Tanda Liver Bermasalah, Cek Sekarang Juga !

Tanda Liver Bermasalah, Cek Sekarang Juga !

 

Tanda Liver Bermasalah – Liver atau hati adalah salah satu organ terbesar dalam tubuh yang terletak di bagian kanan atas perut dan di bawah tulang rusuk. Liver memiliki banyak tanggung jawab dalam menjaga keseimbangan tubuh, di antaranya menetralisasi racun, mengatur aktivitas hormon, memproduksi protein, membuat empedu untuk pencernaan lemak, dan lain-lain.

Tanda Liver Bermasalah

Semua yang kita makan juga harus diproses liver sebelum didistribusikan ke seluruh tubuh. Karena banyak tugas yang dijalankan oleh liver, maka kesehatan tubuh kita sangat tergantung dengan kondisi liver.

Penting sekali untuk memastikan liver dalam kondisi sehat. Hanya saja tak semua orang paham akan kondisi liver yang bermasalah, seperti sejumlah tanda liver bermasalah berikut ini. Jika Anda mengalami tanda liver bermasalah ini, ada baiknya untuk segera berkonsultasi ke dokter.

  1. Mudah Terkena Alergi

Salah satu penyebab alergi adalah liver yang bekerja berlebihan. Saat zat yang masuk ke dalam aliran darah makin banyak, otak akan menganggapnya sebagai alergen dan mengeluarkan antibodi dan zat-zat yang bisa menyebabkan ruam-ruam gatal. Sedangkan kalau liver berfungsi dan bekerja dengan baik, darah akan dibersihkan dan bebas dari molekul-molekul berbahaya.

  1. Sakit Perut / Diare

Liver memiliki peran yang sangat penting untuk pencernaan. Ketika liver bermasalah maka bisa menyebabkan diare yang sangat buruk. Perut akan terasa sangat sakit kemudian banyak cairan usus yang keluar sehingga membuat buang air besar menjadi encer dan terlalu sering. Bahkan kondisi ini bisa menyebabkan tubuh mengalami kekurangan cairan. Tubuh akan menjadi semakin lemah jika tidak mendapatkan nutrisi yang bisa mengurangi rasa  tidak nyaman karena diare.

  1. Kadar Trombosit yang Rendah

Ketika hati mulai mengalami kerusakan dan tidak bisa bekerja dengan baik maka produksi trombosit juga akan sangat rendah. Hal ini sering menyebabkan kematian mendadak karena pendarahan  dalam yang dialami oleh penderita kerusakan hati. Trombosit memiliki fungsi yang sangat penting untuk mencegah pendarahan. Ketika kadar trombosit sangat rendah maka tubuh akan terasa tidak nyaman dengan gejala seperti demam, tubuh lemah, rasa tidak nyaman saat bernafas dan berbagai gangguan imunitas.

  1. Kulit dan Putih Mata Menjadi Kuning

Kerusakan hati juga dapat ditandai dengan perubahan warna kulit dan mata putih berwarna kuning. Perubahan ini kemudian akan menyebabkan tubuh menjadi sangat lemah. Awalnya kulit tidak akan langsung berubah menjadi kuning tapi seperti pucat kecoklatan kemudian menguning. Bahkan bagian putih mata juga akan mulai berubah menjadi lebih kuning. Ini menandakan bahwa kadar bilirubin dalam hati sangat tinggi. Kondisi ini juga sering terjadi pada bayi yang baru lahir.

  1. Pembengkakan

Pembengkakan pada bagian tangan, kaki dan wajah bisa menjadi pertanda kerusakan hati yang cukup serius. Pembengkakan disebabkan karena jaringan tubuh mendapatkan penumpukan cairan yang berlebihan. Biasanya pembengkakan tidak menimbulkan rasa sakit hanya kurang nyaman saja. Berjalan setidaknya 15 menit per hari bisa mengurangi pembengkakan.

  1. Ingin Muntah Terus

Keinginan untuk muntah terus menerus tanpa sebab bisa menjadi tanda kerusakan hati. Kondisi ini terjadi ketika saluran pencernaan tidak bisa bekerja dengan baik. Hampir semua makanan tidak bisa masuk ke dalam lambung dan berjalan ke usus. Justru ketika baru makan maka selalu ada rasa mual. Kondisinya bisa menjadi lebih buruk jika penderita juga mengalami penyakit maag atau radang lambung.

  1. Kulit Mudah Membekas

Pada penderita penyakit kerusakan hati yang sudah parah maka biasanya bagian kulit tubuh akan lebih mudah membekas atau memar. Kondisi ini berhubungan dengan masalah pendarahan yang sudah terjadi pada bagian jaringan bawah kulit. Ketika terkena pukulan atau terantuk benda keras maka kulit akan memar dan meninggalkan bercak biru kemerahan pada bagian dalam kulit. Jika tubuh sudah masuk dalam tahap ini maka perawatan yang intensif sangat diperlukan untuk mengurangi resiko pendarahan organ yang buruk.

  1. Nyeri Perut

Rasa nyeri perut akan sangat terasa jika terjadi kerusakan hati. Hal ini disebabkan karena pencernaan tidak bisa bekerja dengan baik. Usus, lambung dan bagian organ perut lain akan merasakan gangguan karena hati yang sudah tidak bisa bekerja dengan baik. Rasa nyeri bisa seperti seolah-olah terkena tusukan benda tajam. Kondisi ini akan menjadi lebih buruk jika pancreas dan hati juga sudah mengalami peradangan yang akut.

  1. Pembengkakan Limpa

Pembengkakan limpa bisa menjadi indikasi yang serius dari masalah kerusakan liver. Limpa merupakan organ kecil yang terletak di bagian perut atas. Pembengkakan limpa bisa menyebabkan beberapa gejala seperti tubuh yang sangat lemah, rasa nyeri seperti tertusuk pada bagian perut atas, kurang nyaman, tidak bisa makan, selalu mual dan keinginan muntah yang besar. Ketika gejala ini sudah muncul maka bisa menyebabkan penderita kekurangan kebutuhan nutrisi manusia.

  1. Tubuh Kurus dan Tidak Nafsu Makan

Ketika kerusakan liver sudah menyebabkan komplikasi pada beberapa organ lain maka tubuh sama sekali tidak akan menerima makanan dengan baik. Rasa tidak nyaman seperti sakit perut dan keinginan untuk muntah menyerang maka akan mengurangi nafsu makan. Bahkan jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat maka tubuh akan kekurangan nutrisi, berat badan yang menurun drastis dan fisik yang sangat kurus.

Selain tanda liver bermasalah di atas, waspadai juga gejala tubuh yang gampang merasa lelah. Kalau kamu sering gampang capek, letih, dan lesu, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter. Karena bisa jadi salah satu penyebabnya adalah karena liver Anda bermasalah. Semoga bermanfaat …

Tanda Liver Bermasalah, Cek Sekarang Juga !

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Hepatitis

Penyebab Hepatitis

 

Penyebab Hepatitis – Penyakit Hepatitis adalah kondisi medis yang disebabkan oleh adanya peradangan (pembengkakan) pada hati. Hati atau liver adalah organ penting untuk berbagai fungsi dalam tubuh. Fungsi hati diantaranya mengatur metabolisme, membuat protein, menyimpan vitamin dan zat besi, mengeluarkan racun dan memproduksi empedu. Jika hati tidak berfungsi dengan baik, maka dapat menyebabkan penyakit serius atau bahkan kematian. Hepatitis dapat disebabkan oleh infeksi, virus, bahan kimia, alkohol, penggunaan obat-obatan dan faktor lainnya.

Penyebab Hepatitis

Hepatitis kronis adalah peradangan hati yang berkelanjutan atau berlangsung lama. Sedangkan hepatitis akut adalah penyakit hepatitis yang baru saja terjadi kemudian bisa sembuh total atau belanjut menjadi hepatitis kronis. Ada banyak jenis hepatitis yang disebabkan oleh virus, dinamai dengan huruf alfabet, yaitu hepatitis A, hepatitis B, Hepatitis C, D dan E sesuai dengan virus penyebab hepatitis. Walaupun semua virus ini sama-sama menyerang hati, namun mereka memiliki cara penularan yang bebeda dan sifat yang berbeda.

Gejala Hepatitis

Gejala hepatitis bisa menjadi salah satu penanda seseorang perlu untuk memeriksakan dirinya ke dokter untuk menjalani pengobatan hepatitis. Tidak semua orang dengan hepatitis akan mengalami gejala hepatitis. Secara umum, bila gejala hepatitis terjadi pada penderita, hal itu akan menimbulkan:

  • Kehilangan selera makan.
  • Demam
  • Kelelahan
  • Nyeri otot atau nyeri sendi.
  • Mual dan muntah.
  • Nyeri di perut.

Untuk diketahui, hepatitis adalah penyakit yang menunjukkan gejala dengan tingkat bervariasi. Gejala bisa bersifat ringan tetapi juga parah bagi sebagian orang, antara lain:

  • Urin berwarna gelap.
  • Tinja berwarna terang.
  • Penyakit kuning (warna kuning pada kulit, telapak tangan, dan putih mata).
  • Perasaan gatal yang tidak spesifik.
  • Perubahan mental, seperti pingsan, menjadi linglung atau koma.
  • Pendarahan di dalam tubuh

Penyebab Hepatitis

Hepatitis dapat disebabkan karena infeksi maupun bukan karena infeksi. Pembagian jenis hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus adalah sebagai berikut:

  • Hepatitis A. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV). Hepatitis A biasanya ditularkan melalui makanan atau air minum yang terkontaminasi feses dari penderita hepatitis A yang mengandung virus hepatitis A.
  • Hepatitis B. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Hepatitis B dapat ditularkan melalui cairan tubuh yang terinfeksi virus hepatitis B. Cairan tubuh yang dapat menjadi sarana penularan hepatitis B adalah darah, cairan vagina, dan air mani. Karena itu, berbagi pakai jarum suntik serta berhubungan seksual tanpa kondom dengan penderita hepatitis B dapat menyebabkan seseorang tertular penyakit ini.
  • Hepatitis C. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Hepatitis C dapat ditularkan melalui cairan tubuh, terutama melalui berbagi pakai jarum suntik dan hubungan seksual tanpa kondom.
  • Hepatitis D. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis D (HDV). Hepatitis D merupakan penyakit yang jarang terjadi, namun bersifat serius. Virus hepatitis D tidak bisa berkembang biak di dalam tubuh manusia tanpa adanya hepatitis B. Hepatitis D ditularkan melalui darah dan cairan tubuh lainnya.
  • Hepatitis E. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis E (HEV). Hepatitis E mudah terjadi pada lingkungan yang tidak memiliki sanitasi yang baik, akibat kontaminasi virus hepatitis E pada sumber air.

Ibu yang menderita hepatitis B dan C juga dapat menularkan kepada bayinya melalui jalan lahir.

Selain disebabkan oleh virus, hepatitis juga dapat terjadi akibat kerusakan pada hati oleh senyawa kimia, terutama alkohol. Konsumsi alkohol berlebihan akan merusak sel-sel hati secara permanen dan dapat berkembang menjadi gagal hati atau sirosis. Penggunaan obat-obatan melebihi dosis atau paparan racun juga dapat menyebabkan hepatitis.

Pada beberapa kasus, hepatitis terjadi karena kondisi autoimun pada tubuh. Pada hepatitis yang disebabkan oleh autoimun, sistem imun tubuh justru menyerang dan merusak sel dan jaringan tubuh sendiri, dalam hal ini adalah sel-sel hati, sehingga menyebabkan peradangan. Peradangan yang terjadi dapat bervariasi mulai dari yang ringan hingga berat. Hepatitis autoimun lebih sering terjadi pada wanita dibanding pria.

Pengobatan Hepatitis

Pengobatan hepatitis dilakukan tergantung pada jenis hepatitis. Secara umum penderita hepatitis harus banyak istirahat, menghindari alkohol, dan minum obat untuk membantu meringankan gejala.

  • Transplantasi hati mungkin diperlukan pada kegagalan hati yang disebabkan oleh hepatitis B atau C.
  • Kebanyakan orang yang menderita hepatitis A dan E akan sembuh sendiri setelah beberapa minggu.
  • Hepatitis B diobati dengan obat antivirus, seperti lamivudine dan adefovir dipivoxil. Hepatitis C diobati dengan kombinasi peginterferon dan ribovarin.

Hepatitis yang tidak mendapatkan perawatan yang baik akan dapat menyebabkan sirosis, yaitu suatu jaringan parut yang serius di hati yang bisa menyebabkan kanker hati. Kunjungi dokter ketika ada teman atau anggota keluarga yang memiliki penyakit ini. Ada risiko Anda bisa terinfeksi hepatitis. Seperti diketahui, hepatitis juga bisa disebabkan oleh infeksi, virus, bahan kimia, alkohol, penggunaan obat-obatan dan faktor lainnya. Sekian artikel mengenai penyebab hepatitis. Semoga bermanfaat …

Penyebab Hepatitis

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Penyakit Liver Kronis

Penyebab Penyakit Liver Kronis

 

Penyebab Penyakit Liver Kronis – Penyakit liver adalah suatu jenis penyakit yang banyak kita jumpai. Dengan kondisi perut yang buncit, lemah dan sering muntah darah. Hingga tidak sedikit orang yang menganggap penyakit ini adalah penyakit guna-guna. Untuk membenarkan anggapan tersebut, berikut kami akan menjelaskan secara detail tentang penyakit liver.

Liver adalah salah satu organ tubuh yang sangat penting. Karena organ yang satu ini mempunyai fungsi sebagai sistem yang dapat mengeluarkan racun dalam tubuh. Selain itu, organ liver juga dapat memilih dan menyimpan vitamin tertentu dalam sistem pencernaan, mengontrol kolesterol dan metabolisme lemak, serta mengatur hormon dalam tubuh. Sehingga pada saat organ liver dalam tubuh seseorang mengalami gangguan harus segera diatasi.

Penyebab Penyakit Liver Kronis

Salah satu gangguan yang terjadi pada organ liver adalah penyakit liver. Penyakit liver ini merupakan suatu kondisi dimana fungsi organ liver mengalami prnurunan karena adanya virus.  Gangguan liver seperti penyakit liver ini sudah masuk ke dalam kategori yang cukup parah bahkan tidak jarang menyebabkan kematian. Sehingga sudah saatnya kita lebih mengenal penyakit liver, agar bisa lebih waspada.

Penyebab Penyakit Liver Kronis

Sebenarnya ada beberapa hal yang dapat menyebabkan munculnya penyakit liver. Pertama, penyakit liver bisa disebabkan kerena terjadinya peradangan pada organ liver, dan menyebabkan fungsi liver menurun. Selain itu, penyakit liver juga bisa terjadi karena riwayat penyakit tertentu. Berikut adalah beberapa penyebab penyakit liver kronis :

  1. Penyakit hepatitis

Salah satu hal yang menjadi penyebab penyakit liver kronis adalah terjadinya infeksi yang disebabkan oleh virus. Infeksi virus ini disebut juga dengan penyakit hepatitis. Pada saat penderita hepatitis sudah benar-benar parah maka virus akan semakin berkembang dan akan merusak organ liver. Karena virus sudah masuk ke dalam liver dan fungsi liver sudah menurun maka hal ini akan menyebabkan penyakit liver. Penyebab Penyakit Liver Kronis

  1. Minuman beralkohol

Penyakit liver juga bisa disebabkan karena terlalu sering mengkonsumsi minuman beralkohol. Karena zat-zat berbahaya yang ada dalam minuman beralkohol lama kelamaan akan merusak organ liver. Bukan hanya alkohol, penggunaan obat-obatan berbahan kimia juga bisa menjadi penyebab penyakit liver kronis.

  1. Penyakit Malaria

Pada saat seseorang terkena infeksi virus dari nyamuk malaria juga mempunyai penyebab penyakit liver kronis. Karena, jika kondisi infeksi terus-menerus dibiarkan akan menyebabkan kerusakan yang parah pada organ liver. Sehingga sangat perlu untuk segera melakukan pengobatan jika terkena infeksi malaria. Penyebab Penyakit Liver Kronis

  1. Kurang Asupan Nutrisi

Organ liver membutuhkan nutrisi yang cukup agar bisa berfungsi dengan baik. Pada saat organ liver pengalami kekurangan nutrisi maka bisa menyebabkan penurunan fungsi liver. Sehingga penyebab penyakit liver kronis karena pola makan yang tidak baik dan kurangnya asupan makanan yang bernutrisi. Penyebab Penyakit Liver Kronis

  1. Gaya hidup yang buruk

Kebiasaan buruk juga bisa menjadi salah satu penyebab penyakit mudah hinggap pada tubuh. Begitupun pada penderita liver, jika seseorang mempunyai gaya hidup yang buruk salah satu contohnya adalah merokok, minum alkohol dan bersoda, mengkonsumsi makanan cepat saji, serta banyak konsumsi makanan mengandung pengawet. Menjadi salah satu faktor penyebab penyakit liver kronis mudah datang.

Tips Mengatasi Penyakit Liver

Untuk megatasi gejala dan mencegah terjadinya komplikasi penyakit yang lebih parah tentu harus segera mengambil tindakan pengobatan. Salah satu tindakan yang bisa dilakukan adalah dengan cara-cara alami seperti berikut :

  • Menjaga kebersihan, seperti membiasakan diri mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh sesuatu agar terhindar dari virus yang menempel pada tangan.
  • Perbanyak konsumsi air mineral setidaknya 8-10 gelas dalam satu hari yang setara dengan 1,5-2 liter.
  • Menghindari konsumsi makanan yang mempunyai banyak kandungan lemak jenuh dan mengandung bahan kimia yang berbahaya seperto pengawet, pewarna atau pemanis buatan.
  • Perbanyak konsumsi sayur dan buah, terutama yang mengandung gizi, zat besi, mineral, magnesium, vitamin serta sumber nutrisi lain.
  • Menerapkan pola makan yang baik dengan menyeimbangkan nilai gizi yang dibutuhkan tubuh
  • Melakukan olahraga secara teratur disesuaikan dengan kemampuan fisik yang dimiliki
  • Sering melakukan kosultasi dan pemeriksaan untuk mengontrol kondisi tubuh

Untuk mengobati dan mencegah penyakit liver kronis, Anda bisa mengkonsumsi suplemen kesehatan yang baik untuk metabolisme tubuh. Salah satu suplemen kesehatan yang terbaik adalah Super Lutein S-Lutena. Suplemen ini memiliki kandungan nutrisi buah dan sayuran paling lengkap untuk membantu mengatasi berbagai macam penyakit sekaligus menjaga kesehatan. Lebih dari 1,4 juta orang di seluruh dunia telah mengkonsumsi produk dengan kandungan Lutein nomor satu di Jepang ini.

Mengapa harus Super Lutein (S. Lutena)? Peranan Super Lutein (S.Lutena) sebagai herbal untuk Membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam super lutein (S.Lutena) yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

Anda hanya perlu 1 botol S Lutena untuk memperoleh 11 gizi yang paling penting diperlukan tubuh sehari-hari yg tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia Anda.

S-Lutena juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mataKatarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Minus / Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Penyebab Penyakit Liver Kronis

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | Leave a comment

Perlemakan Hati Alkoholik

Perlemakan Hati Alkoholik

 

Perlemakan Hati Alkoholik – Hati merupakan organ terbesar kedua di tubuh manusia, hati juga merupakan salah satu organ terkompleks selain otak. Hati berfungsi untuk memproses apa yang kita makan atau minum, dan menyaring zat racun yang beredar dalam darah, mengatur metabolisme gula, dan membantu melawan infeksi. Proses ini dapat terganggu apabila terlalu banyak lemak dalam hati. Dalam kondisi normal lemak dapat ditemukan dalam hati, namun apabila jumlah lemak dalam hati sudah mencapai 5-10% maka fungsi hati dapat terganggu.

Perlemakan Hati Alkoholik

Hati merupakan organ yang bisa memperbaiki dan meregenerasi sel baru apabila terdapat kerusakan, tetapi kebiasaan buruk yang terus menerus dan kronis seperti konsumsi alkohol dapat menyebabkan kemampuan regenerasi hati terganggu sehingga dapat timbul kerusakan hati yang parah. Perlemakan hati alias fatty liver adalah kondisi yang sering ditemukan, namun gejala perlemakan hati ini biasanya baru timbul ketika penyakit mulai memberat.

Bagaimana proses terjadinya fatty liver atau perlemakan hati akibat alkohol?

Setelah dikonsumsi, alkohol akan masuk ke dalam aliran darah, kemudian dicerna di hati agar tidak membahayakan organ lain. Saat mencerna alkohol, ada sebagian sel hati yang rusak dan mati. Kebiasaan minum alkohol yang kronis dapat menyebabkan kerusakan hati, akibatnya hati tidak bisa melakukan fungsinya, salah satunya yaitu mencerna lemak, sehingga lemak menumpuk di hati dan timbullah fatty liver.

Dalam 1 botol bir atau 4 gelas wine, terkandung 12 g alkohol. Ambang batas konsumsi alkohol sebagai faktor risiko fatty liver adalah lebih dari 60-80 g per hari selama sepuluh tahun bagi laki-laki, dan 20-40 g per hari bagi perempuan. Konsumsi hingga 160 g per hari dapat menimbulkan risiko sirosis hati hingga 25 kali lipat.

Penyebab Perlemakan Hati Alkoholik

Beberapa Penyakit Pada Organ Hati memang disebabkan oleh asupan makanan yang kita makan, seperti perlemakan hati alkoholik ini. Penyakit perlemakan hati sebenarnya memiliki dua penyebab utama yaitu akibat mengkonsumsi terlalu banyak alkohol atau alkoholik dan perlemakan hati bukan karena konsumsi alkohol atau non alkoholik.  Namun akhir-akhir ini perlemakan hati alkoholik lebih banyak diderita oleh masyarakat Indonesia khususnya orang-orang yang tinggal di perkotaan. Itu karena mereka lebih mudah membeli dan mengkonsumsi alkohol dibandingkan masyarakat yang tinggal di pinggiran kota atau daerah-daerah kecil lainnya.

Seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya bahwa perlemakan hati alkoholik merupakan penyakit yang menyerang organ hati akibat banyaknya timbunan lemak karena konsumsi alkohol secara berebihan. Sejatinya di Indonesia penggunaan alkohol sudah di batasi dengan beberapa peraturan pemerintan tantang dosis dan siapa saja yang boleh mengkonsumsi alkohol tersebut. Alkohol sendiri merupakan bahan utama dari minuman keras seperti bir, whisky, brendi, dan anggur dalam jumlah kadar yang berbeda-beda.

Jika dampak panjangnya alkohol dapat merusak beberapa oragan tubuh terutama hati, dampak pendek mengkonsumsi alkohol untuk tubuh adalah memabukkan dan memberikan rasa panas dalam tubuh. Kedua hal tersebut sebenarnya tidak ada yang positif. Karena itu pemerintah Indonesia bahkan agama malarang mengkonsumsi alkohol. Awalnya mengkonsumsi alkohol adalah kebiasaan orang-orang yang tinggal di negara barat. Itu bertujuan untuk menghangatkan tubuh disaat musim dingin tiba. Namun lama kelamaan penelitian menyebutkan bahwa mengkonsumsi alkohol memberikan lebih banyak dampak negative dibandingkan positifnya.

Gejala Perlemakan Hati Alkoholik

Beberapa ciri atau gejala perlemakan hati alkoholik yang disebut juga dengan fatty liver pada penderita alkoholik dan non alkoholik sebenarnya hampir sama. Namun, untuk penderita perlemakan hati alkoholik pada umumnya tidak menimbulkan gejala. Lemak yang menumpuk di hati sebenarnya dapat menghilang dengan sendirinya jika diikuti dengan berhenti mengkonsumsi alkohol. Beberapa gejala seperti hilangnya nafsu makan dan kurangnya konssentrasi akibat perlemakan hati itu akan hilang sekitar 2 minggu setelah berhenti total konsumsi alkohol.

Walaupun demikian penderita perlemakan hati alkoholik akan memiliki resiko lebih banyak merusak organ tubuh lainnya selain hati seperti jantung dan sel. Itu karena etanol atau alkohol yang masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi metabolisme tubuh. Dimana etanol yang masuk akan dimetabolisme di dalam organ hati menjadi ion hydrogen. Ion hydrogen akan mempengaruhi membrane sel dan memberikan efek racun serta mengakibatkan kerusakan sel dan jantung.

Cara Mengatasi Perlemakan Hati Alkoholik

Cara mengatasi perlemakan hati alkoholik yaitu berhenti minum alkohol, nutrisi yang cukup, dan istirahat total di tempat tidur terbukti efektif untuk mengurangi gejala. Transplantasi liver mungkin diperlukan apabila kerusakan hati sudah sampai ke tahap sirosis dan gejala tidak membaik dengan puasa alkohol.

Berhenti meminum alkohol tidaklah mudah, sekitar 70% penderita kerusakan hati karena alkohol merupakan seorang pecandu alkohol. Gejala withdrawal alias sakau biasanya muncul dalam 48 jam pertama setelah berhenti minum alkohol, dan biasanya membaik dalam waktu 3-7 hari. Ketika sudah berhenti minum, kadang dibutuhkan terapi psikologi agar penderita tidak minum alkohol kembali, dan jika dirasa belum efektif, dokter akan meresepkan beberapa obat untuk membantu agar penderita tidak meminum alkohol lagi.

Mengobati Perlemakan Hati Alkoholik

Perlemakan hati alkoholik memang berbahaya, hal itu apabila anda tidak melakukan pengobatan dan penangannya yang tepat. Dan salah satu pengobatan hemokromatosis yang tepat adalah dengan  rutin mengkonsumsi S.Lutena.

S.LUTENA adalah suplemen gizi yang kaya akan karotenoid (beta-karotin) dengan manfaat yang sebanding dengan mengkonsumsi sayuran berwarna merah, kuning, oranye, serta sayuran berwarna hijau. S Lutena ini menyediakan suplemen yang tepat untuk mereka yang tidak dapat mengkonsumsi jumlah nutrisi yang dibutuhkan sehari-hari karena berbagai alasan kesibukan.

S Lutena diproduksi menggunakan metode pengolahan teknologi melalui proses ionisasi (Ionized Purifiying) & kristalisasi, sehingga kandungan penting dalam buah dan sayuran yang diekstrak (buah & sayuran berwarna merah, kuning, oranye dan hijau gelap) tidak mengalami kerusakan.

Anda hanya perlu 1 botol S Lutena untuk memperoleh 11 gizi yang paling penting diperlukan tubuh sehari-hari yg tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia Anda.

S-Lutena juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid/Haid Tidak Normal, Borok/Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mataKatarak, Rabun Jauh/Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Minus/Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Perlemakan Hati Alkoholik

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Kanker Hati Stadium Awal Yang Harus Diwaspadai

Gejala Kanker Hati Stadium Awal Yang Harus Diwaspadai

 

Gejala Kanker Hati Stadium Awal – Kanker hati adalah penyakit mematikan karena bisa menyebabkan kematian, untuk itu penting bagi kita untuk mengetahui dan mencari tahu tentang gejala kanker hati stadium awal dengan kita mampu mendeteksi gejala awal maka hal buruk yang bisa terjadi bisa dihindari serta pengobatan kanker hati yang dijalankan akan lebih mudah, dengan begitu maka peluang untuk sembuh lebih besar.

Gejala Kanker Hati Stadium Awal Yang Harus Diwaspadai

Gejala Kanker Hati Stadium Awal Yang Harus Diwaspadai

Hingga saat ini penyebab pasti akan munculnya kanker hati, belum diketahui secara pasti namun ada faktor yang bisa memicu dan meningkatkan resiko kanker hati yakni terjadinya kerusakan jaringan sel-sel hati akibat penyakit hepatitis B atau hepatiti C yang berkembang menjadi penyakit sirosis hati.

Selain itu kebiasaan buruk mengkonsumsi alkohol secara berlebihan dan terus menerus juga bisa menyebabkan kanker hati, tidak hanya itu kelebihan berat badan juga bisa menjadi faktor pemicu timbulnya kanker hati karena berkaitan erat dengan penyakit perlemakan hati non alkoholik (Non Alcoholic Fatty Liver Disease = NAFLD).

Mengingat kanker hati adalah penyakit mematikan dan perlu mendapatkan penanganan yang intensif maka sangat penting bagi kita untuk mengenal gejala kanker hati stadium awal, dimana pada stadium ini penyakit kanker hati belum terlalu parah sehingga pengobatan yang dilakukan bisa lebih efektif.

Berikut ini adalah beberapa gejala kanker hati stadium awal yang umumnya terjadi dan perlu diwaspadai, yakni :

  1. Lidah Pahit

Organ hati yang mulai mengalami kerusakan menandai bahwa sel kanker mulai menyebar. Meski masih awal dan berukuran kecil sel kanker ini dapat dengan cepat menyebar ke organ lainnya apalagi bila sudah merambah ke empedu. Empedu yang sudah rusak karena terkena sel kanker akan menaikkan kadar asam lambung sehingga menyebabkan mual dan kadang disertai rasa pahit di sekitar lidah.

  1. Nyeri Perut

Perut akan mengalami nyeri yang berbeda dari biasanya karena tekanan yang disebabkan oleh penyebaran sel kanker. Pada kondisi ini sel kanker semakin menyebar dengan cepat disertai dengan rasa penuh pada perut dan mengurangi rasa lapar. Sehingga wajar dalam kondisi ini pula nafsu makan anda akan berkurang.

  1. Nafsu Makan Berkurang

Nafsu makan yang berkurang adalah akibat tingginya kadar asam lambung yang terbentuk dari kerusakan organ hati pada waktu awal sel kanker menyebar. Kondisi ini terkadang juga menimbulkan rasa mual serta muntah yang sangat mengganggu aktifitas makan penderita. Tahap ini biasanya dianggap sebagai penyebab penyakit yang sepele, namun sebenarnya pada kondisi inilah sel kanker menyerang tubuh. Jika penderita semakin tidak bernafsu makan akan lebih mudah sel kanker tumbuh karena tubuh dalam kondisi lemah.

  1. Nyeri Ulu Hati

Sejauh ini tidak banyak diketahui penyebaran sel kanker yang dapat dengan cepat menuju ke organ lain hanya dalam waktu beberapa minggu saja ternyata disebabkan oleh penanganan yang tidak segera dilakukan saat merasakan nyeri pada ulu hati. Nyeri pada bagian ini biasanya dianggap bagian dari penyakit maag akut. Anggapan semacam ini akan mengakibatkan rasa nyeri terus berlanjut sementara sel kanker tetap menyebar dan menekan organ hati. Bahkan disertai dengan pembengkakan yang akan menekan paru-paru. Terkadang kondisi ini juga disertai dengan sesak napas bagi penderita.

  1. Bengkak Kaki dan Tangan

Kondisi organ yang tidak normal lainnya dapat diketahui saat beberapa bagian tubuh mengalami pembengkakan. Khususnya pada kaki dan tangan. Pembengkakan tersebut dapat berlangsung cukup lama tanpa disertai penyebab yang jelas.

  1. Penyakit Kuning

Penyebab utama kanker hati biasanya diawali dengan riwayat pasien yang pernah mengalami hepatitis atau gangguan liver. Riwayat kedua penyakit tersebut sangat berkaitan dengan terjadinya disfungsi organ hati, sehingga memerlukan penanganan dan perhatian khusus. Racun yang bersarang dalam tubuh dan seharusnya dinetralisir oleh hati justru semakin menyerang tubuh karena fungsi hati yang tidak optimal. Kondisi ini akhirnya mengakibatkan cairan empedu yang bercampur dengan darah dan menjadikan beberapa bagian seperti bola mata, kuku menjadi berwarna kekuningan atau biasa disebut penyakit kuning.

  1. Berat Badan Menurun

Gejala yang berkaitan dengan berat badan yang menurun secara tiba-tiba sebenarnya merupakan pengaruh dari nyeri pada lambung dan ulu hati yang akhirnya memunculkan rasa mual dan berkurangnya nafsu makan. Kondisi tersebut yang mengakibatkan berat badan menurun secara cepat. Apalagi sistem metabolisme tubuh kurang optimal akibat sel kanker yang bersarang di organ dalam paling vital yaitu hati.

  1. Komplikasi

Komplikasi dengan penyakit lainnya kemungkinan besar akan terjadi. Terutama jika penderita memiliki riwayat penyakit tertentu seperti diabetes, gangguan liver, atau jantung. Hal tersebut dapat mengakibatkan adanya kerusakan yang lebih parah pada organ hati. Komplikasi akan semakin terlihat bersamaan dengan meningkatnya aktifitas sel kanker.

  1. Perubahan Warna Feses dan Urine

Fungsi hati yang sangat kompleks menyebabkan organ penting ini berpengaruh signifikan terhadap fungsi bagian tubuh yang lain. Fungsi hati yang paling penting adalah menyerap racun serta membantu metabolisme tubuh. Disfungsi pada hati dapat menyebabkan penyerapan nutrisi pada proses metabolisme kurang optimal, sehingga zat tersebut tidak terserap sempurna dan berakibat perubahan warna pada feses dan urin penederita karena gangguan pada ginjal.

  1. Kelelahan

Kelelahan dapat menjadi awal dari tanda penyakit kanker. Pada stadium awal, penderita akan merasakan sesak pada bagian ulu hati yang mengakibatkan rasa nyeri sehingga enggan beraktifitas. Badan juga akan terasa lebih mudah lelah dari biasanya, sambil sesekali pandangan matanya berkunang-kunang. Ini tanda awal tumor yang mulai tumbuh pada bagian tubuh.

Demikianlah informasi singkat tentang gejala kanker hati stadium awal ini. Semoga bermanfaat …

Gejala Kanker Hati Stadium Awal Yang Harus Diwaspadai

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Hemokromatosis, Penyakit Kelebihan Zat Besi

Hemokromatosis, Penyakit Kelebihan Zat Besi

 

Obat LiverHemokromatosis adalah kelainan metabolis, di mana tubuh menyimpan terlalu banyak zat besi. Pada dasarnya zat besi merupakan nutrisi penting yang sumbernya berasal dari aneka jenis makanan. Zat besi ini kemudian bertugas membawa oksigen di dalam hemoglobin darah.

Akan tetapi, jumlah zat besi yang terlalu banyak di dalam tubuh justru mengganggu. Bila tidak diatasi, penumpukan ini dapat merusak sendi, organ tubuh, atau bahkan menyebabkan kematian.

Hemokromatosis, Penyakit Kelebihan Zat Besi

Kebanyakan penderita gangguan ini adalah keturunan Kaukasia, namun hanya sebagian kecil penderita yang kondisinya serius. Hemochromatosis lebih cenderung menjadi serius pada pria dan gejalanya biasanya muncul pada usia paruh baya.

Gejala Hemokromatosis

Hemokromatosis biasanya tidak langsung menimbulkan gejala. Gejala baru akan muncul setelah penumpukan zat besi mencapai batas tertentu. Gejala-gejalanya  antara lain:

  • Sering merasa lelah dan lemas.
  • Nyeri sendi.
  • Nyeri perut.
  • Berat badan menurun.
  • Sulit ereksi (bagi pria).
  • Menstruasi tidak lancar atau berhenti (bagi wanita).
  • Sering buang air kecil.

Dalam jangka panjang, penderita dapat mengalami gejala lanjutan seperti:

  • Kulit menjadi lebih gelap,dan bersifat permanen.
  • Sering merasa haus dan sering buang air kecil.
  • Pembengkakan pada perut, tangan, hingga kaki.
  • Napas pendek.
  • Nyeri dada.
  • Nyeri hebat dan kaku pada sendi dan jari.
  • Diabetes.
  • Gagal hati.
  • Denyut jantung tidak beraturan (aritmia).
  • Gagal jantung.
  • Penurunan gairah
  • Penyusutan testis.

Penyebab Hemokromatosis

Tubuh memerlukan zat besi untuk memproduksi hemoglobin dalam sel darah merah yang berfungsi untuk mengikat dan mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. Zat besi diserap dari makanan yang dikonsumsi, sesuai kebutuhan. Umumnya hanya 8-10% zat besi dari makanan yang diserap oleh tubuh. Sedangkan pada penderita hemokromatosis, penyerapan zat besi bisa sampai 4 kali lipat dari normal. Selain itu, terdapat juga gangguan pada proses pengangkutan zat besi di dalam tubuh, yang berkaitan dengan kerja hormon hepcidin. Pengangkutan zat besi oleh ferroportin dihambat oleh hepcidin, sehingga  zat besi tidak dapat dimetabolisme dan dikeluarkan dari dalam tubuh. Apabila penumpukan zat besi ini terjadi dalam jangka waktu lama, akan mengakibatkan kerusakan fatal pada berbagai organ tubuh.

Berdasarkan penyebabnya, penyakit hemokromatosis dikelompokan menjadi dua, yaitu primer dan sekunder.

Hemokromatosis Primer

Hemokromatosis primer disebabkan oleh mutasi gen HFE yang berfungsi mengatur jumlah penyerapan zat besi oleh tubuh. Terdapat 2 jenis mutasi gen HFE, yaitu C282Y dan H63D.

Hemokromatosis akan muncul apabila seseorang mewarisi kelainan genetik ini dari kedua orangtuanya (ayah dan ibu), dan pasti akan menurunkan kelainan ini ke anaknya.

Sementara apabila seseorang mewarisi kelainan ini hanya dari salah satu orangtua (ayah saja atau ibu saja), maka dia hanya merupakan pembawa sifat (carrier) yang bisa saja tidak menunjukkan gejala apapun, namun berpotensi menurunkan kelainan ini ke anaknya.

Ada 2 jenis hemokromatosis primer khusus yang perlu diketahui, yaitu:

  • Juvenile hemochromatosis. Kondisi ini disebabkan oleh mutasi gen hemojuvelin, bukan pada gen HFE. Gejala muncul lebih awal, yaitu antara usia 15 sampai 30 tahun.
  • Neonatal hemochromatosis. Penimbunan zat besi yang parah sehingga menyebabkan kerusakan hati pada bayi baru lahir, dan biasanya berujung pada kematian.

Hemokromatosis Sekunder

Dikatakan hemokromatosis sekunder apabila kelainan penyerapan dan penimbunan zat besi dalam tubuh disebabkan oleh adanya faktor atau gangguan lain, seperti:

  • Anemia.
  • Sering melakukan transfusi darah (khususnya pada penderita anemia bulan sabit dan talasemia).
  • Dialisis atau cuci darah pada organ hati.
  • Penyakit hati kronis.
  • Terlalu banyak mengonsumsi alkohol.

Risiko terkena hemokromatosis sekunder meningkat jika ada riwayat penyakit diabetes dan jantung dalam keluarga. Selain itu, mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin C dan zat besi dalam jangka watu lama juga dapat meningkatkan penyerapan dan penimbunan zat besi oleh tubuh.

Hemokromatosis memang berbahaya, hal itu apabila anda tidak melakukan pengobatan dan penangannya yang tepat. Dan salah satu pengobatan hemokromatosis yang tepat adalah dengan  rutin mengkonsumsi S.Lutena.

S LUTENA adalah suplemen gizi yang kaya akan karotenoid (beta-karotin) dengan manfaat yang sebanding dengan mengkonsumsi sayuran berwarna merah, kuning, oranye, serta sayuran berwarna hijau. S Lutena ini menyediakan suplemen yang tepat untuk mereka yang tidak dapat mengkonsumsi jumlah nutrisi yang dibutuhkan sehari-hari karena berbagai alasan kesibukan.

S Lutena diproduksi menggunakan metode pengolahan teknologi melalui proses ionisasi (Ionized Purifiying) & kristalisasi, sehingga kandungan penting dalam buah dan sayuran yang diekstrak (buah & sayuran berwarna merah, kuning, oranye dan hijau gelap) tidak mengalami kerusakan.

Anda hanya perlu 1 botol S Lutena untuk memperoleh 11 gizi yang paling penting diperlukan tubuh sehari-hari yg tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia Anda.

Mengapa harus Super Lutein (S. Lutena)? Peranan Super Lutein (S.Lutena) sebagai herbal untuk Membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam super lutein (S.Lutena) yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

S-Lutena juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid/Haid Tidak Normal, Borok/Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mataKatarak, Rabun Jauh/Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Minus/Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Hemokromatosis, Penyakit Kelebihan Zat Besi

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit Liver Yang Harus Diwaspadai

Gejala Penyakit Liver Yang Harus Diwaspadai

 

Gejala Penyakit Liver – Hati adalah organ terbesar dalam tubuh yang terletak di bagian kanan atas perut di bawah diafragma. Hati adalah organ berwarna cokelat kemerahan, memiliki pernanan penting dalam tubuh yang membantu dalam pencernaan makanan, dan regulasi kadar kimia dalam darah. Hati menghasilkan cairan empedu yang membawa serta limbah-limbah dari hati, lebih lanjut cairan empedu ini berguna untuk mencerna lemak yang kita makan. Hati mengkonversi kelebihan glukosa menjadi glikogen sebagai cadangan energi, yang dapat dikonversi kembali menjadi glukosa saat kadar gula darah dalam tubuh berkurang.

Gejala Penyakit Liver Yang Harus Diwaspadai

Gejala Penyakit Liver Yang Harus Diwaspadai

Penyakit liver atau penyakit hati tentu akan mempengaruhi fungsi hati dan menyebabkan kerusakan parah. Gejala penyakit liver pada tahap awal memang terjadi secara samar-samar, oleh sebab itu bagi yang tidak sensitif atau tidak menghiraukannya bisa jatuh ke dalam gangguan liver yang berat.

Tanda-tanda dan gejala liver ada banyak sekali, karena memang ada banyak kondisi yang dapat menyebabkan masalah atau penyakit pada hati. Dengan mengenali gejala penyakit liver sejak dini dan melakukan pengobatan dengan tepat, maka hal itu akan sangat berpengaruh terhadap kesembuhan, kita pun dapat mencegah agar jangan sampai penyakit liver berkembang menjadi parah.

Dalam hal penangananpun tidak semua jenis penyakit liver dapat diobati, kondisi penyakit hati yang berat seperti sirosis hati dan juga kanker hati tidak hanya membutuhkan obat-obatan, tetapi juga membutuhkan perawatan yang luar biasa sulit bahkan tak jarang pasien harus menjalani cangkok hati (transplantasi). Itulah kenapa penting sekali untuk menjaga hati kita agar selalu sehat, kalaupun sudah terkena jangan sampai kita kecolongan. Caranya bagaimana? dengan mengenali gejala penyakit liver sejak dini. Berikut beberapa gejala penyakit liver yang harus Anda waspadai dan kenali sejak dini :

  1. Nyeri Sendi

Gejala penyakit liver yang pertama adalah nyeri sendi. Umumnya nyeri sendi bisa dialami semua orang, terutama bagi mereka yang sering melakukan aktivitas fisik terlalu sering. Namun jika Anda mengalami nyeri sendi disertai dengan mual, muntah, hilang nafsu makan, dan sering lelah sebaiknya Anda mewaspadainya. Sebab hal tersebut merupakan gejala umum dari penyakit hepatitis autoimun. Lalu apa itu hepatitis autoimun? Hepatitis autoimun adalah suatu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel dan jaringan Anda sendiri.

  1. Perut Terasa Sakit dan Mengalami Pembengkakan

Gejala penyakit liver yang kedua adalah perut terasa sakit dan mengalami pembengkakan. Jika sudah begini,  mungkin hati Anda sudah dalam tahap bahaya. Sehingga Anda harus membawanya ke klinik setempat. Perlu Anda ketahui pula bahwa hati menempati sebagian besar rongga perut Anda. dan perlemakan biasanya ada di sisi kanan.

  1. Mata dan Kulit Menguning

Gejala penyakit liver yang perlu diwaspadai selanjutnya adalah mata dan kulit menguning. Hati yang tidak sehat, memiliki masalah dalam membuang bilirubin (senyawa yang berwarna kekuningan). Dan ketika tubuh memecah sel-sel darah tua, salah satu produk sisa yang diciptakan adalah bilirubin.

Ketika hati sakit dan tidak berfungsi dengan normal, hati tidak bisa mengeliminasi bilirubin. Sehingga akhirnya mengubah warna kulit dan mata menjadi kuning. Sebagai tambahan, warna urine dan kotoran yang gelap dan keruh juga merupakan tanda-tanda penyakit kuning.

  1. Kebingungan

Berikutnya adalah penderita mengalami kebingungan. Hati yang tidak berfungsi dengan baik akan menyebabkan penumpukan zat tembaga dalam darah dan otak. Hal ini dapat menyebabkan kebingungan yang mirip dengan gejala alzheimer. Biasanya, gejala yang satu ini akan muncul jika penyakit hati sudah ada pada stadium lanjut.

  1. Bercak Pada Kulit

Hati yang sudah tidak berfungsi juga tidak bisa membersihkan darah dengan benar. Sehingga seseorang yang menderita penyakit liver akan mengalami masalah pembekuan darah di dekat permukaan kulit. Biasanya hal ini akan menimbulkan noda kulit besar yang menyerupai laba-laba atau tanda bintang atau yang biasa disebut angioma spider. Angioma spider umumnya muncul di dada.

  1. Urine Berwarna Gelap

Perhatikan warna urine, jika pekat kecokelatan seperti teh yang terlalu lama diseduh artinya gejala penyakit liver dialami oleh Anda. Warna ini terjadi karena racun di dalam tubuh tidak dapat dikeluarkan secara alami ketika buang air kecil.

  1. Hilang Nafsu Makan

Kondisi ini membuat berat badan menurun drastis. Asupan nutrisi yang kurang juga membuat tubuh cepat lemah, letih, dan daya tahan tubuh menurun.

  1. Lemah Otot

Yang terakhir adalah lemah otot.  ketika lengan menjadi lemah, pergelangan kaki bengkak dan perut membesar hal ini disebabkan karena adanya ketidakseimbangan cairan  dalam tubuh karena hati yang sakit. Kelemahan otot ini juga dapat muncul di atas pipi dan di sekitar pelipis.

Nah itulah beberapa gejala penyakit liver yang perlu Anda waspadai. Gejala seperti kerusakan otot dan kebingunan menandakan bahwa penyakit hati sudah sampai pada tahap stadium lanjut.

Mencegah Penyakit Liver

Seperti  diberitahukan sebelumnya bahwa gejala penyakit liver stadium awal sulit untuk dideteksi, namun Anda bisa mengantisipasi gejala penyakit liver dengan menghindari hal-hal ini:

  • Alkohol yang Berlebihan

Tubuh Anda memiliki kadar toleransi makanan dan minuman untuk di konsumsi. Jika jumlahnya berlebihan dan dalam jangka waktu lama tentu saja bisa menyebabkan pembengkakan hati. Selain alkohol, konsumsi obat-obatan kimia dalam jumlah berlebihan juga bisa memberatkan kerja hati.

  • Hindari Obesitas

Beberapa dari Anda mungkin saja ada yang terobsesi untuk memiliki tubuh kurus, namun apakah tubuh kurus berarti sehat? Sebaiknya, ubah tujuan utama Anda untuk menurunkan berat badan yaitu untuk hidup lebih sehat. Tubuh yang tampak kurus hanyalah keuntungan lain dari ‘cita-cita’ menurunkan berat badan. Karena tingginya kadar lemak yang tertimbun pada sel-sel hati akhirnya akan menggangu fungsi hati.

  • Hidup Sehat

Ajuran ini sepertinya tidak pernah kadaluarsa. Menerapkan pola hidup sehat memang sangat penting. Mulai dari konsumsi makanan sehat, istirahat cukup, menghindari stress, hingga rutin berolahraga akan Anda rasakan manfaatnya untuk jangka pendek dan jangka panjang.

Dengan kesibukan yang luar biasa, ada baiknya untuk selalu menjaga kesehatan terutama organ-organ yang sifatnya vital bagi tubuh seperti hati. Semoga lewat artikel mengenai gejala penyakit liver ini, Anda dapat menjaga kondisi hati Anda agar selalu sehat, apabila sudah terlanjur terkena gangguan hati agar dapat mengurangi resiko dan mengatasinya.

Gejala Penyakit Liver Yang Harus Diwaspadai

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Ciri Penyakit Sirosis Hati

Ciri Penyakit Sirosis Hati

 

Ciri Penyakit Sirosis Hati – Sirosis adalah kondisi terbentuknya jaringan parut di hati akibat kerusakan hati jangka panjang (kronis). Penyakit ini berkembang secara perlahan dan mengakibatkan jaringan yang sehat digantikan oleh jaringan parut. Jaringan parut akan menghambat aliran darah yang melewati hati sehingga kinerja hati menjadi terganggu atau bahkan terhenti.

Mencegah Gejala Penyakit Liver

Kerusakan pada hati yang disebabkan oleh sirosis tidak bisa diperbaiki dan bahkan bisa menyebar lebih luas dan menyebabkan hati tidak bisa berfungsi dengan baik. Kondisi inilah yang sering disebut dengan istilah gagal hati. Sebelum sirosis menyebabkan gagal hati, perkembangannya berlangsung selama bertahun-tahun. Umumnya, penanganan dilakukan hanya untuk memperlambat perkembangan penyakitnya.

Hati adalah organ padat paling besar yang berada di dalam tubuh manusia. Hati memiliki banyak fungsi penting bagi tubuh, berikut ini beberapa fungsi hati di dalam tubuh.

  • Menyimpan nutrisi berlebih dan mengembalikan sebagian nutrisi ke dalam aliran darah.
  • Memproduksi protein dalam darah untuk membantu penggumpalan, pengiriman oksigen, dan fungsi kekebalan tubuh.
  • Membantu menyimpan gula dalam bentuk glikogen.
  • Menyingkirkan unsur berbahaya dalam aliran darah, termasuk di antaranya minuman keras dan obat-obatan.
  • Menghancurkan lemak jenuh dan menghasilkan kolesterol.
  • Memproduksi cairan empedu, yaitu unsur yang dibutuhkan untuk mencerna makanan.

Pada dasarnya, hati adalah organ yang sangat tangguh karena dapat terus bekerja meski dalam keadaan rusak. Hati akan berusaha memperbaiki dirinya sendiri hingga organ ini benar-benar rusak dan tidak bisa berfungsi lagi.

Ciri Penyakit Sirosis Hati

Dalam tahap awal penyakit sirosis hati tidak akan menimbulkan ciri penyakit sirosis hati apapun, sehingga pasien yang mengalami sirosis ringan tidak sadar kalau dirinya terkena sirosis. Dibutuhkan waktu yang lama dari sirosis ringan untuk menjadi sirosis kronis. Saat sirosis masih ringan, hati sudah mengalami disfungsi. Berikut ini berbagai macam ciri penyakit sirosis hati :

  1. Merasakan Nyeri Perut

Nyeri perut juga salah satu tanda atau ciri penyakit sirosis hati. Penyebabnya adalah cairan di perut menumpuk sehingga bisa menyebabkan kurang dan terhambatnya aliran darah ke seluruh tubuh sehingga perut pun akan terasa nyeri hebat.

  1. Mual

Mual adalah salah satu ciri penyakit sirosis hati. Hal itu dikarenakan nyeri perut akibat cairan yang menumpuk di perut bisa membuat kantung empedu tertekan. Kantung empedu yang tertekan bisa membuat seseorang terkena mual.

  1. Mudah Lelah

Penderita sirosis hati akan mudah lelah. Hal itu dikarenakan tersumbatnya aliran darah di tubuh sehingga energi yang dimiliki akan berkurang atau hanya sedikit.

  1. Tidak Nafsu Makan

Salah satu ciri-ciri seseorang menderita sirosis adalah kurangnya nafsu makan dan kehilangan nafsu makan. Penyebabnya adalah saat menelan makanan dan meminum sesuatu, penderita sirosis akan merasakan nyeri di ulu hatinya. Sehingga untuk menghindari rasa sakit di ulu hati itu penderita sirosis memilih untuk tidak makan. Rasa sakit tersebut juga berpengaruh pada nafsu makan penderita sirosis.

  1. Berat Badan Berkurang

Karena kehilangan nafsu makannya, penderita sirosis hati akan memiliki berat badan menurun. Kebanyakan penderita sirosis akan memiliki perut yang besar karena berisi banyak cairan dan berat badan semakin lama semakin menurun. Pada kasus penderita sirosis yang parah, akan terlihat seperti pasien mal nutrisi atau gizi buruk.

  1. Gangguan Pencernaan

Banyaknya cairan yang ada di dalam perut penderita sirosis hati akan menyebabkan terganggunya sistem pencernaan di dalam perut tersebut.

  1. Perdarahan

Sirosis hati akan menyebabkan pendarahan, terutama pada bagian perut. Penyebabnya adalah virus hepatitis telah menyebabkan kerusakan dan gangguan di bagian saluran pencernaan esophagus. Kerusakan sistem pencernaan yang parah bisa menyebabkan pendarahan di bagian perut.

  1. Gatal

Penderita sirosis hati akan mengalami perubahan hormon di dalam tubuhnya. Akibatnya adalah dia akan mengalami gatal-gatal di seluruh tubuhnya. Banyak penderita sirosis yang meminta bantuan orang lain untuk menggarukkan bagian tubuhnya yang terasa gatal tersebut.

  1. Anemia

Sirosis hati yang sampai menimbulkan pendarahan bisa menyebabkan penderitanya terkena anemia. Hal itu disebabkan penderita sirosis hati mengalami banyak zat besi yang keluar bersama dengan pendarahan yang dialaminya.

  1. Muntah Darah

Penderita sirosis hati akan mengalami muntah darah berupa darah merah segar bersamaan dengan gumpalan-gumpalan darah merah. Hal itu disebabkan oleh pendarahan dan gangguan pencernaan yang dialami oleh penderita sirosis hati. Muntah darah tersebut juga merupakan akibat dari kandungan asam pada darah.

  1. Feses Hitam

Perubahan feses pun akan dialami oleh penderita sirosis. Penyebabnya adalah feses dari penderita sirosis bercampur dengan bakteri. Bakteri itulah yang mengubah warna berubah menjadi hitam.

  1. Hilang Kesadaran

Salah satu hal yang menjadi tanda atau gejala sirosis hati adalah sering mengalami pingsan. Penyebabnya adalah penderita sirosis akan mengalami tekanan darah yang akan menurun drastis. Penderita sirosis hati juga memiliki tekanan darah rendah. Darah rendah tersebutlah yang menyebabkan penderita sirosis hati akan mudah pingsan.

  1. Menstruasi Ekstrem

Pada wanita yang mengalami sirosis akan mengalami menstruasi yang ektrem. Hal itu dikarenakan pembekuan darah menjadi terganggu dan menstruasi yang dialami penderita sirosis itu mengalami pendarahan di dalam rahimnya.

  1. Pendarahan Gusi

Untuk stadium lanjut, sirosis kronis bisa menyebabkan pendarahan di gusi. Hal itu dikarenakan pembekuan darah pada penderita sirosis mengalami gangguan, pembuluh darah di bagian gusi juga mengalami gangguan.

  1. Esofagus Varises

Ciri penyakit sirosis hati yang paling mengerikan adalah adanya esofagus varises. Esofagus itu adalah gejala pecahnya dinding pembuluh darah pada penderita sirosis kronis sehingga penderita tersebut mengalami pendarahan gastrointestinal.

Ciri Penyakit Sirosis Hati

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penularan Hepatitis, Waspadai !!

Penularan Hepatitis, Waspadai !!

 

Penularan Hepatitis – Penyakit hepatitis seringkali dianggap menjadi penyakit yang dikesampingkan bahayanya. Padahal prevalensi penderitanya terus bertambah dan tergolong penyakit dengan angka kematian yang tinggi. Masyarakat mengenal hepatitis terbagi menjadi hepatitis A, B, dan C.

Penularan Hepatitis

Penularan Hepatitis

Pada dasarnya semua hepatitis berbahaya,namun jumlah penderita hepatitis B paling banyak. Di Indonesia virus yang paling banyak ditemui sebagai penyebab hepatitis adalah virus hepatitis A, B dan C. Lalu sebetulnya bagaimana cara penularan hepatitis A, B, dan C kepada manusia? Berikut adalah beberapa cara penularan hepatitis :

  1. Berhubungan Intim

Khusus untuk hepatitis B, ketika berhubungan intim dengan penderitanya, maka risiko tertular virus hepatitis B pun meningkat. Ini karena diketahui bahwa virus tersebut penularannya bisa lewat cairan vagina, darah, atau air mani orang yang sudah terkena infeksinya. Penularan mealui cairan sudah sangat umum, maka hendaknya memerhatikan hal ini.

Bila hendak melakukan hubungan seksual, akan lebih baik jika dapat melindungi diri dengan cara menggunakan kondom berbahan lateks. Atau supaya infeksi dapat dicegah, vaksinasi juga bisa menjadi solusinya. Dengan cara-cara tersebut, infeksi bisa terminimalisir apabila pasangan tengah terkena infeksi hepatitis.

  1. Makanan serta Minuman

Cara penularan dan penyebaran virus hepatitis, khususnya hepatitis A rupanya dapat terjadi lewat makanan dan minuman. Bahkan ketika mengonsumsi buah-buahan segar berikut sayuran pun bisa saja malah memicu infeksi virus. Makanan dan minuman yang sudah terkena kontaminasi virus hepatitis A adalah yang paling berbahaya dan bisa menyebar serta menular cukup cepat.

Itulah sebabnya, sangat penting untuk mencuci buah secara sempurna sebelum Anda mengonsumsi buah tersebut, terutama kalau ingin memakannya beserta kulit. Tak hanya dari makanan, minuman pun juga dapat menularkan virus, apalagi air yang juga sudah terkontaminasi. Sebaiknya hindari meminum air mentah; rebuslah dulu bila Anda mengambil air tanah atau air keran dan pastikan sampai mendidih sebelum mengonsumsinya.

  1. Tidak Menjaga Kebersihan Diri

Perlu diketahui bahwa virus hepatitis A pada dasarnya mampu bertahan hidup di luar tubuh cukup lama, yakni beberapa bulan. Maka menjaga kebersihan diri sangatlah penting demi menghindari virus tersebut. Dalam menjaga kebersihan diri, Anda perlu rajin mencuci tangan sesudah pemakaian kamar mandi.

Hal lainnya yang juga dianjurkan supaya kebersihan selalu terjaga adalah senantiasa membersihkan tangan setiap kali sehabis mengganti popok anak serta ketika hendak menyiapkan makanan. Cucilah tangan secara rajin khususnya sebelum makan dan minum, dan pastikan Anda memakai sabun antibakteri untuk itu. Hal ini bakal mampu mencegah penularan dari virus, khususnya virus hepatitis A.

  1. Peralatan Salon

Ketika Anda secara rutin pergi merawat diri ke salon, harap waspadai pula  segala alat yang digunakan di salon tersebut. Penularan virus hepatitis ternyata juga bisa terjadi melalui alat-alat yang digunakan di salon sekalipun. Selalu ada kemungkinan untuk peralatan salon terkontaminasi virus.

Penularan melalui peralatan manicure, pedicure serta alat-alat lainnya sangat memungkinkan untuk terjadi. Hal ini semakin kuat apabila peralatan sempat terkena darah dari penderita hepatitis. Terkadang hal seperti ini tentunya tak mampu kita hindari sekalipun berada di salon yang bereputasi baik, maka rajin-rajinlah mengecek kesehatan tubuh, khususnya bila gejala hepatitis mulai timbul.

  1. Penggunaan Barang yang Sama

Menggunakan barang milik penderita hepatitis atau memakai barang yang sama secara bergantian adalah cara termudah untuk penularan hepatitis. Virus hepatitis B dan C adalah yang paling umum ditularkan lewat penggunaan barang bersama. Maka hendaknya hati-hati dan hindari barang-barang yang sudah dipakai oleh penderita hepatitis.

Barang-barang yang dimaksud antara lain seperti halnya jarum, gunting kuku, pisau cukur, sikat gigi, serta benda-benda lainnya yang kiranya dapat terkontaminasi darah si penderita. Risiko infeksi dapat diminimalisir cukup dengan tidak menggunakan benda yang sama, maka urungkan niat untuk berbagi atau meminjam barang bila Anda tahu orang tersebut memiliki penyakit hepatitis.

  1. Peralatan untuk Menindik dan Tato

Ada sebagian orang yang berkeinginan untuk menindik bagian tubuh tertentu atau membuat tato. Ketika hendak melakukannya, seharusnya ada pertimbangan yang cukup banyak, termasuk juga kebersihan serta kesterilan dari alat-alat yang digunakan pada tempat tato maupun tindik yang Anda tuju.

Virus hepatitis B dan C diketahui bisa ditularkan lewat peralatan-peralatan tindik dan tato tersebut. Ini karena potensi di mana peralatan terkena darah lebih tinggi ketimbang peralatan salon maupun barang lainnya. Risiko semakin besar apabila peralatan yang sudah digunakan pada orang lain tak disterilisasi secara sempurna dan akhirnya bisa menulari pelanggan lainnya dengan gampang.

  1. Darah yang Sudah Terkontaminasi

Virus hepatitis dapat mengontaminasi berbagai cairan dalam tubuh kita, tak terkecuali pula darah. Khusus virus hepatitis B dan C, keduanya sangat mudah untuk menyebar di mana penularan infeksi juga bisa terjadi dari sang ibu ke bayinya pada proses kelahiran. Bahkan sepasang suami istri yang melakukan hubungan intim pun berpotensi besar.

Ketika seorang penderita hepatitis terluka, luka pada kulit ini bila berdarah dan darahnya mengenai orang lain pun juga berkemungkinan menyebarkan virus hepatitis. Itulah alasan mengapa penting untuk menjaga jarak dengan penderita hepatitis supaya kita tak mudah terkena infeksinya, terutama lewat darah dari luka atau ketika berhubungan seksual.

  1. Peralatan Dokter/Rumah Sakit

Virus hepatitis mampu menular juga lewat peralatan selain peralatan tato, tindik dan salon. Di rumah sakit atau pada klinik, alat-alat yang tak tersterilisasi dengan baik juga berpotensi tinggi memicu seseorang tertular hepatitis, khususnya hepatitis B dan C. Tempat-tempat ini memang dianggap begitu baik dan aman, namun kita tak pernah tahu seberapa steril rumah sakit yang dikunjungi.

Penularan virus hepatitis bisa terjadi lewat peralatan yang dipakai oleh dokter gigi, khususnya peralatan yang sudah terkontaminasi. Bahkan alat sterilisasi pun juga bisa terkontaminasi sehingga ini menaikkan risiko penularan. Transfusi darah juga adalah proses yang juga dapat menyebabkan penularan terjadi, apalagi kalau transfusi darah ikut terkontaminasi.

  1. Dari Ibu ke Anaknya

Seperti yang sudah disebutkan secara singkat sebelumnya, hepatitis bisa saja ditularkan oleh sang ibu ke anaknya, terutama para ibu yang sedang dalam masa kehamilan. Contohnya, ibu yang tengah mengandung lalu terinfeksi oleh virus hepatitis, maka ini akan otomatis mengenai atau menginfeksi janin secara lebih mudah.

Dari situlah sang ibu mampu menularkan virus ke sang anak. Oleh sebab itu, sebaiknya rajin-rajinlah mengonsultasikan kesehatan dengan dokter kepercayaan Anda selama masa kehamilan. Pastikan juga menjauhi penderita hepatitis serta barang-barang yang kiranya dipakai oleh penderita hepatitis. Hal ini akan meminimalisir risiko sang janin terserang virus hepatitis. Penularan Hepatitis

Penularan Hepatitis, Waspadai !!

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | Leave a comment

Makanan Penyebab Liver

Makanan Penyebab Liver

Makanan Penyebab Liver – Salah satu organ tubuh yang paling sibuk setiap hari adalah hati. Hati berfungsi menyaring racun dan membuat enzim. Hati bekerja sepanjang hari untuk memastikan tubuh kita mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan serta menjaganya dari racun, juga menyaring udara ketika kita bernafas.

Fungsi liver

  • Mendeteksi kasih racun racun yang terdapat di dalam tubuh
  • Berfungsi sebagai tempat penyimpanan vitamin dan mineral di dalam tubuh
  • Sebagai sintesis atau pembuatan protein dan juga pemecahan protein yang ada di dalam tubuh.
  • Sebagai pusat metabolisme di dalam tubuh
  • Membantu pengolahan makanan yang masuk ke dalam tubuh
  • Mengubah zat buangan dan racun untuk dikeluarkan dalam empedu dan juga urine
  • Memproduksi enzim dan juga hormon yang ada di dalam tubuh.

Ketika hati tidak bekerja dengan baik mungkin kita akan merasa lemah, murung, dan kembung. Dalam beberapa kasus, bahkan menjadi lebih sering lapar.

Menurut American Liver Foundation, penyakit hati yang tidak disebabkan mengkonsumsi alkohol menjangkiti satu dari empat orang di Amerika Serikat. Umumnya, bermula dari makanan yang menyebabkan penyakit degeneratif pada hati seperti makanan cepat saji, karbohidrat olahan, dan terlalu banyak gula.

Makanan Penyebab Liver

Untuk menjaga kesehatan liver maka kita perlu mengetahui makanan-makanan apa saja yang dapat menyebabkan dan juga makanan yang baik untuk penderita liver. Apa saja makanan penyebab liver ? Berikut adalah 10 Makanan Penyebab Liver, antara lain :

  1. Makanan berlemak tinggi
Makanan Penyebab Liver

Makanan Penyebab Liver

Makanan yang berlemak tinggi juga merupakan makanan yang perlu dihindari oleh penderita penyakit liver, adapun makanan-makanan yang memiliki lemak yang tinggi antara lain kari daging ayam, kari daging sapi, kari daging kambing, susu yang full cream, jeroan, keju, mentega jenis makanan makanan yang digoreng dan juga jenis makanan yang memiliki santan. Untuk menghindari penyakit liver anda perlu meminimalis mengkonsumsi makanan makanan yang berlemak tinggi. Selain itu Jika anda sudah menderita penyakit liver maka anda perlu menghindari makanan makanan tersebut.

  1. Beberapa jenis buah-buahan

Beberapa jenis buah-buahan yang dapat menyebabkan seseorang terkena liver, Adapun beberapa jenis buah-buahan yang perlu dihindari oleh seseorang yang mengalami penyakit liver. Buah-buahan yang menyebabkan seseorang terkena penyakit liver adalah buah durian, buah nangka, dan buah anggur. Untuk itu agar kita dapat terhindar dari penyakit liver  kita perlu menghindari buah-buahan seperti buah durian buah nangka dan juga buah anggur.

  1. Makanan yang memicu gas

Makanan yang memicu gas juga perlu dihindari agar tidak terkena penyakit liver, adapun makanan-makanan yang dapat memicu gas di dalam perut misalnya adalah lobak, buah mentimun, kacang merang, sayur Kol, dan sayur sawi. Meskipun makanan-makanan diatas memiliki manfaat lain namun bagi Anda yang ingin terhindar dari penyakit liver anda perlu meminimalis makanan tersebut dan ketika anda sudah terkena penyakit liver anda perlu menghindari makanan tersebut.

  1. Makanan kemasan kaleng

Makanan kaleng juga dapat menyebabkan seseorang terkena penyakit liver misalnya adalah sarden kornet sosis dan lain-lain. Untuk itu agar kita dapat terhindar dari penyakit liver maka kita perlu meminimalis atau menghindari makanan makanan kemasan kaleng.

  1. Seafood

Tidak semua jenis seafood yang merupakan pantangan untuk seseorang yang terkena liver, Adapun makanan Seafood yang menjadi penyebab penyakit liver adalah udang kerang dan kepiting. Makanan Seafood memang banyak disukai oleh berbagai kalangan, namun untuk menjaga kesehatan tubuh kita perlu menghindari makanan makanan Seafood seperti yang telah dijelaskan diatas. Meskipun mengkonsumsinya kita perlu meminimalis mengkonsumsi makanan-makanan tersebut agar kita tidak terkena penyakit liver. Makanan seafood merupakan makanan yang mengandung kolesterol tinggi sehingga perlu diwaspadai dan tidak boleh terlalu banyak dalam mengkonsumsinya.

  1. Minuman alkohol dan bersoda

Salah satu penyebab terjadinya liver adalah minuman alkohol dan juga bersoda, untuk itu agar dapat terhindar dari penyakit liver maka kita harus menghindari minum minuman yang beralkohol dan juga minum minuman yang memiliki banyak soda.  tidak hanya penyakit liver saja namun minuman bersoda dan juga minuman beralkohol dapat menyebabkan berbagai penyakit lainnya.

  1. Makanan berbumbu rempah tinggi

Makanan dengan bumbu rempah yang tinggi dan menyengat disebabkan oleh cabai bawang merica jahe dan juga cuka yang cukup banyak, untuk penderita liver harus menghindari makanan makanan yang mengandung bumbu rempah yang tinggi.

  1. Lemak trans

Lemak trans adalah salah satu jenis lemak tak jenuh yang umum ditemukan di alam namun bisa disintesis secara buatan. Lemak trans terdapat pada makanan yang mengandung minyak terhidrogenasi secara parsial atau minyak yang mengandung lemak jenuh pada makanan olahan seperti yang biasa dibeli di toko kue. Lemak trans juga cepat meningkatkan kolesterol jahat. Jangan terkejut jika lemak trans terkandung dalam makanan seperti: craker, cookies, biskuit, dressing salad, dan popcorn yang dibuat dengan microwave.

  1. Sodium

Makanan yang mengandung sodium tinggi umumnya berasal dari makanan kalengan seperti sop instan. Dalam jumlah normal sodium membantu mengatur cairan dalam tubuh dari tekanan darah. Namun terlalu banyak sodium dapat menyebabkan kelebihan cairan dalam hati. Makanan yang mengandung banyak sodium antara lain: daging, keju, pizza, kecap.

  1. Makanan yang digoreng

Kita semua tahu bahwa gorengan terutama dari restoran cepat saji memiliki efek negatif pada hati. Kentang goreng atau ayam goreng renyah isi keju, memiliki efek buruk pada hati, mirip dengan hepatitis. Makan makanan yang digoreng juga meningkatkan kolesterol jahat. Makanan yang  perlu diwaspadai antara lain: goreng-gorengan, kentang goreng, roti sandwich, stik mozarella, dan donat.

Dengan mengetahui makanan – makanan penyebab liver maka kita akan lebih mudah untuk menghindari penyakit liver dan terhindar dari penyakit penyakit lainnya. Semoga bermanfaat …

Makanan Penyebab Liver

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment