Hemokromatosis, Penyakit Kelebihan Zat Besi

Hemokromatosis, Penyakit Kelebihan Zat Besi

 

Obat LiverHemokromatosis adalah kelainan metabolis, di mana tubuh menyimpan terlalu banyak zat besi. Pada dasarnya zat besi merupakan nutrisi penting yang sumbernya berasal dari aneka jenis makanan. Zat besi ini kemudian bertugas membawa oksigen di dalam hemoglobin darah.

Akan tetapi, jumlah zat besi yang terlalu banyak di dalam tubuh justru mengganggu. Bila tidak diatasi, penumpukan ini dapat merusak sendi, organ tubuh, atau bahkan menyebabkan kematian.

Hemokromatosis, Penyakit Kelebihan Zat Besi

Kebanyakan penderita gangguan ini adalah keturunan Kaukasia, namun hanya sebagian kecil penderita yang kondisinya serius. Hemochromatosis lebih cenderung menjadi serius pada pria dan gejalanya biasanya muncul pada usia paruh baya.

Gejala Hemokromatosis

Hemokromatosis biasanya tidak langsung menimbulkan gejala. Gejala baru akan muncul setelah penumpukan zat besi mencapai batas tertentu. Gejala-gejalanya  antara lain:

  • Sering merasa lelah dan lemas.
  • Nyeri sendi.
  • Nyeri perut.
  • Berat badan menurun.
  • Sulit ereksi (bagi pria).
  • Menstruasi tidak lancar atau berhenti (bagi wanita).
  • Sering buang air kecil.

Dalam jangka panjang, penderita dapat mengalami gejala lanjutan seperti:

  • Kulit menjadi lebih gelap,dan bersifat permanen.
  • Sering merasa haus dan sering buang air kecil.
  • Pembengkakan pada perut, tangan, hingga kaki.
  • Napas pendek.
  • Nyeri dada.
  • Nyeri hebat dan kaku pada sendi dan jari.
  • Diabetes.
  • Gagal hati.
  • Denyut jantung tidak beraturan (aritmia).
  • Gagal jantung.
  • Penurunan gairah
  • Penyusutan testis.

Penyebab Hemokromatosis

Tubuh memerlukan zat besi untuk memproduksi hemoglobin dalam sel darah merah yang berfungsi untuk mengikat dan mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. Zat besi diserap dari makanan yang dikonsumsi, sesuai kebutuhan. Umumnya hanya 8-10% zat besi dari makanan yang diserap oleh tubuh. Sedangkan pada penderita hemokromatosis, penyerapan zat besi bisa sampai 4 kali lipat dari normal. Selain itu, terdapat juga gangguan pada proses pengangkutan zat besi di dalam tubuh, yang berkaitan dengan kerja hormon hepcidin. Pengangkutan zat besi oleh ferroportin dihambat oleh hepcidin, sehingga  zat besi tidak dapat dimetabolisme dan dikeluarkan dari dalam tubuh. Apabila penumpukan zat besi ini terjadi dalam jangka waktu lama, akan mengakibatkan kerusakan fatal pada berbagai organ tubuh.

Berdasarkan penyebabnya, penyakit hemokromatosis dikelompokan menjadi dua, yaitu primer dan sekunder.

Hemokromatosis Primer

Hemokromatosis primer disebabkan oleh mutasi gen HFE yang berfungsi mengatur jumlah penyerapan zat besi oleh tubuh. Terdapat 2 jenis mutasi gen HFE, yaitu C282Y dan H63D.

Hemokromatosis akan muncul apabila seseorang mewarisi kelainan genetik ini dari kedua orangtuanya (ayah dan ibu), dan pasti akan menurunkan kelainan ini ke anaknya.

Sementara apabila seseorang mewarisi kelainan ini hanya dari salah satu orangtua (ayah saja atau ibu saja), maka dia hanya merupakan pembawa sifat (carrier) yang bisa saja tidak menunjukkan gejala apapun, namun berpotensi menurunkan kelainan ini ke anaknya.

Ada 2 jenis hemokromatosis primer khusus yang perlu diketahui, yaitu:

  • Juvenile hemochromatosis. Kondisi ini disebabkan oleh mutasi gen hemojuvelin, bukan pada gen HFE. Gejala muncul lebih awal, yaitu antara usia 15 sampai 30 tahun.
  • Neonatal hemochromatosis. Penimbunan zat besi yang parah sehingga menyebabkan kerusakan hati pada bayi baru lahir, dan biasanya berujung pada kematian.

Hemokromatosis Sekunder

Dikatakan hemokromatosis sekunder apabila kelainan penyerapan dan penimbunan zat besi dalam tubuh disebabkan oleh adanya faktor atau gangguan lain, seperti:

  • Anemia.
  • Sering melakukan transfusi darah (khususnya pada penderita anemia bulan sabit dan talasemia).
  • Dialisis atau cuci darah pada organ hati.
  • Penyakit hati kronis.
  • Terlalu banyak mengonsumsi alkohol.

Risiko terkena hemokromatosis sekunder meningkat jika ada riwayat penyakit diabetes dan jantung dalam keluarga. Selain itu, mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin C dan zat besi dalam jangka watu lama juga dapat meningkatkan penyerapan dan penimbunan zat besi oleh tubuh.

Hemokromatosis memang berbahaya, hal itu apabila anda tidak melakukan pengobatan dan penangannya yang tepat. Dan salah satu pengobatan hemokromatosis yang tepat adalah dengan  rutin mengkonsumsi S.Lutena.

S LUTENA adalah suplemen gizi yang kaya akan karotenoid (beta-karotin) dengan manfaat yang sebanding dengan mengkonsumsi sayuran berwarna merah, kuning, oranye, serta sayuran berwarna hijau. S Lutena ini menyediakan suplemen yang tepat untuk mereka yang tidak dapat mengkonsumsi jumlah nutrisi yang dibutuhkan sehari-hari karena berbagai alasan kesibukan.

S Lutena diproduksi menggunakan metode pengolahan teknologi melalui proses ionisasi (Ionized Purifiying) & kristalisasi, sehingga kandungan penting dalam buah dan sayuran yang diekstrak (buah & sayuran berwarna merah, kuning, oranye dan hijau gelap) tidak mengalami kerusakan.

Anda hanya perlu 1 botol S Lutena untuk memperoleh 11 gizi yang paling penting diperlukan tubuh sehari-hari yg tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia Anda.

Mengapa harus Super Lutein (S. Lutena)? Peranan Super Lutein (S.Lutena) sebagai herbal untuk Membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam super lutein (S.Lutena) yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

S-Lutena juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid/Haid Tidak Normal, Borok/Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mataKatarak, Rabun Jauh/Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Minus/Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Hemokromatosis, Penyakit Kelebihan Zat Besi

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*