Sirosis Hati Menular

Sirosis Hati Menular

 

Sirosis Hati Menular, Sirosis hati merupakan suatu kondisi terminal dari penyakit hati kronik. Di Indonesia, seringkali penyakit ini disebabkan oleh infeksi hepatitis B dan C. Sebagian pasien yang terinfeksi hepatitis B atau C bisa saja tidak memiliki keluhan (tanpa gejala/asimtomatik). Hal ini baru disadari saat penyakit telah memasuki stadium akhir. Selain infeksi sirosis hati dapat juga disebabkan karena perlemakan hati (fatty liver), kebiasaan minum alkohol dalam waktu lama dan rutin, obat – obatan yang menganggu fungsi liver dalam waktu yang lama, jamu – jamuan, dan makanan dengan bahan pengawet.

Sirosis Hati Menular

Sirosis Hati Menular

Sirosis hati adalah proses akhir dari perjalanan penyakit hepatitis kronis. Penyakit ini dapat menimbulkan berbagai penyakit gangguan metabolis, seperti ikterus, edema, koagulopati, hipertensi portal, splenomegali, varises gastroesofagus, ensefalopati hepatis, dan asietes, Sirosis Hati Menular. Prognosis penyakit sirosis hati akhirnya meninggal akibat perdarahan varises masif atau ensefalopati hati.

Klasifikasi berbagai jenis sirosis hati yang sering dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Sirosis pascahepatits yang dapat terjadi akibat infeksi virus hepatitis B, hepatitis C atau hepatitis kronis aktif tipe autoimun.
  2. Sirosis alkoholik yang dapat terjadi akibat minum alkohol berlebihan. Penghentian minum alkohol dapat memulihkan penyakit ini.
  3. Sirosis biliaris primer, ditandai oleh peradangan kronis dan obliterasi fibros saluran empedu intrahepatik yang diperkirakan bersifat autoimun.

Gejala Sirosis Hati

Sirosis pada tahap awal hanya memunculkan sedikit gejala, tapi ketika fungsi hati sudah berkurang secara signifikan, muncul gejala-gejala seperti:

  • Kehilangan selera makan.
  • Keletihan atau kekurangan energi.
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki dan perut atau edema.
  • Penurunan atau kenaikan berat badan secara tiba-tiba.+
  • Kulit dan putih mata berwarna kuning atau sakit kuning (jaundice).
  • Mual dan muntah.
  • Muntah darah.
  • Kulit mengalami gatal-gatal.

Penyebab Sirosis Hati

Penyebab Sirosis hati salah satunya karena adanya pengaruh alkohol. Sebenarnya hati memiliki kemampuan untuk memecah alkohol, akan tetapi jika alkohol yang dikonsumsi terlalu banyak, alkohol tersebut dapat merusak hati, sirosis hati menular. Sirosis yang terjadi disebabkan oleh pengaruh alkohol disebut dengan sirosis alkoholik.

Penyebab berikutnya dari sirosis hati adalah Infeksi Virus Hepatitis C kronis, sirosis hati menular. Virus Hepatitis C dalam jangka panjang dapat menyebabkan inflamasi yang pada akhirnya akan menyebabkan sirosis hati, Sirosis Hati Menular. Selain Hepatitis C, Hepatitis B juga diketahui memiliki pengaruh terhadap terjadinya sirosis hati.

Sirosis Hati Menular, Penyebab lain Pada sirosis hati antara lain adalah adanya Penyakit yang menyebabkan penyumbatan saluran empedu, reaksi terhadap obat obatan medis tertentu, dan terjadinya Infeksi tertentu yang disebabkan oleh bakteri dan parasit, sirosis hati menular.

Apakah Sirosis Hati Menular ?

Sirosis hati menular, Jika sirosis hati yang terjadi dikarenakan adanya infeksi Hepatitis B atau C, maka penularan yang terjadi adalah melalui cairan tubuh umumnya seperti darah, sperma, dan mungkin sejumlah kecil melalui keringat (beberapa persen). Namun, jika sirosis hati disebabkan karena penyebab non infeksi maka tidak akan menular, Sirosis Hati Menular. Sebaiknya,jika sirosis hati tersebut disebabkan oleh proses infeksi, tangani penyebabnya (apakah virus hepatitis B atau C), sirosis hati menular.

Pencegahan terhadap Sirosis Hati Menular

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah atau mengurangi risiko terkena sirosis hati menular :

  • Membatasi konsumsi minuman keras. Penyebab sirosis hati yang sering terjadi adalah akibat konsumsi minuman keras secara berlebihan. Cara terbaik mencegah mengalami sirosis adalah dengan menghindari minuman keras atau setidaknya membatasi asupan alkohol ke dalam tubuh Anda. Bagi pria, maksimal mengonsumsi 2-2,5 kaleng bir berkadar alkohol 4,7 persen per hari. Sedangkan bagi wanita, maksimal mengonsumsi dua kaleng bir berkadar alkohol 4,7 persen per hari.
  • Melindungi diri dari hepatitis. Penyakit menular seperti hepatitis B dan C dapat menyebabkan sirosis. Hepatitis B dan C bisa menular melalui hubungan seks tidak aman dan berbagi jarum suntik bagi pengguna narkotika suntik. Memakai kondom dan melakukan vaksinasi bisa digunakan untuk mencegah terjangkit hepatitis B. Tapi hingga kini belum ada vaksin untuk hepatitis C, sirosis hati menular.
  • Mencegah sirosis hati menular dengan menerapkan menu makanan sehat. Makanan rendah lemak dalam sayuran dan buah-buahan akan membantu dalam menurunkan lemak berlebih dalam tubuh. Lemak berlebih inilah yang bisa menyebabkan perlemakan hati dan akhirnya menjadi penyakit organ hati.
  • Berolahraga dapat menurunkan berat badan dan menjaga berat badan tetap ideal untuk menghindari penumpukan lemak pada hati.

Secara umum, kerusakan sel-sel hati tidak dapat direhabilitasi. Penyakit liver sirosis cenderung semakin memburuk jika penyebab yang mendasari tetap ada. Oleh karena itu perlu upaya untuk memperlambat atau menghentikan penyebab sirosis hati, Sirosis Hati Menular.

Sirosis Hati Menular

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*