Penularan Sirosis Hepatis

Penularan Sirosis Hepatis

 

Penularan Sirosis Hepatis – Penyakit sirosis hati atau sirosis hepatis merupakan penyakit liver kronis di mana sel-sel dan jaringan hati yang sehat diganti dengan jaringan parut yang tidak memiliki fungsi seperti hati yang normal. Kerusakan yang disebabkan oleh sirosis tidak dapat kembali normal dan akhirnya kerusakan bisa meluas sehingga hati berhenti berfungsi. Ini kondisi yang disebut dengan gagal hati.

Penularan Sirosis Hepatis

Penularan Sirosis Hepatis

Sirosis hati adalah suatu kondisi di mana hati secara perlahan-lahan mengalami kerusakan yang berlangsung secara terus menerus dalam jangka waktu yang panjang (kronis). Sel-sel dan jaringan hati yang rusak kemudian berubah menjadi jaringan parut sehingga fungsi hati semakin lama akan semakin menurun.

Hati adalah organ internal tubuh terbesar. Hati disebut pabrik metabolisme tubuh karena peran pentingnya dalam mengubah makanan menjadi energi setelah makanan dicerna dan diserap ke dalam darah. Hati memiliki banyak fungsi, termasuk:

  1. Membuat protein baru, seperti faktor pembekuan dan faktor kekebalan.
  2. Memproduksi empedu, yang membantu tubuh menyerap lemak, kolesterol, dan vitamin yang larut dalam lemak.
  3. Mengambil, menyimpan, dan memproses nutrisi dari makanan, termasuk lemak, gula, dan protein dan mengantarkannya ke seluruh tubuh saat dibutuhkan.
  4. Membuang produk limbah yang tidak bisa dibuang oleh ginjal, seperti lemak, kolesterol, racun, dan obat-obatan.

Apakah sirosis hepatis menular atau tidak? Bagaiamana penularan sirosis hepatis ? Maka jawaban terbaik adalah, cara penularan sirosis hepatis tergantung dari penyebab yang mendasari.

Ada 2 kriteria untuk menjelaskan hal ini, sirosis hepatis menular dan tidak menular karena penyakit ini disebabkan oleh banyak hal.

Sirosis Hati Adalah Penyakit Menular

Anda bisa tertular sirosis hepatis jika Anda kontak dengan penderita sirosis hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B atau C.

Cara Penularan Sirosis Hepatis

Sirosis hepatis menular melalui infeksi virus hepatitis. Virus hepatitis bisa hidup dalam darah, air mani, dan beberapa cairan tubuh lainnya. Anda bisa tertular ketika berhubungan s3ks dengan seseorang yang terinfeksi. Anda juga bisa tertular ketika bertukar dengan pisau cukur atau sikat gigi dengan seseorang yang menderita hepatitis. Anda juga bisa terkena dampak ketika Anda berbagi jarum suntik untuk menyuntikkan sesuatu ke tubuh Anda. Ibu dengan sirosis hati akibat hepatitis, juga bisa menularkan penyakit untuk bayi nya.

Cara Mencegah Penularan Sirosis Hepatis

Penularan sirosis hepatis dicegah dengan menghindari infeksi. Ada vaksin yang mencegah perkembangan virus hepatitis B, namun saat ini belum tersedia vaksin untuk hepatitis C. Semua anak dibawah 19 th direkomendasikan mendapatkan vaksin hepatitis. Orang dewasa pun harus mendapatkan vaksinasi jika mereka bepergian ke negara atau wilayah di mana terjadi wabah penyakit.

Hindari kontak langsung dengan penderita: jangan bertukar sikat gigi, pisau cukur, tukaran baju, tukaran air minum, wadah bekas makanan, tukaran air liur, ciuman, transfusi darah, memakai jarum suntik bekas penderita, dll.

Sirosis Hati Bukan Penyakit Menular

Sirosis hepatis bukan penyakit menular dan Anda tidak bisa tertular jika penyebab penyakit adalah bukan virus. Ada banyak penyebab yang mendasari, cari tahu dan pelajari supaya Anda tidak salah memahami. Pertama sirosis adalah kata sifat yang berarti adalah jaringan parut hati atau bekas luka (perbaikan luka namun menyisakan bekas atau parut).

Jaringan parut ini terbentuk akibat :

  • Penyalahgunaan alkohl, ini adalah penyebab paling sering. Sekitar sepertiga dari semua peminum berat akhirnya akan mengalami sirosis, dan sisanya mungkin menderita penyakit hati lain.
  • Penyakit Wilson, penumpukan tembaga di hati, otak, ginjal, dan mata.
  • Cystic fibrosis, penumpukan lendir di paru-paru, hati, pankreas, dan usus.
  • Hemokromatosis, penumpukan zat besi di hati dan organ lainnya.
  • Sirosis empedu, penyumbatan atau pembengkakan saluran empedu
  • Gangguan penyimpanan glikogen, suatu penyakit yang mencegah tubuh menggunakan gula dengan benar.
  • Reaksi terhadap obat, toksin lingkungan, atau penyalahgunaan inhalan, dll.

Penularan Sirosis Hepatis Bisa Menular Melalui Air Liur

HCV atau virus hepatitis C adalah penyakit menular dan merupakan salah satu penyebab penyakit sirosis hepatis nonalkoh0l yang paling umum saat ini. Diyakini bahwa virus HCV bisa ditularkan melalui kontak darah. Namun, ada indikasi cara penularan lain yaitu melalui air liur, dan menjadi salah satu alasan bahwa sirosis hati bisa menular lewat air liur. Sebagai penyakit menular, konsentrasi virus HCV dalam setetes darah secara eksponensial lebih mungkin untuk cepat menular dibanding konsentrasi virus HIV dalam setetes darah dari orang yang terinfeksi.

Kasus penularan ini menjelaskan betapa penting menghindari sesuatu yang mungkin tercemar meski hanya setitik darah. Pada hampir separuh kasus sirosis hepatis akibat virus hepatitis C, individu yang terinfeksi belum tentu dapat mengidentifikasi darimana sumber infeksi mereka. Meskipun diyakini bahwa sebagian besar kasus penularan disebabkan oleh kontaminasi darah, namun ada mode transmisi atau penularan virus HCV yang tidak diketahui. Dan salah satu cara penularan yang sulit diketahui itu adalah penularan melalui air liur (saliva), dimana ini adalah satu cara potensial untuk penularan virus HCV.

Dari keterangan di atas dapat disimpulkan, jika sirosis hati yang terjadi dikarenakan adanya infeksi Hepatitis B atau C, maka penularan yang terjadi adalah melalui cairan tubuh umumnya seperti darah, sperma, dan mungkin sejumlah kecil melalui keringat (beberapa persen). Namun, jika sirosis hati disebabkan karena penyebab non infeksi maka tidak akan menular. Sebaiknya,jika sirosis hati tersebut disebabkan oleh proses infeksi, tangani penyebabnya (apakah virus hepatitis B atau C). Semoga bermanfaat ^^

Penularan Sirosis Hepatis

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*