Sirosis Hepatis Menular

Sirosis Hepatis Menular

 

Sirosis Hepatis Menular – Sirosis adalah kondisi terbentuknya jaringan parut di hati akibat kerusakan hati jangka panjang (kronis). Penyakit ini berkembang secara perlahan dan mengakibatkan jaringan yang sehat digantikan oleh jaringan parut. Jaringan parut akan menghambat aliran darah yang melewati hati sehingga kinerja hati menjadi terganggu atau bahkan terhenti.

Kerusakan pada hati yang disebabkan oleh sirosis tidak bisa diperbaiki dan bahkan bisa menyebar lebih luas dan menyebabkan hati tidak bisa berfungsi dengan baik. Kondisi inilah yang sering disebut dengan istilah gagal hati. Sebelum sirosis menyebabkan gagal hati, perkembangannya berlangsung selama bertahun-tahun. Umumnya, penanganan dilakukan hanya untuk memperlambat perkembangan penyakitnya.

Hati adalah organ padat paling besar yang berada di dalam tubuh manusia. Hati memiliki banyak fungsi penting bagi tubuh, berikut ini beberapa fungsi hati di dalam tubuh.

  • Menyimpan nutrisi berlebih dan mengembalikan sebagian nutrisi ke dalam aliran darah.
  • Memproduksi protein dalam darah untuk membantu penggumpalan, pengiriman oksigen, dan fungsi kekebalan tubuh.
  • Membantu menyimpan gula dalam bentuk glikogen.
  • Menyingkirkan unsur berbahaya dalam aliran darah, termasuk di antaranya minuman keras dan obat-obatan.
  • Menghancurkan lemak jenuh dan menghasilkan kolesterol.
  • Memproduksi cairan empedu, yaitu unsur yang dibutuhkan untuk mencerna makanan.
Sirosis Hepatis Menular

Sirosis Hepatis Menular

Pada dasarnya, hati adalah organ yang sangat tangguh karena dapat terus bekerja meski dalam keadaan rusak. Hati akan berusaha memperbaiki dirinya sendiri hingga organ ini benar-benar rusak dan tidak bisa berfungsi lagi.

Gejala Sirosis

Sirosis pada tahap awal hanya memunculkan sedikit gejala, tapi ketika fungsi hati sudah berkurang secara signifikan akan muncul gejala-gejala seperti:

  • Kehilangan selera makan.
  • Keletihan, kekurangan energi, dan mudah mengantuk.
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki dan perut atau edema.
  • Penurunan atau kenaikan berat badan secara tiba-tiba.
  • Demam dan menggigil.
  • Sesak napas.
  • Kulit dan putih mata berwarna kuning atau sakit kuning (jaundice).
  • Mual dan muntah.
  • Muntah darah.
  • Perubahan warna pada urine dan tinja (kadang disertai darah).
  • Kulit mengalami gatal-gatal.

Penyebab Sirosis Hepatis

Ada banyak kondisi yang bisa menyebabkan sirosis. Penyebab sirosis yang umum adalah karena konsumsi alkohol yang berlebihan, serta penyakit hepatitis B dan C. Terkadang, sirosis tidak memiliki penyebab yang jelas. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa kondisi yang bisa menyebabkan sirosis.

  • Hepatitis

Hepatitis adalah peradangan atau inflamasi yang terjadi pada hati. Sirosis akan muncul apabila hepatitis tidak ditangani dan hati akan rusak serta kehilangan fungsinya setelah bertahun-tahun. Penyebab yang umum adalah hepatitis B dan C.

  • Konsumsi Minuman Keras Secara Berlebihan

Alkohol adalah salah satu jenis racun yang bisa diproses dan dihancurkan hati, tapi alkohol dapat merusak dan melukai sel-sel hati jika dikonsumsi secara berlebihan. Reaksi dan kemampuan masing-masing orang dalam memproses alkohol berbeda-beda. Namun secara umum, rekomendasi yang disarankan adalah tidak lebih dari 2 unit alkohol per hari. Dua unit alkohol ini sederhananya sama dengan kurang lebih 1.5 kaleng bir atau 1.5 gelas anggur (wine). Perlu diingat bahwa masing-masing minuman keras memiliki kadar alkohol yang berbeda, sehingga jumlahnya pun harus disesuaikan agar tidak melebihi batas maksimal per hari.

Sirosis yang disebabkan oleh ketergantungan pada minuman keras biasanya mulai berkembang setelah kecanduan miras selama sepuluh tahun atau lebih. Namun, beberapa orang lebih mudah mengalami kerusakan hati. Wanita juga lebih rentan terserang kerusakan organ hati dibandingkan pria.

Tiga tahapan perkembangan sirosis pada orang yang mengonsumsi minuman keras secara berlebihan akan dijelaskan pada keterangan di bawah ini.

  • Tahap pertama. Pada tahap ini akan terjadi pembengkakan hati atau fatty liver. Pengonsumsi miras berlebihan kemungkinan besar akan mengalami kondisi ini. Kondisi ini adalah efek samping dari hati yang sedang menghancurkan alkohol. Setelah konsumsi alkohol dikurangi, kondisi bisa menghilang.
  • Tahap kedua. Pada tahap ini akan terjadi hepatitis alkoholik, kondisi ketika hati mengalami inflamasi. Jika memburuk, hepatitis alkoholik bisa menyebabkan gagal hati dan mengakibatkan kematian.
  • Tahap ketiga. Sekitar satu dari sepuluh orang yang mengonsumsi minuman keras secara berlebihan mencapai tahapan ini. Pada tahap terakhir ini, terjadi sirosis.

Disarankan untuk melakukan pembatasan konsumsi alkohol seperti yang dijelaskan di atas untuk menurunkan risiko terkena sirosis atau hepatitis alkoholik.

  • Perlemakan Hati Non-alkoholik

Perlemakan hati non-alkoholik adalah penyakit hati parah yang bisa mengakibatkan munculnya sirosis. Kondisi ini diawali dengan penimbunan lemak berlebihan di hati. Lemak yang menumpuk akan menyebabkan inflamasi dan kerusakan dan akhirnya menjadi sirosis. Orang yang mengalami kondisi ini tidak menyadari hingga munculnya sirosis dan fungsi hati sudah terkena dampaknya.

  • Penyakit Hati Autoimun

Kondisi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan atau organ tubuh yang sehat. Pada umumnya, sistem kekebalan tubuh manusia akan menyerang bakteri maupun virus ketika terjadi infeksi. Jika Anda memiliki penyakit hati autoimun, jaringan hati yang sehat akan diserang oleh sistem kekebalan tubuh. Salah satu contoh penyakit hati autoimun adalah sirosis bilier primer.

  • Sindrom Budd-Chiari

Kondisi ketika darah menggumpal dan menghalangi pembuluh darah yang seharusnya mengalirkan darah dari organ hati.

  • Penyakit Keturunan

Hemokromatosis, penyakit Wilson, dan fibrosis kistik merupakan penyakit yang muncul karena faktor genetika. Hemokromatosis adalah penimbunan zat besi pada hati dan juga bagian lain dari tubuh manusia. Sedangkan penyakit Wilson adalah penimbunan tembaga pada organ hati dan bagian tubuh lainnya.

Fibrosis kistik adalah kondisi yang memengaruhi semua kelenjar tubuh yang memproduksi lendir dan keringat. Fibrosis kistik dapat menyebabkan lendir atau mukosa menjadi kental dan lengket.

Selain kondisi-kondisi di atas, sirosis juga bisa disebabkan oleh kanker saluran empedu dan kanker pankreas. Kedua kondisi tersebut menyebabkan terhambatnya saluran empedu pada tubuh. Cairan empedu yang dihasilkan oleh hati akan menumpuk dan akhirnya menyebabkan inflamasi dan sirosis. Beberapa obat-obatan juga bisa menjadi penyebab munculnya sirosis, meski hal ini cukup jarang terjadi. Contoh obat-obatan yang bisa menyebabkan sirosis adalah amiodarone dan methotrexate.

Apakah Sirosis Hepatis Menular ?

Sirosis Hepatis Menular – Jika sirosis hati yang terjadi dikarenakan adanya infeksi Hepatitis B atau C, maka penularan yang terjadi adalah melalui cairan tubuh umumnya seperti darah, sperma, dan mungkin sejumlah kecil melalui keringat (beberapa persen). Namun, jika sirosis hati disebabkan karena penyebab non infeksi maka tidak akan menular. Sebaiknya,jika sirosis hati tersebut disebabkan oleh proses infeksi, tangani penyebabnya (apakah virus hepatitis B atau C).

Pencegahan terhadap Sirosis Hepatis Menular

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah atau mengurangi risiko terkena sirosis hepatis menular :

  • Membatasi konsumsi minuman keras. Penyebab sirosis hati yang sering terjadi adalah akibat konsumsi minuman keras secara berlebihan. Cara terbaik mencegah mengalami sirosis adalah dengan menghindari minuman keras atau setidaknya membatasi asupan alkohol ke dalam tubuh Anda. Bagi pria, maksimal mengonsumsi 2-2,5 kaleng bir berkadar alkohol 4,7 persen per hari. Sedangkan bagi wanita, maksimal mengonsumsi dua kaleng bir berkadar alkohol 4,7 persen per hari.
  • Melindungi diri dari hepatitis. Penyakit menular seperti hepatitis B dan C dapat menyebabkan sirosis. Hepatitis B dan C bisa menular melalui hubungan seks tidak aman dan berbagi jarum suntik bagi pengguna narkotika suntik. Memakai kondom dan melakukan vaksinasi bisa digunakan untuk mencegah terjangkit hepatitis B. Tapi hingga kini belum ada vaksin untuk hepatitis C, sirosis hati menular.
  • Mencegah sirosis hati menular dengan menerapkan menu makanan sehat. Makanan rendah lemak dalam sayuran dan buah-buahan akan membantu dalam menurunkan lemak berlebih dalam tubuh. Lemak berlebih inilah yang bisa menyebabkan perlemakan hati dan akhirnya menjadi penyakit organ hati.
  • Berolahraga dapat menurunkan berat badan dan menjaga berat badan tetap ideal untuk menghindari penumpukan lemak pada hati.

Secara umum, kerusakan sel-sel hati tidak dapat direhabilitasi. Penyakit liver sirosis cenderung semakin memburuk jika penyebab yang mendasari tetap ada. Oleh karena itu perlu upaya untuk memperlambat atau menghentikan penyebab sirosis hati. Sirosis Hepatitis Menular

Sirosis Hepatis Menular

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hati Kronis

Penyakit Hati Kronis

 

Penyakit hati kronis adalah istilah yang mengacu pada sejumlah kondisi medis progresif yang memengaruhi hati atau liver. Kondisi tersebut dianggap kronis apabila bertahan setidaknya enam bulan. Yang termasuk ke dalam kondisi adalah hepatitis kronis, sirosis, dan kanker hati.

Hati adalah organ perut terbesar yang memainkan peranan penting dalam proses pencernaan. Organ ini bekerja sama dengan pankreas, kantong empedu, dan usus untuk mencerna, menyerap, dan mengolah makanan. Hati juga organ yang menghasilkan faktor pembekuan darah seperti protein, kolesterol, trigliserida, dan empedu. Selain itu, hati juga membersihkan racun dari tubuh. Hati yang berfungsi dengan baik sangat penting untuk kesehatan dan vitalitas.

Penyakit hati terjadi pada saat organ tersebut mengalami kerusakan. Kerusakan ini bisa disebabkan oleh faktor lingkungan, genetik, dan gaya hidup tertentu. Seperti, penyalahgunaan alkohol berkepanjangan dan beberapa jenis infeksi tertentu. Penyebab lain ialah pertumbuhan abnormal dan respons imun yang abnormal.

Penyakit Hati Kronis

Penyakit Hati Kronis

Dengan sedikit pengecualian, kebanyakan penyakit hati hanya dapat dikendalikan namun tidak bisa disembuhkan. Hal ini karena kerusakan hati seringkali tidak dapat diperbaiki lagi. Apabila dibiarkan bertahun-tahun, kerusakan ini bisa menyebabkan jaringan parut, yang bisa mencegah organ berfungsi normal.

Gejala Utama Penyakit Hati Kronis

Kerusakan hati dapat menyebabkan sejumlah gejala. Awalnya, pasien akan mengalami mual dan merasa sangat lelah sepanjang waktu (kelelahan). Nafsu makan mereka juga buruk yang menyebabkan penurunan berat badan yang tidak direncanakan. Banyak gejala masalah hati yang sangat ringan pada tahap awal. Namun, karena penyakit hati terus memburuk, gejala yang lebih mengkhawatirkan akan mulai terlihat. Yang paling mencolok adalah menguningnya warna mata dan kulit (sakit kuning). Penderita juga akan mengalami radang perut dan mudah memar. Tanda lainnya adalah sakit perut yang parah dan pembengkakan pada tangan dan kaki bagian bawah. Gejala lainnya juga bisa meliputi gatal parah, kehilangan otot, muntah darah, dan vena terlihat seperti laba-laba di kulit.

Kasus penyakit hati kronis yang parah dapat menyebabkan sejumlah komplikasi yang mengancam jiwa. Jika tidak ditangani atau dirawat dengan segera, pasien akan mengalami gejala serius lainnya, meliputi:

  • Asites – Ini mengacu pada penumpukan cairan di perut. Hal ini bisa terjadi bila hati berhenti bekerja dengan baik. Asites adalah komplikasi yang mematikan karena menyebabkan kerusakan parah pada berbagai organ dalam.
  • Hilangnya fungsi otak – Hal ini terjadi saat hati berhenti menghilangkan racun dari darah. Hal ini mengakibatkan pusing, perubahan kepribadian atau mood, dan penurunan tingkat konsentras. Pada kasus yang berat, hal ini bisa berakibat koma.
  • Gagal ginjal – Penyakit hati kronis dapat mengganggu aliran darah normal ke ginjal. Tanpa suplai darah yang cukup, sel dan jaringan pada ginjal bisa mati.

Penyebab Sakit Liver Kronis

Berikut beberapa faktor penyebab penyakit hati kronis, antara lain :

  • Adanya kelainan hati yang merupakan bawaan sejak lahir atau pada saat kelahiran.
  • Adanya gangguan dan kelainan pada proses metabolisme
  • Infeksi virus atau bakteri (hepatitis A, hepatitis B, atau hepatitis non-A dan non-B).
  • Obat-obat tertentu yang merupakan racun bagi hati.
  • Kekurangan gizi atau nutrisi
  • Terinfeksi racun, seperti jamur aflatoxin, vinyl chloride, anabolic steroids, dan arsenic
  • Ketergantunga alkohol dan zat adiktif lainnya.
  • Kecanduan dan kebiasaan merokok juga dapat menjadi salah satu faktor penyebab

Untuk pengobatan penyakit hati kronis, Anda juga bisa melakukan pengobatan penyakit hati kronis dengan mengkonsumsi suplemen kesehatan yang baik untuk metabolisme tubuh.Salah satu suplemen kesehatan yang terbaik adalah Super Lutein S-Lutena.Suplemen ini memiliki kandungan nutrisi buah dan sayuran paling lengkap untuk membantu mengatasi berbagai macam penyakit sekaligus menjaga kesehatan. Lebih dari 1,4 juta orang di seluruh dunia telah mengkonsumsi produk dengan kandungan Lutein nomor satu di Jepang ini.

Apa Itu S Lutena ?

S LUTENA adalah suplemen gizi yang kaya akan karotenoid (beta-karotin) dengan manfaat yang sebanding dengan mengkonsumsi sayuran berwarna merah, kuning, oranye, serta sayuran berwarna hijau. S Lutena ini menyediakan suplemen yang tepat untuk mereka yang tidak dapat mengkonsumsi jumlah nutrisi yang dibutuhkan sehari-hari karena berbagai alasan kesibukan.

S Lutena diproduksi menggunakan metode pengolahan teknologi melalui proses ionisasi (Ionized Purifiying) & kristalisasi, sehingga kandungan penting dalam buah dan sayuran yang diekstrak (buah & sayuran berwarna merah, kuning, oranye dan hijau gelap) tidak mengalami kerusakan.

Anda hanya perlu 1 botol S Lutena untuk memperoleh 11 gizi yang paling penting diperlukan tubuh sehari-hari yg tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia Anda.

Kandungan dalam Suplemen S Lutena

Suplemen S Lutena Mengandung 6 Jenis karotenoid: Bahan utama S.Lutena ialah karotenoid. Karotenoid adalah pigmen organik yang terjadi secara alami di chromoplasts tanaman dan beberapa organisme fotosintetik lain. Karotenoid telah dikenal secara luas dalam beberapa tahun terakhir sebagai komponen penting dalam pencegahan penyakit dan hidup sehat. Karotenoid di S.Lutena termasuk lutein, zeaxanthin, alpha-karoten, beta – Carotene, Lycopene dan Crocetin, dan 5 komponen lainnya yaitu BlueBerry, Blackcurrant, Vitamin B kompleks, Vitamin E dan DHA.

Mengapa harus Super Lutein (S. Lutena)? Peranan Super Lutein (S.Lutena) sebagai herbal untuk Membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam super lutein (S.Lutena) yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

S-Lutena juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mataKatarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Minus / Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb. Penyakit Hati Kronis

Penyakit Hati Kronis

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Tanda Hepatitis Pada Anak

Tanda Hepatitis Pada Anak

 

Tanda Hepatitis Pada Anak – Penyakit yang terjadi pada organ hati yang disebut dengan hepatitis merupakan penyakit serius yang bisa berakibat fatal bagi orang dewasa maupun pada anak-anak bahkan pada bayi sekalipun. Kita pernah sedikit membahas mengenai penyakit hepatitis dan yang dimaksud dengan pengertian penyakit hepatitis adalah merupakan penyakit peradangan pada sel yang menyerang hati. Hepatitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengan cara disebarkan oleh kotoran atau tinja yang melalui makanan (fecal-oral)bukan melalui interaksi aktivitas atau melalui darah.

Ada 5 macam virus hepatitis yang dinamai sesuai abjad. Kelima virus itu adalah virus hepatitis A (VHA), virus hepatitis B (VHB), virus hepatitis C (VHC), virus hepatitis D (VHD) dan virus hepatitis E (VHE). Virus-virus ini terus berkembang dan bahkan diperkirakan sedikitnya masih ada 3 virus lagi yang dapat menyebabkan hepatitis.

Tanda Hepatitits Pada Anak

Tanda Hepatitits Pada Anak

Virus penyakit hepatitis dapat berpindah dari seorang penderita ke orang yang sehat. Jika kekebalan tubuh seseorang sedang lemah, virus akan menjangkiti tubuh orang yang sehat. Walau sebenarnya, virus dapat dibersihkan oleh antibodi manusia itu sendiri jika sistem kekebalan tubuhnya baik. Gejala tanda penyakit hepatitis bisa pula terlihat semenjak dari bayi setelah melahirkan dan juga pada balita.

Hepatitis pada anak atau pada usia bayi, penyakit hepatitis ini lebih banyak muncul di awal-awal usia bayi (sekitar 2 bulan). Para ahli meyakini bahwa 80% kasus bayi hepatitis dialibatkan oleh adanya infeksi virus pada proses persalinan maupun pasca melahirkan. Pencegahan yang paling umum yang kita kenal adalah dengan melakukan imunisasi hepatitis.

Apa saja tanda hepatitis pada anak ?

Berikut beberapa tanda hepatitis pada anak yaitu :

  • Ikterus (Badan berwarna lebih kekuning-kuningan) maka pada dahulu orang seringkali menyebut penyakit hepatitis ini dengan penyakit kuning. Ikterus atau ikterik ini adalah sebuah proses terlalu tingginya kadar bilirubin dalam darah bayi (zat racun yang dihasilkan oleh organ hati), yang ditandai dengan warna kuning pada kulit dan bagian putih bola mata bayi, urin berwarna gelap, dan feses berwarna pucat. Itu mengapa pada masa sekarang ini kita seringkali menemui bayi-bayi dijemur pagi hari di sinar matahari pagi akan bisa mengurangi akan kadar bilirubin ini bila kadarnya tidak berlebihan sekali.
  • Berat Badan anak cenderung menurun. Tanda hepatitis pada anak ini karena berhubungan erat dengan pola makan dan pemasukan nutrisi sang bayi. Anak yang terkena penyakit hepatitis ini cenderung akan susah makan serta kehilangan akan nafsu makan sehingga berakibat akan penurunan berat badan pula. Dan susah makan adalah ciri khas pula pada hepatitis anak.
  • Muntah. Proses infeksi akibat virus hepatitis ini baik virus hepatitis A, hepatitis B, ataupun hepatitis C akan bisa menyebabkan seorang anak atau bayi menderita demam. Maka wajib bagi orang tua bila menemui anaknya kekuningan dan demam lebih baik segera diperiksakan ke tenaga kesehatan untuk diagnosis lebih akuratnya lagi.
  • Rasa tidak nyaman pada organ pencernaan. Organ pencernaan dan organ-organ yang berdekatan dengan organ hati yang terserang penyakit ini sedikit banyak akan terkena imbasnya dan akan menimbulkan tanda serta gejalanya pula. Rasa tidak nyaman seperti halnya perut terasa penuh, kembung, atau sesak. Rasa sakit di bagian kanan atas perut biasanya baru muncul ketika infeksi sudah terjadi selama 6 bulan atau lebih. Kondisi ini pada bayi terlihat dengan tanda-tanda bayi rewel, punggung melengkung serta lutut dirapatkan ke dada karena menahan rasa sakit di perut.
  • Demam. Bila berkelanjutan rasa tidak nyaman di atas akan menyebabkan akan muntah. Muntah in akan terjadi karena adanya peradangan dan infeksi serta gangguan dalam sistem pencernaan sang anak/bayi.

Hepatitis pada anak dan bayi erat pula hubungannya dengan kesehatan ibu anak dan terutama pada seorang ibu yang mengandungnya. Untuk itu bagi ibu hamil yang positif terinfeksi virus hepatitis, hendaklah rutin melakukan pemeriksaan kehamilan. Sehingga tenaga kesehatan Dokter akan bisa mengambil langkah-langkah pencegahan dan pertolongan pertama agar sang bayi tidak tertular virus hepatitis dari sang ibu.

Pengobatan yang umum dilakukan ialah dengan memberikan obat-obatan simtomatik atau obat-obatan yang berfungsi dalam menghilangkan gejala penyakit. Tidak ada obat yang secara spesifik atau khusus untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis ini.

Kemudian, langkah berikutnya yang perlu dilakukan ialah meningkatkan daya tahan tubuh anak dengan mengharuskannya banyak istirahat dan memberikannya asupan nutrisi yang cukup dengan kualitas gizi terpenuhi.

Tentu saja bijak jika langkah ini sudah dilakukan sejak awal sebagai pencegahan terhadap serangan penyakit ini. Suntikan immunoglobin ketika bayi baru lahir juga dapat membantu memberikan anak Anda kekebalan dari penyakit ini.

Imunisasi dapat dilanjutkan ketika anak sudah berusia 2 tahun dengan diberikannya vaksinasi hepatitis, dimana itu diulangi lagi setiap enam bulan sekali. Perlu diketahui, bahwa anak-anak yang diberi vaksinasi hanya satu kali, lebih rentan terhadap hepatitis.

Pemberian vaksinasi tersebut tentu saja harus mempertimbangkan saran dokter, yang memiliki pengetahuan terkait kondisi bayi/anak Anda. Dan berikut merupapakan tips-tips umum yang dapat dilakukan supaya anak Anda terhindar dari serangan virus hepatitis.

  • Memberikannya imunisasi secara rutin berdasarkan petunjuk yang diberikan pihak medis.
  • Berhati-hatilah ketika memberinya konsumsi obat-obatan.
  • Memberikannya makanan yang sehat dan terjamin kualitas gizinya.

Demikianlah beberapa hal yang bisa dilakukan oleh para orang tua untuk menghindarkan anak-anaknya dari serangan virus hepatitis. Pada dasarnya, yang diperlukan hanya konsistensi dan ketelatenan dalam memberikan perhatian dan penjagaan kepada buah hati Anda, baik dari mulai pemberian vaksin, sampai memberikannya makanan-makanan bergizi dan berkualitas. Sekian artikel mengenai Tanda Hepatitis Pada Anak. Semoga bermanfaat ^^

Tanda Hepatitis Pada Anak

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Sirosis Hati Pada Anak

Sirosis Hati Pada Anak

 

Sirosis Hati Pada Anak – Sirosis hati merupakan penyakit yang sangat serius, karena penyakit ini merupakan penyakit hati kronis yang membentuk jaringan parut pada hati. Sirosis menyebabkan sel hati menjadi rusak sehingga fungsinya menjadi terganggu. Akibatnya sistem dalam tubuh juga ikut terganggu, seperti misalnya tubuh akan mengalami kesulitan dalam memetabolisme lemak, terhambatnya produksi sel darah merah dan terganggunya proses penetralan racun yang masuk ke dalam tubuh. Sirosis hati dapat menyebabkan rusaknya hati secara keseluruhan hingga memicu gagal hati, jadi penyakit ini sebaiknya harus mendapat perhatian khusus terutama bisa terjadi pada anak-anak.

Bahaya sirosis hati hampir sama dengan bahaya hepatitis pada anak, karena kedua penyakit tersebut memang menyerang hati dan merusak sel hati secara perlahan. Hepatitis yang terlambat ditangani dapat memicu anak mengalami sirosis hati, karena itu penting bagi orang tua untuk mengetahui ciri-ciri hepatitis pada bayi dan anak agar penyakit tersebut dapat diobati dengan segera.

Gejala Sirosis Hati Pada Anak

Tidak mudah mengamati tanda anak mengalami sirosis hati pada saat fase awal anak mengidap penyakit tersebut. Umumnya, tanda-tanda anak mengidap sirosis hati mulai muncul saat kondisi sakitnya sudah parah. Padahal, hati merupakan organ tubuh yang memiliki banyak fungsi bagi tumbuh kembang anak. Berikut ini adalah beberapa gejala sirosis hati pada anak.

Sirosis Hati Pada Anak

Sirosis Hati Pada Anak

  1. Kelelahan

Anak sering tampak lesu dan mudah kelelahan perlu mendapat perhatian khusus. Orang tua dapat mencari penyebabnya, bisa jadi anak menderita penyakit serius seperti gejala asma pada anak dan sirosis hati. Beri asupan nutrisi yang cukup dengan cara meningkatkan nafsu makan anak. Jika kondisi anak sering kelelahan berlangsung dalam periode lama, perlu diwaspadai bahaya sirosis pada anak.

  1. Pendarahan

Terbentuknya jaringan parut pada tubuh bagian hati anak dapat menimbulkan pendarahan pada anak. Hal ini disebabkan jaringan parut pada hati mengakibatkan terhambatnya aliran darah. Sehingga pembuluh darah mengalami pembengkakan. Pembengkakan yang tidak tertanggani menyebabkan pendarahan. Selain itu, anak dengan sirosis hepatitis lebih mudah mengalami memar pada tubuhnya.

  1. Kaki anak sembab

Gejala sirosis hati pada anak yang mudah diamati lainnya adalah pembengkakan pada kaki anak. Hal ini disebabkan oleh penumpukan cairan pada jaringan lunak di bagian kaki anak. Hal ini terjadi akibat terhambatnya aliran darah pada hati anak akibat sirosis, sehingga cairan dalam darah menumpuk pada celah-celah antar sel tubuh anak.

  1. Perut membesar

Kondisi perut anak membesar hingga pusar anak terjulur, menunjukkan penyakit sirosis hati pada anak yang sudah parah. Perut yang membesar tersebut disebabkan oleh penumpukan cairan pada abdomen perut anak. Selain tampak perut anak tampak membesar, anak juga mengalami ketidaknyamanan seperti nyeri perut, penyebab perut kembung pada bayi dan anak, dan sesak nafas.

  1. Penurunan nafsu makan

Gangguan metabolisme tubuh dan penyerapan zat makanan oleh tubuh akibat terganggunya fungsi hati, mengakibatkan gangguan pola makan anak. Selain itu, berkurangnya nafsu makan juga disebabkan konsentrasi cairan dalam perut anak, sehingga anak mudah merasa kenyang dan sering merasa begah walaupun perutnya baru diisi sedikit makanan.

  1. Sakit kuning

Kondisi ini kulit kuning pada gejala sirosis hati pada anak terjadi karena gangguan aliran bilirubin dalam tubuh anak. Bilirubin adalah zat yang terbentuk ketika sel darah merah (hemoglobin) terurai saat proses pembaharuan sel darah merah. Bilirubin dibawa melewati pembuluh darah ke hati dan becampur dengan empedu. Keberadaan jaringan parut akibat sirosis hati, menyebabkan berkurangnya fungsi hari dan produksi empedu. Sehingga bilirubin tidak dapat dibuang lewat saluran pencernaan dan mengendap pada kulit atau mata anak, dan menyebabkan bahaya bayi kuning untuk tumbuh kembangnya dan gejala penyakit kuning pada anak.

Penyebab Sirosis Hati pada Anak

Sirosis umumnya diderita orang dewasa yang suka mengkonsumsi alkohol dan merokok, namun penyakit ini juga dapat menyerang anak-anak bahkan bayi sekalipun. Beberapa penyebab sirosis hati pada anak antara lain sebagai berikut.

  1. Saluran Empedu Tersumbat

Saluran empedu berfungsi untuk mengalirkan cairan empedu yang dihasilkan oleh hati ke saluran pencernaan, sehingga proses metabolisme dapat berjalan dengan lancar. Namun jika saluran empedu anak tersumbat maka cairan tersebut tidak dapat mengalir dan akhirnya kembali menuju kantung empedu dan hati. Akibatnya terjadi penumpukan cairan pada hati dan menyebabkan hati mengalami kerusakan dan gangguan fungsi.

  1. Virus Hepatitis B

Penyakit yang berhubungan dengan hati memang lebih sering disebabkan oleh virus hepatitis. Hepatitis B termasuk salah satu virus yang dapat menyebabkan anak mengalami sirosis hati. Karena itu sangat penting mengenalkan manfaat mengajarkan anak cuci tangan agar anak dapat terhindari dari infeksi bakteri dan virus patogen penyebab penyakit. Selain cuci tangan, anak juga harus mengkonsumsi makanan sehat untuk tumbuh kembang anak agar anak memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan tidak mudah sakit.

  1. Virus Hepatitis C

Bukan hanya Hepatitis B saja yang dapat menyebabkan sirosis, namun virus Hepatitis C juga sangat sering menyebabkan anak mengalami sirosis hati yang cukup parah. Anak bisa lebih mudah mengalami sirosis dan hepatitis bila tidak diimunisasi. Karena itu orang tua harus mengenal jenis-jenis imunisasi dan manfaatnya agar dapat terhindar dari bahaya bayi tidak diimunisasi.

  1. Jenis Obat Tertentu

Beberapa anak mungkin mengalami penyakit tertentu yang membutuhkan konsumsi obat dalam jangka waktu yang panjang. Efek samping dari obat yang dikonsumsi dalam waktu yang lama apalagi jika jenis obatnya keras dan berpengaruh terhadap fungsi hati yaitu terjadinya gangguan fungsi hati yang berujung pada kerusakan hati. Karena itu penting sekali untuk selalu melakukan konsultasi dengan dokter bila anak mengidap penyakit tertentu dan harus minum obat untuk waktu yang lama.

Itulah beberapa informasi mengenai Sirosis Hati Pada Anak. Penyakit sirosis hati yang tidak tertangani dengan baik dan cepat, dapat berdampak fatal. Orang tua perlu mewaspadai gejala sirosis hati pada anak agar dapat melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan sirosis pada anak sedini mungkin. Semoga bermanfaat ^^

Sirosis Hati Pada Anak

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Bahaya Penyakit Liver

Bahaya Penyakit Liver

 

Bahaya Penyakit Liver – Liver adalah salah satu organ tubuh yang sangat penting. Karena organ yang satu ini mempunyai fungsi sebagai sistem yang dapat mengeluarkan racun dalam tubuh. Selain itu, organ liver juga dapat memilih dan menyimpan vitamin tertentu dalam sistem pencernaan, mengontrol kolesterol dan metabolisme lemak, serta mengatur hormon dalam tubuh. Sehingga pada saat organ liver dalam tubuh seseorang mengalami gangguan harus segera diatasi.

Bahaya Penyakit Liver

Bahaya Penyakit Liver

Salah satu gangguan yang terjadi pada organ liver adalah penyakit liver. Penyakit liver ini merupakan suatu kondisi dimana fungsi organ liver mengalami penurunan karena adanya virus.  Penyakit liver tergolong ke dalam penyakit yang cukup berbahaya, hal ini disebabkan karena peran hati atau liver sangat penting bagi tubuh manusia. Sehingga sudah saatnya kita lebih mengenal penyakit liver, agar bisa lebih waspada.

Apa saja bahaya penyakit liver ? berikut adalah 10 Bahaya Penyakit Liver yang haru Anda ketahui :

  1. Sering Merasa Mual

Entah Anda bekerja atau tidak, menjadi sering merasa mual pasti dirasa tidak nyaman sama sekali karena akan mengganggu aktivitas. Mual ini terjadi pada penderita liver di mana memang kondisi ini serupa dengan gejala masuk angin, sakit maag atau malah tipes. Jika kondisi seperti ini tak kunjung sembuh atau membaik, jangan remehkan dengan membiarkannya terus-menerus, melainkan segera temui dokter sebelum kondisi menjadi lebih serius dan fatal.

  1. Memicu Gangguan Pencernaan

Penyakit liver akan memunculkan gejala mual yang disertai dengan muntah-muntah dan bahkan bisa diare. Pada tahap ini tentu sudah jelas bahwa pencernaan penderita ikut terganggu, dan penderita pun akan mengalami sakit perut di mana hal ini bisa dirasakan ketika pencernaan tidak berfungsi dengan baik seperti biasanya.

  1. Warna Feses yang Berubah

Saat bagian organ hati kita terkena radang dan fungsinya terganggu, tubuh pun akan mengeluarkan feses yang warnanya berubah tak seperti biasa. Warnanya bakal lebih cerah yang disebabkan oleh zat kuning yang tidak dapat dibuang dari dalam tubuh. Hal ini jugalah yang memengaruhi air urin menjadi sangat keruh.

  1. Kerap Mimisan

Bahaya penyakit liver dapat dengan mudah mengalami mimisan yang frekuensinya cukup sering, apalagi bila melakukan kegiatan yang termasuk padat. Mimisan adalah kondisi yang bisa menyerang siapa saja, namun hal ini tidak terlalu diperhatikan dan justru biasanya diremehkan. Mimisan bukan hanya sekadar kelelahan, tapi juga sebagai tanda bahwa ada yang tak beres pada organ tubuh kita, termasuk hati.

  1. Tubuh Menguning

Bahaya dari penyakit liver adalah dapat mengubah warna kulit tubuh menjadi kuning dan itulah alasan mengapa sakit liver atau hepatitis juga dikenal dengan nama sakit kuning. Hal seperti ini bisa terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Pada tahap ini, bagian organ hati bukan lagi hanya mengalami peradangan, namun juga terjadi pembengkakan.

  1. Muncul Bercak Biru

Tidak hanya tubuh bisa berubah menguning, rupanya bercak biru pun dapat muncul yang termasuk di dalam gejala dari penyakit hepatitis atau liver ini. Alasan mengapa tubuh memiliki bercak-bercak biru adalah karena kurangnya asupan makanan berkandungan protein tinggi. Ketika penyakit liver melanda, nafsu makan akan otomatis berkurang dan bukan hanya akan menyebabkan turunnya berat badan drastis, melainkan juga kekurangan nutrisi seperti protein.

Kondisi seperti ini lebih dikenal dengan sebutan memar, namun memang memar yang terjadi bukanlah karena terbentur benda tumpul maupun bekas pukulan. Murni memar kebiruan akan muncul karena kurangnya asupan protein pada tubuh penderita penyakit liver.

  1. Dehidrasi

Kekurangan cairan bukanlah hal yang sepatutnya disepelekan karena tanpa cairan yang cukup di dalam tubuh kita, maka yang ada tubuh akan benar-benar lemah dan menjadi kering. Biasanya penderita liver akan sering merasa haus dan bagi Anda yang jarang atau bahkan malas mengonsumsi banyak air putih, Anda berisiko terkena dehidrasi. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya untuk mengikuti aturan hidup sehat dengan setidaknya meminum 8 gelas air putih setiap harinya atau lebih agar tubuh tidak kekurangan cairan dan terjaga kebugarannya.

  1. Bau Mulut

Bau mulut sebenarnya tidak berbahaya apabila bisa diatasi dengan obat kumur yang biasanya Anda gunakan. Tapi jika bau mulut tak kunjung hilang meski sudah memakai obat khusus bau mulut, Anda perlu melakukan pemeriksaan, supaya hal ini bisa dengan cepat ditangani secara benar oleh yang profesional.

  1. Perubahan Bentuk Perut

Sadar atau tidak, bagi penderita liver, bentuk perut akan berubah dan ukurannya bakal semakin membesar. Hal ini tidak ada hubungannya dengan membesar karena terlalu banyak makan sebab penderita sendiri akan merasa malas untuk makan karena kurangnya nafsu makan. Membesarnya perut bukan karena lemak dari makanan yang dikonsumsi, melainkan kondisi ini adalah salah satu efek dari pembengkakan yang terjadi di perut bagian kanan bawah. Ketika menyadari adanya pembengkakan, jangan ragu dan lebih baik segera menghubungi atau menemui dokter agar segera ditangani dan diobati secara tepat.

  1. Bentuk Kuku Mengalami Kelainan

Bahaya lainnya jika menderita penyakit liver adalah bentuk kuku yang mengalami kelainan. Coba lihat bagian kuku yang biasanya dapat mengalami perubahan bentuk di mana kuku akan lebih melengkung. Hal ini menyebabkan kuku dari penderita penyakit hepatitis tidak tampak bagus jika dibandingkan dengan kuku orang yang tidak menderita sakit liver. Apabila kuku panjang, maka akan semakin terlihat jelas perbedaan kuku yang normal dan yang mengalami kelainan.

Bahaya penyakit liver yang lain adalah jika tidak segera di obati makan akan menyebabkan peradangan atau kerusakan liver yang semakin parah seperti kanker hati.

Bahaya Penyakit Liver

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penularan Sirosis Hepatis

Penularan Sirosis Hepatis

 

Penularan Sirosis Hepatis – Penyakit sirosis hati atau sirosis hepatis merupakan penyakit liver kronis di mana sel-sel dan jaringan hati yang sehat diganti dengan jaringan parut yang tidak memiliki fungsi seperti hati yang normal. Kerusakan yang disebabkan oleh sirosis tidak dapat kembali normal dan akhirnya kerusakan bisa meluas sehingga hati berhenti berfungsi. Ini kondisi yang disebut dengan gagal hati.

Penularan Sirosis Hepatis

Penularan Sirosis Hepatis

Sirosis hati adalah suatu kondisi di mana hati secara perlahan-lahan mengalami kerusakan yang berlangsung secara terus menerus dalam jangka waktu yang panjang (kronis). Sel-sel dan jaringan hati yang rusak kemudian berubah menjadi jaringan parut sehingga fungsi hati semakin lama akan semakin menurun.

Hati adalah organ internal tubuh terbesar. Hati disebut pabrik metabolisme tubuh karena peran pentingnya dalam mengubah makanan menjadi energi setelah makanan dicerna dan diserap ke dalam darah. Hati memiliki banyak fungsi, termasuk:

  1. Membuat protein baru, seperti faktor pembekuan dan faktor kekebalan.
  2. Memproduksi empedu, yang membantu tubuh menyerap lemak, kolesterol, dan vitamin yang larut dalam lemak.
  3. Mengambil, menyimpan, dan memproses nutrisi dari makanan, termasuk lemak, gula, dan protein dan mengantarkannya ke seluruh tubuh saat dibutuhkan.
  4. Membuang produk limbah yang tidak bisa dibuang oleh ginjal, seperti lemak, kolesterol, racun, dan obat-obatan.

Apakah sirosis hepatis menular atau tidak? Bagaiamana penularan sirosis hepatis ? Maka jawaban terbaik adalah, cara penularan sirosis hepatis tergantung dari penyebab yang mendasari.

Ada 2 kriteria untuk menjelaskan hal ini, sirosis hepatis menular dan tidak menular karena penyakit ini disebabkan oleh banyak hal.

Sirosis Hati Adalah Penyakit Menular

Anda bisa tertular sirosis hepatis jika Anda kontak dengan penderita sirosis hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B atau C.

Cara Penularan Sirosis Hepatis

Sirosis hepatis menular melalui infeksi virus hepatitis. Virus hepatitis bisa hidup dalam darah, air mani, dan beberapa cairan tubuh lainnya. Anda bisa tertular ketika berhubungan s3ks dengan seseorang yang terinfeksi. Anda juga bisa tertular ketika bertukar dengan pisau cukur atau sikat gigi dengan seseorang yang menderita hepatitis. Anda juga bisa terkena dampak ketika Anda berbagi jarum suntik untuk menyuntikkan sesuatu ke tubuh Anda. Ibu dengan sirosis hati akibat hepatitis, juga bisa menularkan penyakit untuk bayi nya.

Cara Mencegah Penularan Sirosis Hepatis

Penularan sirosis hepatis dicegah dengan menghindari infeksi. Ada vaksin yang mencegah perkembangan virus hepatitis B, namun saat ini belum tersedia vaksin untuk hepatitis C. Semua anak dibawah 19 th direkomendasikan mendapatkan vaksin hepatitis. Orang dewasa pun harus mendapatkan vaksinasi jika mereka bepergian ke negara atau wilayah di mana terjadi wabah penyakit.

Hindari kontak langsung dengan penderita: jangan bertukar sikat gigi, pisau cukur, tukaran baju, tukaran air minum, wadah bekas makanan, tukaran air liur, ciuman, transfusi darah, memakai jarum suntik bekas penderita, dll.

Sirosis Hati Bukan Penyakit Menular

Sirosis hepatis bukan penyakit menular dan Anda tidak bisa tertular jika penyebab penyakit adalah bukan virus. Ada banyak penyebab yang mendasari, cari tahu dan pelajari supaya Anda tidak salah memahami. Pertama sirosis adalah kata sifat yang berarti adalah jaringan parut hati atau bekas luka (perbaikan luka namun menyisakan bekas atau parut).

Jaringan parut ini terbentuk akibat :

  • Penyalahgunaan alkohl, ini adalah penyebab paling sering. Sekitar sepertiga dari semua peminum berat akhirnya akan mengalami sirosis, dan sisanya mungkin menderita penyakit hati lain.
  • Penyakit Wilson, penumpukan tembaga di hati, otak, ginjal, dan mata.
  • Cystic fibrosis, penumpukan lendir di paru-paru, hati, pankreas, dan usus.
  • Hemokromatosis, penumpukan zat besi di hati dan organ lainnya.
  • Sirosis empedu, penyumbatan atau pembengkakan saluran empedu
  • Gangguan penyimpanan glikogen, suatu penyakit yang mencegah tubuh menggunakan gula dengan benar.
  • Reaksi terhadap obat, toksin lingkungan, atau penyalahgunaan inhalan, dll.

Penularan Sirosis Hepatis Bisa Menular Melalui Air Liur

HCV atau virus hepatitis C adalah penyakit menular dan merupakan salah satu penyebab penyakit sirosis hepatis nonalkoh0l yang paling umum saat ini. Diyakini bahwa virus HCV bisa ditularkan melalui kontak darah. Namun, ada indikasi cara penularan lain yaitu melalui air liur, dan menjadi salah satu alasan bahwa sirosis hati bisa menular lewat air liur. Sebagai penyakit menular, konsentrasi virus HCV dalam setetes darah secara eksponensial lebih mungkin untuk cepat menular dibanding konsentrasi virus HIV dalam setetes darah dari orang yang terinfeksi.

Kasus penularan ini menjelaskan betapa penting menghindari sesuatu yang mungkin tercemar meski hanya setitik darah. Pada hampir separuh kasus sirosis hepatis akibat virus hepatitis C, individu yang terinfeksi belum tentu dapat mengidentifikasi darimana sumber infeksi mereka. Meskipun diyakini bahwa sebagian besar kasus penularan disebabkan oleh kontaminasi darah, namun ada mode transmisi atau penularan virus HCV yang tidak diketahui. Dan salah satu cara penularan yang sulit diketahui itu adalah penularan melalui air liur (saliva), dimana ini adalah satu cara potensial untuk penularan virus HCV.

Dari keterangan di atas dapat disimpulkan, jika sirosis hati yang terjadi dikarenakan adanya infeksi Hepatitis B atau C, maka penularan yang terjadi adalah melalui cairan tubuh umumnya seperti darah, sperma, dan mungkin sejumlah kecil melalui keringat (beberapa persen). Namun, jika sirosis hati disebabkan karena penyebab non infeksi maka tidak akan menular. Sebaiknya,jika sirosis hati tersebut disebabkan oleh proses infeksi, tangani penyebabnya (apakah virus hepatitis B atau C). Semoga bermanfaat ^^

Penularan Sirosis Hepatis

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Fibrosis Hati – Gejala, Penyebab, Pengobatan

Fibrosis Hati – Gejala, Penyebab, Pengobatan

 

Fibrosis HatiFibrosis hati (Liver Fibrosis) adalah proses jaringan parut yang yang terjadi pada hati dimana penyembuhan luka melalui deposisi kolagen dan konstituen matriks lainnya sehingga perbaikan liver yang luka melalui deposisi kolagen baru. Seiring waktu proses ini dapat mengakibatkan sirosis hati, di mana arsitektur unit fungsional dari hati menjadi begitu menganggu aliran darah melalui hati dan fungsi hati menjadi terganggu. Setelah sirosis berkembang, komplikasi serius dari penyakit hati dapat terjadi, termasuk hipertensi portal, gagal hati dan kanker hati.

Fibrosis Hati

Fibrosis Hati

Risiko kanker hati sangat meningkat saat terjadi sirosis, dan sirosis harus dianggap sebagai kondisi pra-ganas. Sirosis dan kanker hati sekarang berada di antara sepuluh penyebab kematian di seluruh dunia, dan di banyak negara maju penyakit hati sekarang salah satu 5 penyebab kematian teratas di umur pertengahan.

Gejala Fibrosis

Anda disarankan untuk rutin mengecek kondisi liver agar mengetahui secara pasti kondisi liver anda saat ini. Fibrosis hati sendiri tidak menunjukkan gejala yang nampak, biasanya orang baru tersadar terkena fibrosis hati saat setelah mengecek kondisi liver melalui pemeriksaan medis. Untuk berfungsi normal sejatinya manusia hanya membutuhkan kurang lebih 20-30% sel hati yang dalam kondisi baik, sehingga apabila jaringan yang terbentuk belum terlalu dominan terbentuk dalam liver, biasanya kita tidak menyadarinya. Hati merupakan organ tubuh manusia yang tidak mempunyai saraf yang menghantarkan rasa sakit sehingga kondisi “sakit” yang dialami organ hati tersebut tidak dapat kita deteksi.

Penyebab Fibrosis

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan kondisi fibrosis pada hati kita. Karena fibrosis merupakan tahap awal dari sirosis, tentunya penyebab fibrosis sendiri sama seperti penyebab penyakit sirosis hati.

  • Virus hepatitis. Hepatitits B dan hepatitis C yang sering dinyatakan sebagai sumber utama terjadinya sirosis. Hindari kemungkinan terjangkit virus ini dengan melakukan vaksin dan menjaga kondisi tubuh dari penularan antar-manusia terhadap virus ini. Karena virus ini dapat menular melalui hubungan kelamin dan jarum suntik, selalu berhati-hati terhadap kedua hal ini jika tidak mau tertular virus hepatitis. Hepatitis sendiri berperan terhadap peradangan yang terjadi pada hati.
  • Pembengkakan hati atau fatty liver. Liver bengkak adalah penyakit pembengkakan pada hati sehingga hati tidak dapat menjalankan fungsinya dengan normal atau mengalami gangguan fungsi hati. Liver bengkak ini terjadi karena menimbunnya lemak yang terdapat pada sel-sel hati. Pembengkakan ini menyebabkan penyakit liver. Kondisi ini bisa disebabkan oleh obesitas dan konsumsi lemak berlebih, serta racun yang menimbun di dalam hati.
  • Konsumsi obat. Seringkali kita diingatkan dalam mengonsumsi obat selalu untuk berdasarkan resep dokter, hal ini penting karena bisa saja obat yang kita konsumsi tanpa resep dokter memang seharusnya manjur atau dapat menyembuhkan penyakit, namun ternyata obat tersebut tidak cocok dengan kondisi tubuh kita. Selain itu obat tanpa resep dokter seringkali dikonsumsi secara sembarangan dan tidak sesuai aturan sehingga hal ini dapat menyebabkan kerusakan sel hati yang akan berdampak pada terjadinya fibrosis.
  • Konsumsi alkohol secara berlebihan. Konsumsi alkohol yang dilakukan secara berlebihan dan berkelanjutan dapat berdampak pada rusaknya kondisi hati dan yang lebih parah lagi akan mengarah kepada fibrosis dan sirosis hati.

Pengobatan

Fibrosis hati bisa disembuhkan dengan mengkonsumsi suplemen kesehatan yang baik untuk metabolisme tubuh. Salah satu suplemen kesehatan yang terbaik adalah S-Lutena.  Suplemen ini memiliki kandungan nutrisi buah dan sayuran paling lengkap untuk membantu mengatasi berbagai macam penyakit sekaligus menjaga kesehatan. Lebih dari 1,4 juta orang di seluruh dunia telah mengkonsumsi produk dengan kandungan Lutein nomor satu di Jepang ini.

Mengapa harus Super Lutein (S. Lutena) ? Peranan Super Lutein (S.Lutena) sebagai herbal untuk Membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam super lutein (S.Lutena) yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

S-Lutena juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid/Haid Tidak Normal, Borok/Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mataKatarak, Rabun Jauh/Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Minus/Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Fibrosis Hati – Gejala, Penyebab, Pengobatan

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Abses Hati atau Liver Abcess

Abses Hati atau Liver Abcess

Abses Hati – Hati termasuk ke dalam organ penting manusia yang memiliki berbagai fungsi dalam tubuh. Diantara fungsi hati ialah sebagai metabolisme karbohidrat, lemak, vitamin dan protein. Melakukan detoksifikasi dalam tubuh dan berfungsi sebagai fagositosis dan juga imunitas tubuh. Dengan berbagai fungsi penting ini, kesehatan hati haruslah di jaga. Namun, ada saja kerusakan kerusakan yang terjadi pada hati yang menyebabkan kinerja organ ini berkurang. Salah satu kelainan pada hati ialah abses hati.

Abses Hati atau Liver Abcess

Abses Hati atau Liver Abcess

Abses hati ialah rongga dalam hati yang berisi nanah. Lubang lubang ini terjadi karena adanya infeksi jamur, bakteri ataupun nekrosis steril yang berasal dari sistem gastrointestinal. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja baik wanita maupun pria, namun penyakit ini pada umumnya terjadi pada  orang yang tinggal di daerah tropis. Selain itu, abses hati biasanya terjadi di negara berkembang maupun negara dengan sanitasi dan juga ekonomi yang buruk.

Abses hati secara umum dibagi menjadi 2, antara lain yaitu:

  1. Abses Hati Amebic

Abses Hati Amebic sering terjadi di daerah tropis maupun subtropis. Abses hati ini adalah salah satu komplikasi amebiasis ekstraintestinal. Penyebab utama abses hati ini ialah Entamoeba Histolytica.

Secara singkat seperti ini terjadinya ambesiasi hati :

  • Amoeba Entamoeba Histolytica menempel pada mukus usus.
  • Setelah menempel, bakteri ini akan merusak sawar intestinal.
  • Terjadilah supresi respons imun cellmediated yang terjadi dikarenakan enzim maupun toksin parasit.
  • Amoea tersebar sampai ke hati. Penyebaran ini pada umumnya melalui vena porta.

  1. Abses Hati Piogenic

Abses hati pyogenic terjadi di seluruh dunia, namun tetap saja daerah dengan sanitasi yang buruk yang berisiko lebih tinggi penduduknya terkena abses hati. Abses Hati Piogenic dapat terjadi melalui berbagai infeksi dibawah ini :

  • Vena porta, adalah infeksi pelvis yang dapat menyebabkan emboli septik.
  • Infeksi karena penetrasi maupun kecelakaan lalu lintas.
  • Bakteri yang sudah terdapat di organ lain menyerang ke hati,
  • Saluran empedu yang sering terinfeksi.

Pada umumnya, penyakit ini dapat menyerang siapapun. Tetapi ada sebagian orang yang lebih berisiko mengalaminya, terutama mereka yang:

  • Berusia lebih dari 70 tahun.
  • Bepergian atau tinggal di tempat di mana infeksi ini umum terjadi.
  • Mengonsumsi minuman keras dan atau tidak mendapat nutrisi yang cukup.
  • Mengonsumsi obat seperti kortikosteroid atau menjalani kemoterapi.
  • Mengalami penyakit tertentu seperti diabetes, kanker, ataupun melemahnya sistem imun. Studi menemukan bahwa pengidap diabetes 3,6 kali lebih berisiko mengalami abses hepar.

Cara Mengobati Abses Hati

Abses hati bisa disembuhkan dengan mengkonsumsi suplemen kesehatan yang baik untuk metabolisme tubuh. Salah satu suplemen kesehatan yang terbaik adalah Super Lutein S-Lutena.  Suplemen ini memiliki kandungan nutrisi buah dan sayuran paling lengkap untuk membantu mengatasi berbagai macam penyakit sekaligus menjaga kesehatan. Lebih dari 1,4 juta orang di seluruh dunia telah mengkonsumsi produk dengan kandungan Lutein nomor satu di Jepang ini.

Mengapa harus Super Lutein (S. Lutena) ? Peranan Super Lutein (S.Lutena) sebagai herbal untuk Membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam super lutein (S.Lutena) yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

S-Lutena juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid/Haid Tidak Normal, Borok/Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mataKatarak, Rabun Jauh/Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Minus/Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Abses Hati atau Liver Abcess

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Ramuan Obat Tradisional Liver

Ramuan Obat Tradisional Liver

Ramuan Obat Tradisional Liver

Ramuan Obat Tradisional Liver

Ramuan Obat Tradisional Liver – Di Indonesia, banyak sekali tanaman yang bermanfaat, yang dapat dijadikan sebagai pelangkap makanan sampai dijadikan sebagai ramuan obat tradisional. Nah, kali ini kami akan membahas mengenai tanaman apa saja yang dapat dijadikan sebagai Ramuan Obat Tradisional Liver. Apa saja yang dapat dijadikan Ramuan Obat Tradisional Liver ? Berikut ulasannya :

  1. Temulawak

Temulawak memiliki kandungan kurkumin yang artinya bisa juga dijadikan sebagai anti radang atau anti-inflamasi. Bahkan temulawak juga diketahui berkandungan sifat anti hepatotoksik sehingga akan memberikan perlindungan ekstra bagi organ hati dari kondisi peradangan hati secara maksimal.

Selain itu, kandungan yang baik dalam temulawak bisa dijadikan sebagai salah satu cara alternatif untuk menyembuhkan usus buntu secara alami tanpa operasi.

Begini cara membuat ramuan obat tradisional liver menggunakan temulawak :

  • Cuci temulawak dan potonglah sejajar atau digeprek
  • Rebuslah dengan air secukupnya
  • Setelah mendidih, saringlah temulawak tersebut
  • Konsumsi air ramuan tersebut setelah dingin 2 – 3 kali sehari
  1. Daun ciremai

Daun ini cukup bagus untuk menyembuhkan penyakit hati. Sebagai salah satu Tanaman obat tradisional liver, tanaman ini memiliki senyawa bagus untuk penyembuhan liver. Berikut ini cara membuatnya.

  • Campurlah segenggam daun ciremai muda, sejumput daun belimbing, bidara kupas sejari, gadung cina sejari dan gula aren
  • Rebuslah dengan 3 gelas air hingga segelas
  • Minumlah ramuan tersebut tiga ali sehari 1 gelas tiap harinya
  1. Pegagan

Kandungan-kandungan baik di dalam tanaman ini cukup banyak, di antaranya adalah Zat samak, Vallerine, Besi, Magnesium, Kalsium, Natrium, Kalium, Karotenoid, Meso-inositol, Madasiatic acid, Brahmic acid, Brahminoside, Asiaticoside, Madecassoside, Brahmoside, Centellose, Isothankuniside, Thankuniside.

Tanaman obat tradisional liver pegagan ini dapat di ramu dengan mudah :

  • Siapkan beberapa lembar daun pegagan
  • Bersihkan daun yang sudah disiapkan
  • Rebuslah dengan air secukupnya hingga tersisa setengahnya
  • Minum ramuan herbal ini 2 kali sehari secara rutin

Air rebusan daun pegagan adalah yang bisa Anda minum secara teratur untuk menjadikan liver yang bengkak membaik secara berangsur. Karena bahan ini adalah bahan alami, maka dipastikan tak berefek samping dan aman dikonsumsi

  1. Kunyit

Kunyit dapat dijadikan sebagai pilihan obat herbal. Kunyit memiliki kandungan-kandungan sebagai berikut: Minyak atsiri, Vitamin C, Fosfor, Protein, Kalium, Kurkuminoid.

Kandungan tersebut sangat baik untuk kesehatan, terutama untuk liver yang bengkak. Anda bisa menjadikan kunyit sebagai obat herbal bagi liver yang bermasalah. Cara membuat ramuan obat tradisional liver hampir sama dengan merebus daun pegagan tadi

  • Siapkan 2 ruas kunyit
  • Cuci bersih kunyit yang sudah disiapkan
  • Rebuslah dengan air secukupnya hingga tersisa setengahnya
  • Minum ramuan herbal ini 2 kali sehari secara rutin
  1. Mengkudu

Tanaman ini menjadi salah satu ramuan tanaman obat tradisional liver yang cukup popular karena mengandung dammacanthel dan zat anti kanker yang mampu melawan pertumbuhan sel abnormal. Dengan kandungan antikanker yang cukup tinggi maka wajr jika para wanita Indonesia menjadkannya sebagai salah satu obat alami untuk penyakit kanker payudara.

Untuk membuatnya, berikut ini cara membuat ramuan dengan mengkudu

  • Peraslah 2-3 buah mengkudu
  • Pilihlah buah yang belum masak
  • Campurlah sari perasan buah mengkudu dengan madu
  • Minumlah secara rutin 2 kali sehari
  1. Daun Dewa

Sedangkan ramuan terakhir yang bisa anda buat adalah ramuan daun dewa, dimana daunnya sangat bagus untuk mengobati penyakit liver seperti kanker hati. Berikut ini cara pengolahan ramuan dengan daun dewa:

  • Campur 30 gr daun dewa segar, 20 gr temu putih, 30 gr jombang
  • Rebuslah semua bahan dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc
  • Saringlah ramuan tersebut dan dinginkan
  • Jika sudah dingin anda bisa meminumnya secara rutin
  1. Sambiloto

Zat andrographolid ada di dalam sambiloto yang menjadikan rasa dari daun ini pahit. Namun sebagai penyebab rasa pahit, sambiloto akan secara efektif mengatasi gejala liver tanpa menimbulkan efek samping berbahaya. Sambiloto juga merupakan tanaman yang baik untuk membasmi inti sel tumor dengan membuat daya tahan tubuh meningkat.

Seperti bahan-bahan alami lainnya, yang Anda butuh lakukan hanyalah :

  • Menyiapkan beberapa lembar daun sambiloto
  • Cucilah lebih dulu sampai bersih
  • Kemudian rebus sampai mendidih.

Airnya sangat berkhasiat untuk memulihkan liver Anda yang bengkak, jadi minumlah secara teratur, terutama setiap hari supaya kondisi liver cepat membaik.

Demikianlah beberapa Ramuan Obat Tradisional Liver yang cukup bagus untuk menyembuhkan penyakit liver anda. Tanaman-tanaman tersebut sangat bagus untuk dijadikan obat karena bisa meregenerasikan jaringan yang rusak pada liver Anda. Semoga bermanfaat ^^

Ramuan Obat Tradisional Liver

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Buah Untuk Penyakit Liver

Buah Untuk Penyakit Liver

 

Buah Untuk Penyakit Liver – Penyakit liver merupakan suatu gangguan pada fungsi hati yang menyebabkan timbulnya penyakit bagi tubuh. Hati merupakan salah satu organ yang ada di dalam tubuh. Hati juga dianggap sebagai kelenjar karena memiliki fungsi membuat dan mengeluarkan empedu. Penyakit liver timbul disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya pola hidup yang tidak sehat, sering begadang, infeksi virus atau bakteri, memiliki kelainan dalam metabolisme tubuh, trauma atau luka pada organ hati, tidak memperhatikan kebersihan alat-alat makan dan minum, efek samping obat-obatan tertentu, kecanduan alkohol dan kelainan bawaan lahir.

Buah Untuk Penyakit Liver

Buah Untuk Penyakit Liver

Pola hidup yang tidak sehat dapat menjadi penyebab sakit liver, misalnya ketika tubuh dipaksa untuk bekerja terlalu keras hingga tidak memperhatikan asupan gizi yang dibutuhkan tubuh. Selain itu, orang yang sering begadang juga memiliki risiko lebih besar mengalami sakit liver. Hal ini dikarenakan hati menjadi bekerja lebih cepat sehingga detoksifikasi juga menjadi lebih tinggi. Untuk membantu hati Anda, Anda dapat mengubah pola makan Anda untuk memberi hati nutrisi yang penting agar dapat berfungsi dengan efisien.

Berikut 8 Buah Untuk Penyakit Liver yang dapat Anda konsumsi untuk mengurangi resiko penyakit liver, antara lalin :

  1. Alpukat

Ketika organ hati terserang virus hepatitis yang dapat menyebabkan liver maka organ hati sangat perlu dibersihkan dari racun atau senyawa berbahaya yang terdapat pada hati. Kandungan zat glutathione pada buah alpukat sangat efektif untuk membersihkan kandungan racun dalam organ hati. Selain itu juga alpukat yang memiliki kandungan lemak tak jenuh sangat mambantu untuk penderita liver dalam menekan kolesterol jahat.

  1. Buah Apel

Selain lemon, buah lainnya yang juga menjadi salah satu makanan sehat bagi penderita liver adalah apel. Buah apel yang dikonsumsi secara teratur dapat mengatasi beberapa masalah kesehatan yang ada dalam tubuh. Salah satu manfaat apel dalam mengatasi masalah kesehatan yaitu dapat menghilangkan lemak yang tidak sehat pada liver.

  1. Pisang

Pisang juga termasuk buah obat liver yang sangat cukup dalam menunjang proses penyembuhan penyakit organ hati. Pisang yang kaya akan zat-zat baik yang berupa vitamin dan nutrisi lainnya, serta dapat dikonsumsi setiap hari.

  1. Pepaya

Pepaya yang dapat dimakan langsung juga sangat bermanfaat dalam pencegahan kerusakan hati. Tekstur dari pepaya yang lembut sangat memudahkan pada organ lambung dalam mencerna buah tersebut sehingga dalam penyerapan zat pada pepaya akan semakin mudah untuk menjalar ke seluruh organ tubuh.

  1. Jeruk Lemon

Menurut kepercayaan jeruk lemon mengandung asam buah yang buruk bagi penderita penyakit liver atau lambung, tetapi ternyata jeruk lemon juga memiliki kandungan zat antioksidan yang dapat membantu secara optimal dalam proses detoksifikasi dalam hal yang terinfeksi virus.

  1. Semangka

Sama halnya dengan buah jeruk lemon, pada buah semangka juga termasuk dalam buah untuk penderita penyakit liver karena didalamnya mengandung antioksidan yang cukup tinggi. Selain itu juga mampu menangkal radikal bebas yang telah mengendap pada organ hati.

  1. Grapefruit

Grapefruit atau jeruk bali mengandung antioksidan yang sangat tinggi yakni naringinen serta naringin yang sangat bagus untuk melindungi organ hati dan juga bisa digunakan sebagai obat herbal untuk liver bengkak. Kegunaan grapefruit untuk liver adalah melindungi organ hati dari cedera, melindungi dari peradangan dan juga melindungi sel. Antioksidan yang ada dalam grapefruit akan mengurangi perkembangan dari fibrosis hati yang sangat berbahaya yakni menyebabkan terbentuknya jaringan ikat secara berlebihan di organ hati.

  1. Cranberries dan Blueberry

Kedua jenis buah berry ini memiliki kandungan antosianon yakni antioksidan pemberi warna pada buah yang juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh khususnya liver. Mengkonsumsi buah berry ini secara teratur selama 3 sampai 4 minggu sangat baik untuk melindungi hati dari kerusakan, menjaga fungsi organ hati sebagai alat ekskresi, meningkatkan respon sel kekebalan tubuh dan juga enzim antioksidan.

Sementara ekstrak dari buah blueberry sangat baik untuk menghambat pertumbuhan sel kanker hati, memperlambat perkembangan lesi, makanan untuk penderita liver bengkak dan juga fibrosis serta perkembangan jaringan parut pada organ hati sehingga mengkonsumsi 2 jenis buah ini sangat disarankan dalam diet harian Anda.

Itulah 8 Buah Untuk Penyakit Liver. Semakin Anda menjaga pola hidup dan makan makanan yang sehat untuk, tentunya hal tersebut akan membantu mempercepat proses penyembuhan. Semoga bermanfaat ^^

Buah Untuk Penyakit Liver

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment