

Tes darah lainnya dapat dipertimbangkan, termasuk yang berikut:

  1. Hitung darah lengkap (CBC),
  2. INR darah fungsi pembekuan mungkin terganggu karena produksi protein yang buruk dan merupakan ukuran sensitif fungsi liver;
  3. lipase untuk memeriksa peradangan pankreas;
  4. elektrolit, BUN dan kreatinin untuk menilai fungsi ginjal, dan
  5. amonia darah penilaian tingkat sangat membantu pada pasien dengan kebingungan mental.

Sekian artikel mengenai sakit liver. Semoga artikel mengenai sakit liver diatas dapat bermanfaat untuk anda.

Sakit Liver, Mengenali Sejak Dini

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hepatitis C

Hepatitis C

 

Hepatitis C adalah infeksi yang terutama menyerang organ hati. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Hepatitis C seringkali tidak memberikan gejala, namun infeksi kronis dapat menyebabkan parut (eskar) pada hati, dan setelah menahun menyebabkan sirosis. Dalam beberapa kasus, orang yang mengalami sirosis juga mengalami gagal hati, kanker hati, atau pembuluh yang sangat membengkak di esofagus dan lambung, yang dapat mengakibatkan perdarahan hingga kematian.

Hepatitis C

Hepatitis C

Menurut WHO, jumlah penderita hepatitis C di dunia mencapai 130-150 juta jiwa dan menyebabkan kematian pada sekitar 350-500 ribu penderitanya. Sementara di Asia Tenggara sendiri, jumlah penderita yang meninggal akibat komplikasi sirosis dan kanker hati akibat hepatitis C tercatat mencapai 120.000 jiwa tiap tahunnya. Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kasus hepatitis C tertinggi di Asia Tenggara.

Hepatitis C umumnya tidak menunjukkan gejala pada tahap-tahap awal. Karena itu, sekitar 75 persen penderita hepatitis C tidak menyadari bahwa dirinya sudah tertular sampai akhirnya mengalami kerusakan hati bertahun-tahun kemudian.

Meski ada gejala hepatitis C yang muncul, indikasinya mirip dengan penyakit lain sehingga sulit disadari. Beberapa di antaranya meliputi selalu merasa lelah, pegal-pegal, serta tidak bernafsu makan.

Virus hepatitis C dapat menyebabkan infeksi akut dan kronis. Hepatitis C akut adalah infeksi yang terjadi pada enam bulan pertama. Infeksi ini biasanya tanpa gejala dan jarang yang mematikan. Sekitar 25 persen penderitanya berhasil sembuh dari penyakit ini tanpa penanganan secara khusus.

Sementara 75 persen sisanya akan menyimpan virus untuk waktu yang lama. Inilah yang disebut hepatitis C kronis. Penderita hepatitis C kronis memiliki risiko terkena sirosis dalam waktu 20 tahun. Sirosis adalah terbentuknya jaringan parut pada hati sehingga fungsi-fungsinya terhambat. Komplikasi ini dapat berakibat fatal. Sekitar 20 persen penderitanya dapat mengidap gagal hati dan lima persen berisiko terkena kanker hati.

Penularan Hepatitis C

Penularan hepatitis C paling umum terjadi melalui jarum suntik, terutama di antara para pengguna obat-obatan terlarang yang berbagi jarum suntik. Di samping itu, ada beberapa kelompok orang yang juga berisiko tinggi tertular penyakit ini. Di antaranya adalah:

  • Orang yang berbagi penggunaan barang-barang pribadi yang mungkin terkontaminasi darah, seperti gunting kuku atau alat cukur.
  • Pekerja medis di rumah sakit yang sering menangani darah atau cairan tubuh penderita.
  • Orang yang berhubungan seks tanpa alat pengaman.
  • Pasien yang menjalani prosedur medis di rumah sakit dengan peralatan yang tidak steril.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya penderita HIV.
  • Orang yang menjalani transfusi darah.
  • Orang yang menjalani proses tato atau tindik di tempat yang tidak memiliki peralatan steril.
  • Bayi dalam kandungan ibu hamil yang terinfeksi.

Untuk mendeteksi apakah kita terinfeksi hepatitis C atau tidak, ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan. Pertama adalah pemeriksaan antibodi anti-HVC yang menunjukkan adanya virus hepatitis C. Jika hasil tes antibodi anti-HVC positif, diperlukan tes lanjutan, yaitu tes HCV RNA untuk memastikan adanya infeksi VHC yang masih berlangsung.

Jika terdiagnosis infeksi hepatitis C, maka akan diberikan pengobatan anti-viral dengan tingkat kesembuhan antara 75-100 persen.

S-Lutena Solusi Pengobatan Hepatitis C, Suplemen Anti Kanker No. 1 Dari JEPANG Mengobati Berbagai Penyakit Kronis

Super Lutein Naturally Plus (S-Lutena nama yang digunakan di Indonesia) merupakan herbal yang berasal dari bahan-bahan alami dan bebas dari efek samping. S-Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif menyelesaikan masalah tanpa masalah. Salah satu keunggulan dari S Lutena adalah bebas dari efek samping karena kandungan komponennya berasal dari bahan-bahan alami.

Secara umum, S Lutena memiliki manfaat sebagai anti aging (anti penuaan) bagi tubuh. Yakni; Anti Aging Mata, Anti Aging Otak, Anti Aging Kulit, Anti Aging Imunitas, Anti Aging Metabolisme, dan Anti Aging Organ Keseluruhan. Konsumsi 3 kapsul Super Lutein setara dengan 5 porsi sayuran dan 4 porsi buah-buahan dengan 6 macam warna.

Mengapa harus Super Lutein (S. Lutena)? Peranan Super Lutein (S.Lutena) sebagai herbal untuk Membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam Super Lutein (S.Lutena) yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

S-Lutena Mengandung 6 Jenis karotenoid: Bahan utama S.Lutena ialah karotenoid. Karotenoid adalah pigmen organik yang terjadi secara alami di chromoplasts tanaman dan beberapa organisme fotosintetik lain. Karotenoid telah dikenal secara luas dalam beberapa tahun terakhir sebagai komponen penting dalam pencegahan penyakit dan hidup sehat. Karotenoid di S.Lutena termasuk lutein, zeaxanthin, alpha-karoten, beta – Carotene, Lycopene dan Crocetin, dan 5 komponen lainnya yaitu Blue Berry, Blackcurrant, Vitamin B kompleks, Vitamin E dan DHA.

Super Lutein Efeknya Dapat Dirasakan Dalam Hitungan Menit

  • 20 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh sistem pencernaan.
  • 40 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh mata.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, s-lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda!

Hepatitis C

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hepatitis B

Hepatitis B

Hepatitis B adalah penyakit infeksi, terutama mengenai hati. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis B. Hepatitis B merupakan salah satu dari 5 jenis hepatitis, yaitu hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D dan hepatitis E. Hepatitis B dapat berupa infeksi akut (cepat timbul lalu pulih) dan juga kronik (berlangsung lama). Sebanyak 1%-5% dewasa, 90% bayi baru lahir, dan 50% bayi yang terinfeksi hepatitisB akut akan berkembang menjadi hepatitis kronik.

Hepatitis B

Hepatitis B

Infeksi karena HepatitisB dapat dicegah melalui vaksinasi, dimana injeksi diberikan untuk membuat tubuh kebal terhadapnya. Direkomendasikan pada semua masyarakat untuk mendapat 3 vaksinasi (0, 1 bulan, dan 6 bulan) terutama ketika masih bayi untuk memberikan proteksi yang baik terhadap virus ini. Bagaimanapun, vaksinasi hanya memberikan proteksi maksimal sekitar 90 persen, dan tidak menyingkirkan sama sekali resiko infeksi.

Hepatitis B Akut Dan Kronis

Infeksi hepatitis B dapat terjadi dalam waktu singkat (akut) atau jangka panjang (kronis). Virus hepatitisB umumnya tinggal dalam tubuh selama kira-kira 30-90 hari. Inilah yang dikenal sebagai hepatitisB akut. Infeksi akut ini umumnya dialami orang dewasa. Jika mengalami hepatitisB akut, sistem kekebalan tubuh Anda biasanya dapat melenyapkan virus dari tubuh dan Anda akan sembuh dalam beberapa bulan.

Sedangkan hepatitisB kronis terjadi saat virus tinggal dalam tubuh selama lebih dari enam bulan. Jenis hepatitis ini lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Anak-anak yang terinfeksi virus pada saat lahir berisiko empat sampai lima kali lebih besar untuk menderita hepatitisB kronis dibanding anak-anak yang terinfeksi pada masa balita. Sementara untuk orang dewasa, 20% dari mereka yang terpapar virus ini akan berujung pada diagnosis hepatitis B kronis.

Penderita hepatitisB kronis bisa menularkan virus meski tanpa menunjukkan gejala apa pun. Sirosis adalah tahap terakhir dari hepatitisB kronis. Sirosis adalah kondisi organ hati yang telah mengalami kerusakan berkelanjutan dan akhirnya membentuk jaringan luka atau parut. Jaringan ini berbeda dari jaringan hati yang sehat. Dalam kondisi siroris, sel-sel hati telah berubah dan jaringannya telah mengeras sehingga fungsi hati pun menurun secara drastis. Satu dari lima penderita hepatitisB mengalami sirosis. Komplikasi ini membutuhkan sekitar 8-20 tahun untuk berkembang. Diperkirakan sekitar 10 persen penderita sirosis akhirnya mengalami kanker hati.

Penyebab Hepatitis B

Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitisB yang ditularkan melalui cairan tubuh seperti darah, cairan semen, dan cairan vagina. Faktor risiko menderita hepatitis B tinggi pada orang hitam non-Hispanik, laki-laki, pengguna kokain, orang dengan pasangan seksual multipel, dan orang dengan pendidikan rendah.

Hepatitis B dapat menular melalui:

  • Darah: penerima donor darah, pengguna jarum suntik tidak steril, pasien cuci darah, pekerja kesehatan, serta pekerja yang terpapar dengan darah.
  • Hubungan seksual.
  • Lapisan lendir atau jaringan: tertusuk jarum, penggunaan ulang alat medis yang terkontaminasi, tato, akupunktur, tindik, penggunaan bersama pisau cukur, sikat gigi dan silet.
  • Dari ibu hamil penderita hepatitis B dapat juga menularkan ke janinnya saat melahirkan. Metode ini merupakan metode penularan paling sering di negara berkembang.

Hepatitis B tidak menular melalui sentuhan tangan, pemakaian peralatan makan/minum penderita, ciuman, pelukan, batuk, bersin, atau menyusui. Virus hepatitis B yang masuk ke dalam tubuh terbawa aliran darah sampai ke hati, di mana virus ini berkembang biak di dalam sel hati. Sel pertahanan tubuh manusia berusaha mengilangkan virus ini dengan menyerang sel hati, sehingga terjadi peradangan dan kerusakan hati.

Gejala Hepatitis B

Sebagian besar orang yang terinfeksi hepatitisB tidak mempunyai gejala khusus dan sebagian besar dari mereka tidak mengetahui apabila mereka sudah terinfeksi virus-hepatitisB. Namun, meskipun tidak ada gejala-gejalanya, virus itu dapat mengakibatkan kerusakan pada hati.

Gejala-gejalanya dapat datang dan pergi, mungkin sama dengan penyakit lainnya. Kemungkinan gejala – gejala dari hepatitisB, antara lain :

  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual dan muntah.
  • Penurunan berat badan.
  • Gejala yang menyerupai flu seperti lelah, nyeri pada tubuh, sakit kepala, dan demam tinggi (sekitar 38ºC atau lebih).
  • Nyeri perut.
  • Lemas dan lelah.
  • Sakit kuning (kulit dan bagian putih mata yang menguning).

Penyebab munculnya sakit kuning adalah bilirubin (senyawa hasil limbah sel darah merah) yang tidak dapat dilenyapkan oleh hati yang mengalami kerusakan. Senyawa ini juga dapat mengubah warna urine menjadi kuning pekat dan warna tinja menjadi pucat.

Jika ada gejala-gejala tidak biasa yang berlangsung selama berhari-hari atau Anda merasa telah terpapar virus hepatitisB, periksakanlah diri Anda ke dokter.

Infeksi hepatitis B dapat dicegah dengan pengobatan. Tetapi perlu diingat bahwa pengobatan ini hanya efektif jika dilakukan dalam 48 jam setelah terjadi pajanan. Meski demikian, proses ini juga terkadang bisa efektif sampai satu minggu.

Hepatitis B

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hepatitis A

Hepatitis A

Hepatitis A adalah suatu penyakit akut yang disebabkan oleh virus hepatitis A yang disebarkan oleh kotoran/tinja penderita, biasanya melalui makanan (fecal – oral). Biasanya, virus hepatitis A yang terdapat dalam tinja si penderita, dapat berpindah jika si penderita makan dengan tangan kotor setelah membuang buang air besar.

Hepatitis A

Hepatitis A

Terkadang, penularannya juga bisa melalui hubungan seksual dengan si penderita. Memang kasusnya jarang, namun tetap saja sebaiknya Anda tidak melakukan hubungan dengan seseorang yang tidak terikat hubungan pernikahan sah. Gejalanya sendiri biasa muncul ketika si pasien sudah terjangkit virus tersebut selama beberapa minggu.

Hepatitis A dapat dibagi menjadi 3 stadium:

  • Pendahuluan (prodromal) dengan gejala letih, lesu, demam, kehilangan selera makan dan mual;
  • Stadium dengan gejala kuning (stadium ikterik); dan
  • Stadium kesembuhan (konvalesensi). Gejala kuning tidak selalu ditemukan. Untuk memastikan diagnosis dilakukan pemeriksaan enzim hati, SGPT, SGOT. Karena pada hepatitis A juga bisa terjadi radang saluran empedu, maka pemeriksaan gama-GT dan alkali fosfatase dapat dilakukan di samping kadar bilirubin.

Jumlah pengidap penyakit ini di dunia diperkirakan mencapai 1,4 juta jiwa pada tiap tahunnya. Sementara di Asia Tenggara sendiri, kasus hepatitis A akut menyerang sekitar 400.000 orang per tahun dengan angka kematian hingga 800 jiwa. Sebagian besar penderita hepatitis A adalah anak-anak.

Gejala Hepatitis A

Gejala awal yang dapat muncul meliputi pusing, mual-mual, muntah, sakit tenggorokan, diare, kehilangan nafsu makan, kelelahan dan nyeri pada otot serta sendi. Ketika organ hati Anda mulai terserang, ada beberapa gejala yang akan muncul, yaitu urin berwarna gelap, tinja berwarna kuning pucat, sakit kuning serta pembengkakan hati yang terasa sakit jika perut kanan atas ditekan.

Tidak semua pengidap hepatitis  akan menunjukkan gejala. Karena itu, penyakit ini kadang sulit disadari. Masa sejak masuknya virus sampai muncul gejala hepatitis A membutuhkan sekitar 14-40 hari. Tetapi masa inkubasi yang dialami sebagian besar pengidap penyakit ini sekitar tiga minggu.

Pengidap hepatitis A anak-anak di bawah usia enam tahun cenderung tidak menunjukkan gejala. Hanya satu dari 10 yang mengalami sakit kuning. Sedangkan pada remaja dan orang dewasa, penyakit ini biasanya menyebabkan gejala yang lebih parah dan sekitar tujuh di antara 10 akan mengalami sakit kuning.

Penyebab Hepatitis A

Penyebab penyakit ini adalah virus hepatitis A yang dapat menyebar dengan sangat mudah. Sebagian besar kasus hepatitis A di Indonesia disebabkan oleh konsumsi makanan yang telah terkontaminasi oleh tinja penderita hepatitis A akibat kebersihan yang kurang terjaga. Maka penting bagi kita, terutama anak-anak, untuk selalu teratur mencuci tangan dan tidak jajan di tempat yang kebersihannya diragukan.

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan penyebaran virus ini meliputi:

  • Sanitasi yang buruk.
  • Kurangnya ketersediaan air bersih.
  • Mengonsumsi makanan mentah.
  • Kontak langsung dengan pengidap, misalnya karena hidup serumah.
  • Memakai dan berbagi jarum suntik.
  • Berhubungan seks dengan pengidap, terutama seks anal.
  • Pria yang berhubungan seks dengan sesama jenis.
  • Bekerja di area yang berhubungan dengan kotoran, misalnya selokan.

Cara Mencegah Hepatitis A

Cara pencegahan terbaik supaya seseorang tidak sampai terserang penyakit ini ialah dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat. Perilaku seperti mencuci tangan sebelum makan, atau mencuci bersih buah yang siap disantap ialah salah satu contoh menjalankan rutinitas hidup sehat guna mencegah penyakit ini. Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penyakit hepatitis jenis ini :

  • Selalu mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, contohnya sebelum makan, sebelum mengolah makanan dan setelah ke toilet.
  • Jangan berbagi barang-barang pribadi seperti sikat gigi atau handuk.
  • Jangan saling meminjamkan peralatan makan.
  • Selalu memasak makanan sampai matang dan merebus air sampai mendidih.
  • Hindari jajan di pedagang kaki lima yang kebersihannya kurang terjaga.
  • Hindari konsumsi makanan mentah yang berasal dari perairan yang terkontaminasi, misalnya tiram.

Pencegahan infeksi hepatitis A juga dapat dicegah melalui vaksinasi yang dilakukan sebanyak dua kali dengan selang waktu 6-12 bulan. Vaksin ini dianjurkan bagi mereka yang berisiko tinggi terkena hepatitis A.

Hepatitis A

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hepatitis, Info Penyakit Liver

Hepatitis, Info Penyakit Liver

Hepatitis merupakan penyakit yang menyerang organ hati manusia. Liver mengalami peradangan sehingga membuat fungsi hati, yang sebagai tempat penyaring racun-racun dalam darah, menjadi terganggu. Dengan terganggunya fungsi hati tersebut, maka terganggu pula fungsi organ yang lain, sehingga membuat kesehatan seseorang akan hancur secara keseluruhan. Akibat lainnya adalah hati menolak darah yang mengalir sehingga tekanan darah menjadi tinggi dan pecahnya pembuluh darah.

Hepatitis, Info Penyakit Liver

Hepatitis, Info Penyakit Liver

Ada 5 macam virus hepatitis yang dinamai sesuai abjad. Kelima virus itu adalah virus hepatitis A (VHA), virus hepatitis B (VHB), virus hepatitis C (VHC), virus hepatitis D (VHD) dan virus hepatitis E (VHE). Virus-virus ini terus berkembang dan bahkan diperkirakan sedikitnya masih ada 3 virus lagi yang dapat menyebabkan hepatitis.

Hepatitis biasanya disebutkan menggunakan salah satu dari dua istilah, “akut” atau “kronis”. Penyakit akut mempengaruhi seseorang untuk waktu yang singkat dan bisa sembuh dalam beberapa minggu tanpa efek berkelanjutan. Penyakit kronis berlangsung lama, kadang-kadang seumur hidup seseorang.

Jenis Virus Hepatitis

  1. Virus Hepatitis A

Virus hepatitis A terutama menyebar melalui vecal oral. Penyebaran ini terjadi akibat buruknya tingkat kebersihan. Di negara-negara berkembang sering terjadi wabah yang penyebarannya terjadi melalui air dan makanan.

  1. Virus Hepatitis B

Penularannya tidak semudah VHA. Virus hepatitis B ditularkan melalui darah atau produk darah. Penularan biasanya terjadi di antara para pemakai obat yang menggunakan jarum suntik bersama-sama, atau di antara mitra seksual (baik heteroseksual maupun pria homoseksual).

Ibu hamil yang terinfeksi oleh hepatitis B bisa menularkan virus kepada bayi selama proses persalinan. Hepatitis B bisa ditularkan oleh orang sehat yang membawa virus hepatitis B. Di daerah Timur Jauh dan Afrika, beberapa kasus hepatitis B berkembang menjadi hepatitis menahun, sirosis dan kanker hati.

  1. Virus Hepatitis C

Menyebabkan minimal 80% kasus hepatitis akibat transfusi darah. VHC ini paling sering ditularkan melalui pemakai obat yang menggunakan jarum bersama-sama. Jarang terjadi penularan melalui hubungan seksual. Untuk alasan yang masih belum jelas, penderita “penyakit hati alkoholik” seringkali menderita hepatitis C.

  1. Virus Hepatitis D

Hanya terjadi sebagai rekan-infeksi dari virus hepatitis B dan VHD ini menyebabkan infeksi hepatitis B menjadi lebih berat. Yang memiliki risiko tinggi terhadap virus ini adalah pecandu obat.

  1. Virus Hepatitis E

VHE kadang menyebabkan wabah yang menyerupai hepatitis A, yang hanya terjadi di negara-negara terbelakang.

Gejala Hepatitis

Gejala-gejala umum dari hepatitis ini adalah rasa nyeri atau sakit pada perut bagian kanan, badan lemas, mual, demam dan diare. Pada beberapa kasus juga ditemukan gejala seperti akan flu dan sakit kuning yang ditandai kulit dan mata yang terlihat kuning. Namun, gejala penyakit hepatitis tidak selalu tampak, khususnya pada kebanyakan kasus yang menimpa anak-anak.

Virus dapat berpindah dari seorang penderita ke orang yang sehat. Jika kekebalan tubuh seseorang sedang lemah, virus akan menjangkiti tubuh orang yang sehat. Walau sebenarnya, virus dapat dibersihkan oleh antibodi manusia itu sendiri jika sistem kekebalan tubuhnya baik.

Penyebab Hepatitis

Penyebab kerusakan fungsi hati atau liver ini bisa karena seseorang mengkonsumsi alkohol secara berlebihan atau karena termakan racun yang membebani kerja liver dan mengakibatkan fungsi hati menjadi rusak. Tetapi, pada kebanyakan kasus, hepatitis disebabkan oleh virus yang ditularkan penderita hepatitis.

S-Lutena Solusi Pengobatan Hepatitis, Suplemen Anti Kanker No. 1 Dari JEPANG Mengobati Berbagai Penyakit Kronis

Super Lutein Naturally Plus (S-Lutena nama yang digunakan di Indonesia) merupakan herbal yang berasal dari bahan-bahan alami dan bebas dari efek samping. S-Lutena dikenal sebagai obat anti kanker nomor satu, dan bertahun-tahun telah dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai obat anti kanker yang terbukti secara efektif menyelesaikan masalah tanpa masalah. Salah satu keunggulan dari S Lutena adalah bebas dari efek samping karena kandungan komponennya berasal dari bahan-bahan alami.

Obat Sakit LiverSecara umum, S Lutena memiliki manfaat sebagai anti aging (anti penuaan) bagi tubuh. Yakni; Anti Aging Mata, Anti Aging Otak, Anti Aging Kulit, Anti Aging Imunitas, Anti Aging Metabolisme, dan Anti Aging Organ Keseluruhan. Konsumsi 3 kapsul Super Lutein setara dengan 5 porsi sayuran dan 4 porsi buah-buahan dengan 6 macam warna.

Mengapa harus Super Lutein (S. Lutena)? Peranan Super Lutein (S.Lutena) sebagai herbal untuk Membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam Super Lutein (S.Lutena) yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

S-Lutena Mengandung 6 Jenis karotenoid: Bahan utama S.Lutena ialah karotenoid. Karotenoid adalah pigmen organik yang terjadi secara alami di chromoplasts tanaman dan beberapa organisme fotosintetik lain. Karotenoid telah dikenal secara luas dalam beberapa tahun terakhir sebagai komponen penting dalam pencegahan penyakit dan hidup sehat. Karotenoid di S.Lutena termasuk lutein, zeaxanthin, alpha-karoten, beta – Carotene, Lycopene dan Crocetin, dan 5 komponen lainnya yaitu Blue Berry, Blackcurrant, Vitamin B kompleks, Vitamin E dan DHA.

Super Lutein Efeknya Dapat Dirasakan Dalam Hitungan Menit

  • 20 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh sistem pencernaan.
  • 40 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh mata.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, s-lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda!

Hepatitis, Info Penyakit Liver

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Sakit Liver Dan Jenisnya

Sakit Liver Dan Jenisnya

Sakit liver adalah peradangan hati yang menahun atau kronis yang ditandai dengan proses peradangan atau biasa disebut hepatitis, kematian jaringan hati (nekrosis), penambahan jaringan ikat dengan terbentuknya gumpalan – gumpalan atau adanya pembengkakan kecil jaringan (nodus) yang mengganggu susunan dan fungsi hati.

Sakit Liver Dan Jenisnya

Sakit Dan Jenisnya

Ketika liver terkena penyakit atau gangguan fungsi. Jenis makanan yang menjadi pantangan liver dan harus dihindari bagi yang menderita sakit liver. Bagi para penderita liver, ada baiknya untuk mengetahui apa saja yang termasuk dalam pantangan makanan untuk penderita liver, hal ini bertujuan agar liver yang diderita tidak bertambah parah, dan juga untuk membantu mempercepat proses penyembuhan.

Penyakit liver ini dapat dibedakan menjadi dua bagian tergantung berapa lama penderita mengidap penyakit ini. Jika seorang pederita menderita hepatitis kurang dari 6 bulan maka disebut hepatitis akut dan jika penyakit tersebut selama 6 bulan lebih maka disebut hepatitis kronis.

Jenis-jenis penyakit yang menyerang liver, antara lain :

  1. Sirosis Hati

Sirosis hati adalah keadaan penyakit yang sudah lanjut dimana fungsi liver telah hilang secara bertahap karena jaringan hati yang normal digantikan oleh jaringan parut (fibrosis) dan mempengaruhi struktur normal dan regenerasi sel-sel hati sehingga sel-sel hati menjadi rusak ataupun mati. Sirosis hati dapat terjadi karena virus hepatitis B dan C yang berkelanjutan atau karena penyakit lain yang menyebabkan saluran empedu tersumbat

  1. Perlemakan Hati atau Fatty Liver

Perlemakan hati biasanya terjadi pada orang yang mengalami obesitas dimana lemak tertimbun secara berlebihan pada sel-sel hati dan menggantikan jaringan normal hati dengan lemak yang tidak sehat. Kondisi ini akan membuat hati menjadi sedikit membesar dan lebih berat serta berpotensi merusak jaringan hati dan sirosis hati.

  1. Hepatitis

Hepatitis atau yang biasa dikenal dengan penyakit radang hati, infeksi virus merupakan penyebab utama terjadinya peradangan pada sel-sel hati, terutama virus hepatitis A,B,C,D dan E.

  1. Kanker Hati

Kanker hati biasa juga dikenal dengan istilah hepatoma atau carcinoma heptocelluler terjadi apabila kanker primer berkembang pada jaringan hati yang berasal dari sel parenkim atau epitel saluran empedu atau metastase dari tumor jaringan lainnya. Hepatoma atau carcinoma heptocelluler merupakan komplikasi akhir yang serius dari hepatitis kronis, terutama sirosis yang terjadi karena virus hepatitis B, C dan hemochromatosis.

  1. Kolestasis dan Jaundice

Kolestasis dan jaundice yang merupakan keadaan akibat kegagalan memproduksi dan berkurangnya atau terhentinya aliran empedu di sepanjang jalur antara sel-sel hati dan usus 12 jari yang dapat menyebabkan gagalnya penyerapan lemak dan vitamin A, D, E, K oleh usus, jika aliran empedu terhenti sementara hati terus memproduksi bilirubin masuk ke dalam aliran darah dan kemudian mengendap di kulit dan dibuang ke air kemih akan menimbulkan jaundice (sakit kuning).

  1. Hemochromatosis

Hemochromatosis merupakan kelainan metabolisme besi yang ditandai dengan adanya pengendapan besi secara berlebihan di dalam jaringan penyakit ini bersifat genetik atau keturunan.

Itulah beberapa jenis penyakit hati atau liver. Penyebab liver pada umunya adalah virus, bahan-bahan beracun,bakteri dan alkohol. Masuknya penyebab liver tersebut biasanya melalui berbagai zat makanan dan minuman yang anda konsumsi yang tidak diproses dengan baik, kondisi dalam keadaan tidak bersih dan memang pada dasarnya mengandung racun. Selain itu pola hidup yang tidak sehat seperti meminum minuman yang mengandung alkohol juga bisa menjadi penyebab Sakit liver.

Sakit Liver Dan Jenisnya

Posted in Pengertian Penyakit Liver | Leave a comment

Penyakit Liver Pada Anak

Penyakit Liver Pada Anak

Penyakit liver adalah salah satu kondisi yang berbahaya dan berpotensi mematikan. Penyakit yang menyerang hati ini jika dibiarkan tidak akan bisa disembuhkan kecuali dengan cara transplatasi hati. Banyak hal yang harus dilakukan untuk menghindari penyakit ini, namun upaya pencegahan tentunya jauh lebih baik daripada harus mengobati sakit hati yang berkepanjangan dan menyiksa.

Penyakit Liver Pada Anak

Penyakit Liver Pada Anak

Penyakit ini ditandai dengan rusaknya fungsi hati. Kerusakan pada hati ini bermacam-macam;; salah satunya adalah penyakit liver sirosis. Sirosis hati merupakan kerusakan hati yang telah kronis. Kerusakan-kerusakan ini menyebabkan timbulnya jaringan parut yang mengakibatkan kontur hati tidak normal lagi. Kondisi ini mengganggu aliran darah, dan akhirnya mengganggu fungsi hati.

Penyakit liver lainnya disebabkan oleh banyak hal. Salah satunya adalah pola hidup yang tidak sehat: tidak pernah berolahraga atau berolahraga terlalu keras tanpa diimbangi istirahat yang cukup, kurang mengkonsumsi buah dan sayur serta air putih, terlalu banyak mengonsumsi alkohol serta makan-makanan cepat saji dan tidak higienis. Semua ini menyebabkan penumpukan bakteri di dalam hati dan akhirnya menimbulakan kerusakan.

Namun, ada juga penyebab yang dibawa sejak lahir dan merupakan sebuah kelainan. Biasanya penyakit ini langsung terdeteksi pada saat baru lahir. Penyakit liver pada anak juga memiliki tingkatan kondisi tertentu, di mana setiap kondisinya juga memerlukan penanganan tersendiri. Di antaranya adalah atresia bilier, penyakit kuning, liver hepatitis, cacat hati bawaan dan lain-lain. Lalu, bagaimana anda mengidentifikasi jika anak Anda terkena penyakit ini? Hal pertama yang dapat anda lakukan adalah melihat adanya kelainan, seperti:

  • Pada bagian tubuh tertentu anak warna kulit menjadi kuning seperti telapak kaki , mata dan telapak tangan . Jika tidak segera mendapat penanganan yang tepat , warna kuning ini akan lama hilangnya .
  • Air kencing warnaya cenderung menyerupai teh yang kecoklatan
  • Nafsu makan terus mengalami penurunan sehingga metabolisme tubuh terhambat .
  • Berat badan turun drastis
  • Sangat Sering mual-mual sampai tidak jarang pula muntah-muntah
  • Perut bagian kanan atas terasa sakit.
  • Pembuluh darah menjadi makin besar.
  • Kadar gula yang dihasilkan oleh tubuh semakin turun
  • Mengalami demam dan stres ringan
  • Terjadinya diare untuk jangka waktu tertentu tanpa sebab yang pasti dan biasanya warna feses pada penderita liver pun cenderung berwarna pucat.

Mencegah Penyakit Liver pada Anak

Berikut adalah beberapa upaya pencegahan terhadap penyakit liver pada anak yang perlu Anda lakukan:

  • Menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Contoh sederhananya adalah mencuci tangan setelah dan sebelum makan sehingga dapat terhindar dari bakteri-bakteri dari alat-alat makan yang digunakan. Oleh sebab itu, anda sebagai orang tua harus mengajari buah hati anda untuk membiasakan hal ini.
  • Rajin mengkonsumsi air mineral 8-10 gelas sehari juga dapat membantu menghambat potensi perkembangbiakan virus di dalam tubuh.
  • Mengecek kondisi tubuh secara rutin untuk mengetahui adanya penyakit ini sedini mungkin. Dengan cara ini, upaya identifikasi penyakit liver dan pengobatannya dapat dilakukan sedini mungkin. Pasien masih berpotensi sembuh total jika penyebaran bakteri masih belum terlalu luas.
  • Mengatur pola hidup menjadi lebih sehat dan meninggalkan kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol.

Bagi penderita liver, terapi diet sangat penting untuk dilakukan. Kandungan gizi pada terapi diet penderita hepatitis berbeda-beda tergantung pada kondisi penderita. Total kalori yang diberikan juga berbeda, tergantung besar badan dan aktivitas penderita penyakit liver.

S-Lutena Suplemen Kesehatan Mengatasi Penyakit Liver Dan Berbagai Penyakit Kronis Lainnya

S.Lutena (Nama Super lutein yang digunakan di Indonesia) adalah herbal yang sangat baik untuk kesehatan organ tubuh manusia secara keseluruhan. S.Lutena bisa digunakan sebagai suplemen harian untuk kebutuhan akan nutrisi tubuh atau digunakan sebagai herbal untuk pengobatan penyakit.

Obat Liver S LutenaS-Lutena berisi 6 jenis yang paling penting dari karotenoid, lima jenis nutrisi yang paling penting berdasarkan kebutuhan manusia dan mengkombinasikan fungsi vegetatif dengan proporsi yang terbaik. Super Lutein juga berfungsi sebagai herbal antikanker yang telah direkomendasikan oleh 6600 dokter spesialis di dunia. S.Lutena juga berfungsi sebagai antiaging dan antioksidan yang mampu melakukan regenerasi sel tubuh yang rusak. Super lutein mampu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik sehingga berfungsi maksimal.

Mengapa harus Super Lutein (S. Lutena) ? Peranan Super Lutein (S.Lutena) sebagai herbal untuk Membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam super lutein (S.Lutena) yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

S-Lutena merupakan hasil ekstrak sayuran berwarna cerah yang terdiri dari 6 macam carotenoid yang mencakup keseluruhan zat makanan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, S-Lutena juga mengandung Vit E, B, dan DHA. Superrlutein merupakan solusi paling tepat bagi masyarakat modern yang ingin menjaga keseimbangan nutrisi tubuhnya setiap hari.

Super Lutein Efeknya Dapat Dirasakan Dalam Hitungan Menit

  • 20 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh sistem pencernaan.
  • 40 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh mata.

Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Penyakit Liver Pada Anak

Posted in Uncategorized | Leave a comment