OBAT LIVER ALAMI

OBAT LIVER ALAMI

OBAT LIVER ALAMI – Liver adalah penyakit hati yang sangat serius. Diperkirakan di Indonesia saat ini terdapat 20 juta orang yang mengidap hepatitis B dan C. Sebagian besar hepatitis tidak menunjukkan gejala sampai 20-30 tahun perjalanan penyakit. Selama waktu itu, infeksi secara perlahan menggerogoti hati seseorang sehingga dapat menyebabkan sirosis atau kanker hati. Sampai saat ini belum ada obat alami yang terbukti secara ilmiah menyembuhkan hepatitis. Namun, beberapa tanaman herbal berikut menurut penelitian cukup menjanjikan sebagai obat alami hepatitis:

obat liver

Obat Liver Alami

  1. TEMULAWAK (Curcuma Xathoriza)

Obat liver yang pertama adalah temulawak (Curcuma Xanthoriza) curcumin dari ekstrak temulawak bermanfaat sebagai pelindung liver, dan memperkuat sel-sel liver, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Rimpang temulawak mengandung curcumin yang memiliki khasiat alami sebagai anti inflamasi (anti radang) dan anti hepatotoksik yang sangat berguna untuk melindungi kesehatan hati radang hati. Temulawak memiliki kandungan minyak atsiri yang memang membangkitkan selera makan, membersihkan perut dan meperlancar ASI.SAMBILOTO (Andrographis paniculata)

  1. SAMBILOTO (Andrographis Paniculata)

Obat liver yang kedua adalah sambiloto (Andrographis paniculata) mengandung zat andrographolid. Zat inilah yang menyebabkan atau menimbulkan rasa pahit pada daun sambiloto. Fungsi dan zat andrographolid adalah merusak inti sel tumor dan meningkatkan daya tahan tubuh, daun ini sangat bagus. Selain itu sambiloto juga efektif untuk infeksi dan merangsang fagositosis yaitu kemampuan sel dalam bekerja membunuh benda asing seperti bakteri, virus, dan sebagainya yang masuk kedalam tubuh, sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai sumber penyakit (sebagai imunostimulan) PEGAGAN (Centella asiatica)

  1. PEGAGAN (Centella Asiatica)

Obat liver selanjutnya adalah pegagan (Centella asiatica) mengandung asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahminoside, brahmic acid, madasiatic acid, meso-inositol, centellose, carotenoids, garam-garam mineral seperti garam, kalium, natrium, magnesium, kalsium, besi, vallerine, zat samak. Senyawaan glikosida triterpenoida yang disebut asiaticosida dan senyawaan sejenis, mempunyai khasiat anti lepra (Morbus Hansen). Pegagan (Centella asiatica) memiliki efek hepatoprotektor pada penderita hepatitis dengan kandungan asiatikoside dimana mekanismenya menigkatkan perbaikan dan penguatan sel hati disamping itu pula asiatikoside bertindak sebagai pengangkap radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel. Selain itu fungsi dari Pegagan (Centella asiatica) adalah meregenerasi sel-sel liver yang rusak dan mengembalikannya menjadi sel-sel yang sehat.

  1. AKAR LICORICE (Glycyrrhiza Glabra)

Obat liver selanjutnya adalah akar licorice. Akar licorice dapat digunakan untuk mengelola efek hepatitis pada hati. Komponen aktifnya yang disebut asam glycyrrhizin menunjukkan sifat antivirus dan anti-inflamasi. Asam ini menyebabkan rasa manis pada licorice (50 kali lebih manis daripada gula) dan berfungsi mirip dengan hormon alami tubuh, aldosteron, yang mengatur garam dan air dalam tubuh.

Sayangnya, akar licorice memiliki potensi efek samping. Jika diminum secara teratur (lebih dari 3 gram akar licorice per hari selama lebih dari 6 minggu atau lebih dari 100 miligram glycyrrhizin sehari), herbal ini berpotensi menyebabkan tekanan darah tinggi, retensi natrium dan air, kadar natrium rendah dalam aliran darah, deplesi kalsium, dan gangguan kesimbangan elektrolit dalam tubuh. Tanda dan gejala konsumsi akar licorice yang berlebihan termasuk sakit kepala, lesu, bengkak pergelangan kaki, dan bahkan gagal jantung atau serangan jantung (jantung tiba-tiba berhenti berdenyut). Orang yang memiliki glaukoma, penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan hemokromatosis harus menghindari licorice.

  1. GINSENG (Panax Quinquefolius/Panax Ginseng)

Obat liver alami selanjutnya adalah gingseng. Ada dua jenis ginseng yaitu ginseng Amerika (Panax quinquefolius) dan ginseng Asia (Panax ginseng) yang berasal dari Cina, Jepang, dan Korea.Tes pada hewan dan manusia menunjukkan ginseng dapat membantu sistem imunitas tubuh. Pengujian pada hewan juga menunjukkan ginseng dapat membantu memperbaiki cara kerja hati dan mengurangi kerusakan jaringan hati yang disebabkan oleh hepatitis. Namun, penelitian mengenai manfaat ginseng untuk hepatitis masih terbatas.

  1. JAHE (Zingiber Officinale)

Obat liver lainnya adalah jahe. Beberapa penelitian telah mengkonfirmasi manfaat jahe untuk mengurangi mual. Tanaman ini dapat meredakan mual dan muntah yang disebabkan oleh terapi obat pada pasien hepatitis. Selain murah dan banyak tersedia, jahe diketahui aman dan tidak menyebabkan efek samping yang serius.

  1. KUNYIT (Curcuma Domestica)

Kunyit adalah bumbu dapur yang cukup banyak pemakaiannya. Komponen aktif dalam kunyit adalah kurkumin yang berkhasiat antioksidan. Dalam penelitian pada hewan percobaan, kunyit terlihat menghambat kerusakan hati dari aflatoksin dan racun hati lainnya. Oleh karna itu, jahe dapat dijadikan sebagai obat liver alami.

  1. LADA HITAM (Piper nigrum)

Lada hitam mengandung zat aktif yang disebut piperin. Dalam penelitian pada tikus, piperin terlihat dapat mengurangi efek merusak racun pada hati. Hal ini terutama karena sifat antioksidan pada piperin. Belum ada studi yang membandingkan perbedaan penyakit hati pada orang yang mengonsumsi lada dengan mereka yang tidak. Untuk itu, lada hitam dapat dijadikan sebagai obat liver alami.

 

Sekian informasi mengenai obat liver alami. Semoga informasi mengenai obat liver alami diatas dapat membantu dan bermanfaat untuk anda.

 

OBAT LIVER ALAMI

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*