Hepatitis A

Hepatitis A

Hepatitis A adalah suatu penyakit akut yang disebabkan oleh virus hepatitis A yang disebarkan oleh kotoran/tinja penderita, biasanya melalui makanan (fecal – oral). Biasanya, virus hepatitis A yang terdapat dalam tinja si penderita, dapat berpindah jika si penderita makan dengan tangan kotor setelah membuang buang air besar.

Hepatitis A

Hepatitis A

Terkadang, penularannya juga bisa melalui hubungan seksual dengan si penderita. Memang kasusnya jarang, namun tetap saja sebaiknya Anda tidak melakukan hubungan dengan seseorang yang tidak terikat hubungan pernikahan sah. Gejalanya sendiri biasa muncul ketika si pasien sudah terjangkit virus tersebut selama beberapa minggu.

Hepatitis A dapat dibagi menjadi 3 stadium:

  • Pendahuluan (prodromal) dengan gejala letih, lesu, demam, kehilangan selera makan dan mual;
  • Stadium dengan gejala kuning (stadium ikterik); dan
  • Stadium kesembuhan (konvalesensi). Gejala kuning tidak selalu ditemukan. Untuk memastikan diagnosis dilakukan pemeriksaan enzim hati, SGPT, SGOT. Karena pada hepatitis A juga bisa terjadi radang saluran empedu, maka pemeriksaan gama-GT dan alkali fosfatase dapat dilakukan di samping kadar bilirubin.

Jumlah pengidap penyakit ini di dunia diperkirakan mencapai 1,4 juta jiwa pada tiap tahunnya. Sementara di Asia Tenggara sendiri, kasus hepatitis A akut menyerang sekitar 400.000 orang per tahun dengan angka kematian hingga 800 jiwa. Sebagian besar penderita hepatitis A adalah anak-anak.

Gejala Hepatitis A

Gejala awal yang dapat muncul meliputi pusing, mual-mual, muntah, sakit tenggorokan, diare, kehilangan nafsu makan, kelelahan dan nyeri pada otot serta sendi. Ketika organ hati Anda mulai terserang, ada beberapa gejala yang akan muncul, yaitu urin berwarna gelap, tinja berwarna kuning pucat, sakit kuning serta pembengkakan hati yang terasa sakit jika perut kanan atas ditekan.

Tidak semua pengidap hepatitis  akan menunjukkan gejala. Karena itu, penyakit ini kadang sulit disadari. Masa sejak masuknya virus sampai muncul gejala hepatitis A membutuhkan sekitar 14-40 hari. Tetapi masa inkubasi yang dialami sebagian besar pengidap penyakit ini sekitar tiga minggu.

Pengidap hepatitis A anak-anak di bawah usia enam tahun cenderung tidak menunjukkan gejala. Hanya satu dari 10 yang mengalami sakit kuning. Sedangkan pada remaja dan orang dewasa, penyakit ini biasanya menyebabkan gejala yang lebih parah dan sekitar tujuh di antara 10 akan mengalami sakit kuning.

Penyebab Hepatitis A

Penyebab penyakit ini adalah virus hepatitis A yang dapat menyebar dengan sangat mudah. Sebagian besar kasus hepatitis A di Indonesia disebabkan oleh konsumsi makanan yang telah terkontaminasi oleh tinja penderita hepatitis A akibat kebersihan yang kurang terjaga. Maka penting bagi kita, terutama anak-anak, untuk selalu teratur mencuci tangan dan tidak jajan di tempat yang kebersihannya diragukan.

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan penyebaran virus ini meliputi:

  • Sanitasi yang buruk.
  • Kurangnya ketersediaan air bersih.
  • Mengonsumsi makanan mentah.
  • Kontak langsung dengan pengidap, misalnya karena hidup serumah.
  • Memakai dan berbagi jarum suntik.
  • Berhubungan seks dengan pengidap, terutama seks anal.
  • Pria yang berhubungan seks dengan sesama jenis.
  • Bekerja di area yang berhubungan dengan kotoran, misalnya selokan.

Cara Mencegah Hepatitis A

Cara pencegahan terbaik supaya seseorang tidak sampai terserang penyakit ini ialah dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat. Perilaku seperti mencuci tangan sebelum makan, atau mencuci bersih buah yang siap disantap ialah salah satu contoh menjalankan rutinitas hidup sehat guna mencegah penyakit ini. Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penyakit hepatitis jenis ini :

  • Selalu mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, contohnya sebelum makan, sebelum mengolah makanan dan setelah ke toilet.
  • Jangan berbagi barang-barang pribadi seperti sikat gigi atau handuk.
  • Jangan saling meminjamkan peralatan makan.
  • Selalu memasak makanan sampai matang dan merebus air sampai mendidih.
  • Hindari jajan di pedagang kaki lima yang kebersihannya kurang terjaga.
  • Hindari konsumsi makanan mentah yang berasal dari perairan yang terkontaminasi, misalnya tiram.

Pencegahan infeksi hepatitis A juga dapat dicegah melalui vaksinasi yang dilakukan sebanyak dua kali dengan selang waktu 6-12 bulan. Vaksin ini dianjurkan bagi mereka yang berisiko tinggi terkena hepatitis A.

Hepatitis A

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*